MOMSMONEY.ID - Bukan cuma soal banyak uang, lima target ini bisa membantu Anda membangun kebebasan finansial secara bertahap dan praktis.
Kebebasan finansial bukan berarti harus kaya raya atau berhenti bekerja di usia muda. Bagi kebanyakan orang Indonesia, kondisi ini lebih sederhana yaitu punya cukup ruang untuk memenuhi kebutuhan tanpa selalu khawatir dengan pengeluaran berikutnya.
Artinya, uang tidak hanya dipakai untuk bertahan hidup, tetapi juga mulai diarahkan untuk membangun masa depan. Melansir dari New Trader U, kebebasan finansial berkaitan dengan kemampuan memiliki waktu, aset, sumber penghasilan tambahan, pengelolaan utang, dan perlindungan kekayaan.
Mengubah uang menjadi waktu
Saat keuangan mulai stabil, uang bisa digunakan untuk membeli kembali waktu. Misalnya, membayar jasa tertentu agar seseorang dapat lebih fokus pada pekerjaan utama atau kegiatan yang menghasilkan pendapatan.
Namun, bukan berarti semua pekerjaan harus diserahkan kepada orang lain. Jika kondisi keuangan belum memungkinkan, mengerjakan sendiri pekerjaan yang mudah tentu lebih hemat. Kuncinya adalah menghitung apakah waktu yang dihemat sepadan dengan biaya yang dikeluarkan.
Baca Juga: Tips Skrining BPJS Kesehatan lewat Mobile JKN, Caranya Mudah Banget
Membuat uang bekerja lewat aset
Menabung tetap penting, terutama untuk dana darurat dan kebutuhan jangka pendek. Namun, uang yang disiapkan untuk jangka panjang perlu dipertimbangkan agar tidak hanya diam di rekening.
Aset produktif seperti saham, properti, bisnis, atau instrumen investasi lain dapat menjadi bagian dari strategi keuangan. Pilihannya perlu disesuaikan dengan tujuan, kemampuan, dan tingkat risiko yang sanggup ditanggung.
Inflasi juga menjadi alasan mengapa perencanaan jangka panjang penting. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi Indonesia pada Agustus 2026 sebesar 3,19 persen secara tahunan.
Membangun penghasilan kedua
Ketergantungan pada satu sumber pendapatan membuat keuangan lebih rentan ketika pekerjaan utama terganggu. Karena itu, penghasilan tambahan dapat menjadi lapisan keamanan sekaligus sumber modal baru.
Bentuknya tidak harus rumit. Pekerjaan lepas, jasa berdasarkan keahlian, usaha kecil, atau pendapatan dari aset dapat dikembangkan secara bertahap.
Perlu Anda pahami, penghasilan pasif bukan berarti benar-benar tanpa usaha. Aset tetap membutuhkan modal, pengawasan, perawatan, atau waktu sebelum mampu menghasilkan secara konsisten.
Mengendalikan utang
Utang perlu dilihat dari tujuan dan kemampuan membayarnya. Cicilan konsumtif berbunga tinggi dapat membuat pendapatan bulan berikutnya sudah habis untuk membayar keputusan masa lalu.
Sebelum mengambil pinjaman, perhatikan jumlah cicilan, total biaya, kemampuan membayar ketika pendapatan turun, serta cadangan dana untuk kondisi darurat.
Dalam situasi tertentu, melunasi utang berbunga tinggi justru bisa menjadi prioritas sebelum menambah investasi.
Baca Juga: Dana Darurat Terlalu Banyak? Ini Batas Wajar dan Cara Mengelolanya Saat Ini
Menjaga kekayaan yang sudah terkumpul
Membangun aset saja belum cukup. Kekayaan yang sudah dimiliki juga perlu dilindungi melalui pencatatan aset, perlindungan asuransi yang sesuai, perencanaan warisan, dan pemahaman kewajiban pajak.
Hal ini penting karena semakin besar aset seseorang, semakin kompleks pula risiko yang mungkin muncul. Bantuan profesional dapat dipertimbangkan ketika persoalannya sudah menyangkut hukum, pajak, bisnis, atau warisan.
Kebebasan finansial dimulai dari langkah realistis
Kebebasan finansial tidak harus dimulai dengan modal besar. Memperkuat dana darurat, mengurangi utang mahal, meningkatkan penghasilan, dan mulai membangun aset bisa dilakukan sedikit demi sedikit.
Pada akhirnya, tujuan utamanya bukan terlihat kaya, melainkan memiliki lebih banyak pilihan ketika menghadapi kebutuhan mendadak, perubahan pekerjaan, atau rencana hidup di masa depan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News