MOMSMONEY.ID - Ikan bisa menjadi pilihan protein yang menyehatkan jantung, namun penting untuk memilih ikan yang tidak menyebabkan kolesterol tinggi. Kolesterol tinggi dapat membentuk plak di pembuluh darah, meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke.
Rachel Dyckman, dokter ahli gizi dari Healthcentral.com memaparkan bahwa penting untuk mengusahakan mengonsumsi setidaknya dua porsi ikan setiap minggu. Pilih ikan yang kaya omega-3 seperti salmon, sarden, dan trout.
Hindari menggoreng ikan dengan minyak banyak atau memasaknya dengan mentega. Penderita kolesterol tinggi bisa mengurangi lemak jenuh, lemak trans, gula rafinasi, serta mengonsumsi lebih banyak makanan nabati yang kaya serat.
Baca Juga: Selain Makan Buah, Sayuran Hijau Ini Ampuh Rontokkan Kolesterol Jahat Tanpa Obat
Apa itu kolesterol tinggi?
Kolesterol adalah zat lemak yang diproduksi oleh hati dan mengalir melalui aliran darah melekat pada partikel yang disebut lipoprotein. Tubuh akan menggunakan kolesterol untuk fungsi penting seperti produksi hormon dan biasanya mampu memproduksi semua kolesterol yang dibutuhkan secara alami.
Masalah akan muncul ketika kadar kolesterol dalam darah terlalu tinggi. Kolesterol tinggi dapat membentuk endapan lengket yang disebut plak di pembuluh darah yang akhirnya bisa menyumbat aliran darah.
Darah tidak dapat mengalir bebas melalui arteri yang menyempit akibat plak yang menumpuk. Saat itulah risiko serangan jantung dan stroke meningkat.
Kadar kolesterol diukur melalui tes darah;,kadar di atas 200 mg/dL dianggap terlalu tinggi.
Apakah ikan mengandung kolesterol?
Menurut grafik kolesterol dalam makanan dari University of California San Francisco Health, hampir semua makanan hewani mengandung kolesterol. Namun, kolesterol dalam per porsi ikan lebih rendah daripada banyak sumber protein hewani lainnya.
Meski mengandung kolesterol, ikan tetap memberikan manfaat positif bagi kesehatan jantung karena rendah lemak jenuh. Baiknya lagi, banyak jenis ikan kaya akan lemak tak jenuh yang menyehatkan jantung dan membantu menurunkan risiko penyakit jantung hingga stroke.
Apakah penderita kolesterol boleh makan seafood?
Selain ikan, kerang kaya akan nutrisi seperti seng, zat besi, dan vitamin B12. Kerang juga rendah lemak jenuh, menjadikannya alternatif yang baik untuk penderita kolesterol tinggi.
Berikut adalah kadar kolesterol dalam porsi 100 gram:
- Kerang hijau: 28 mg
- Kerang: 30 mg
- Tiram: 50 mg
- Udang: 161 mg
- Cumi-cumi: 233 mg
Akan tetapi, kadar kolesterol yang lebih tinggi pada udang tidak serta-merta menjadikannya makanan yang harus dihindari. Menurut penelitian yang dipublikasikan dalam Mayo Clinic Proceedings, udang tidak berdampak negatif terhadap kadar kolesterol dan rendah lemak jenuh.
Berapa banyak ikan yang boleh dikonsumsi penderita kolesterol?
Konsumsilah setidaknya dua porsi ikan atau sekitar 170 gram dalam seminggu untuk meningkatkan kesehatan jantung. Fokuslah pada ikan yang kaya akan omega-3 untuk mendapatkan manfaat maksimal.
Omega-3 adalah jenis asam lemak tak jenuh yang bersifat anti-inflamasi dan membantu melawan dampak buruk kolesterol terhadap arteri.
Pilihan ikan terbaik untuk penderita kolesterol tinggi
Berikut adalah pilihan ikan yang kaya akan asam lemak omega-3 dan aman untuk penderita kolesterol:
- Ikan teri
- Ikan makarel
- Ikan salmon
- Ikan sarden
- Ikan tuna
- Ikan berdaging putih
Mengonsumsi ikan tidak menyebabkan kolesterol tinggi, asal memilih metode masak yang aman. Melapisi ikan dengan adonan tepung lalu menggorengnya dengan banyak minyak akan menambah asupan lemak tidak sehat ke dalam makanan.
Baca Juga: Cuka Apel Pangkas Kolesterol LDL: Trigliserida Naik, Cegah Penumpukan Lemak Hati
Demikian pula, memasak hidangan laut dengan mentega dapat mengurangi sebagian manfaat kesehatannya. Sebaiknya memilih metode memasak yang lebih sehat, seperti memanggang di oven atau membakar di atas panggangan. Itulah manfaat makan ikan untuk penderita kolesterol tinggi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News