MOMSMONEY.ID - Kadar gula darah tinggi juga dikenal sebagai hiperglikemia, terjadi ketika kadar glukosa dalam darah melebihi batas normal. Tanda-tanda awal lainnya pada anak-anak bisa berupa rasa haus yang meningkat dan sering buang air kecil.
National Diabetes Statistics Report tahun 2020 menyatakan, sekitar 210.000 anak dan remaja di bawah usia 20 tahun di Amerika Serikat telah didiagnosis menderita gula darah tinggi.
Marina Basina, dokter spesialis endokrinologi dan diabetes, mengungkapkan, anak muda dengan gula darah tinggi memiliki risiko lebih besar mengalami komplikasi seperti penyakit ginjal dan mata.
Terdapat pula risiko lebih besar terkena tekanan darah tinggi dan kadar kolesterol tinggi yang meningkatkan risiko penyakit jantung.
Baca Juga: Mentimun Tak Cuma Turunkan Gula Darah, Tahu 6 Manfaat Timun di Sini
Diagnosis awal gula darah tinggi pada anak
Dilansir dari Medicalnewstoday.com, anak yang menunjukkan tanda atau gejala gula darah tinggi sebaiknya diperiksa oleh dokter untuk menjalani skrining. Pemeriksaan ini bisa berupa tes urin untuk mendeteksi keberadaan gula dalam urin atau tes darah melalui tusukan jari untuk memeriksa kadar glukosa anak.
National Institute for Health Care and Excellence merekomendasikan pemeriksaan diabetes pada anak jika:
- Memiliki riwayat keluarga yang kuat terkait gula darah tinggi
- Mengalami obesitas
- Berasal dari keluarga keturunan kulit hitam atau Asia
- Menunjukkan tanda-tanda resistensi insulin seperti acanthosis nigricans
Gejala gula darah tinggi pada anak muda
Berikut adalah beberapa tanda kadar gula darah tinggi yang paling sering diabaikan oleh anak muda:
1. Pusing atau kepala terasa ringan
Ketika anak muda memiliki kadar glukosa darah tinggi, mereka sering mengalami pusing atau kepala terasa ringan saat melakukan transisi cepat dari posisi duduk atau berbaring ke posisi berdiri.
Hipotensi ortostatik dalam kasus ini berkembang karena kerusakan pembuluh darah dan gangguan sirkulasi akibat peningkatan kadar gula darah.
Kondisi tersebut dapat mengindikasikan neuropati diabetik dini yang berkembang ketika fungsi saraf memburuk karena paparan kadar glukosa tinggi dalam jangka waktu lama. Orang yang menderita pradiabetes memiliki peluang lebih tinggi untuk mengembangkan komplikasi yang berkaitan dengan saraf.
Pusing ini biasanya muncul lebih sering dan sering terjadi saat Anda mengubah posisi dari duduk ke berdiri.
2. Munculnya bercak kulit gelap secara tiba-tiba
Keberadaan bercak kulit gelap di area leher atau ketiak dan daerah selangkangan menandakan kondisi medis yang dikenal sebagai acanthosis nigricans. Kondisi ini memiliki hubungan kuat dengan resistensi insulin.
Kadar insulin yang tinggi secara terus-menerus menyebabkan sel-sel kulit berkembang biak dengan cepat,mengakibatkan terbentuknya bercak-bercak ini. Perubahan warna kulit muncul perlahan tetapi semakin menonjol seiring memburuknya resistensi insulin.
Hal terpenting yang perlu diperhatikan adalah bercak-bercak ini berbeda dari penggelapan kulit biasa karena memiliki tekstur yang unik. Selain itu, bercak-bercak ini juga tidak dapat diobati dengan solusi perawatan kulit biasa.
Remaja dan anak muda perlu memantau perubahan ini karena dapat mengindikasikan timbulnya diabetes tipe 2.
3. Penurunan berat badan tanpa alasan
Beberapa anak muda dengan kadar gula darah tinggi mengalami penurunan berat badan secara tiba-tiba, meski tidak menjalani diet. Hal ini terjadi karena tubuh mulai memecah jaringan otot dan cadangan lemak ketika gagal menggunakan glukosa dengan benar untuk kebutuhan energi.
Baca Juga: Waktu Terbaik Makan Karbohidrat Ini Ampuh Turunkan Lonjakan Gula Darah!
4. Perubahan suasana hati atau mudah tersinggung
Andak muda akan mengalami dampak langsung pada aktivitas otak dan stabilitas emosional akibat perubahan kadar gula darah. Perubahan kadar glukosa yang cepat menyebabkan produksi neurotransmiter menjadi tidak stabil, mengakibatkan perubahan suasana hati, mudah tersinggung, serta kesulitan berkonsentrasi.
5. Sering mengalami masalah pencernaan
Kadar gula darah yang tinggi sangat memengaruhi proses pencernaan, mengakibatkan rasa panas di dada dan ketidaknyamanan perut terus-menerus. Kadar gula darah tinggi menyebabkan kerusakan pada saraf yang mengontrol organ pencernaan.
Hal ini mengakibatkan gastroparesis, di mana lambung membutuhkan waktu lebih lama untuk mengosongkan isinya. Anda akan sering mengalami mual disertai kembung dan reaksi pencernaan yang tidak terduga setelah makan.
Mengonsumsi makanan cenderung memperparah gejala-gejala ini, dan reaksi yang parah biasanya muncul terhadap makanan yang tinggi karbohidrat.
6. Sering mengalami infeksi
Ketika kadar gula darah tinggi, fungsi sistem kekebalan tubuh menurun dan membuat anak muda lebih rentan terhadap berbagai jenis infeksi. Anda akan mengalami infeksi jamur berulang bersamaan dengan infeksi saluran kemih dan penyembuhan masalah kulit yang lambat.
Kadar gula darah tinggi memungkinkan bakteri dan jamur berbahaya berkembang biak sekaligus mengurangi efektivitas sel darah putih.
7. Penyembuhan luka yang lebih lama
Kadar gula darah yang tinggi menyebabkan gangguan signifikan pada proses penyembuhan alami tubuh. Jika memiliki gula darah tinggi, penyembuhan luka dan memar akan lebih lambat
Hal ini terjadi karena kadar glukosa yang tinggi merusak pembuluh darah, menyebabkan penurunan pengiriman oksigen dan nutrisi ke jaringan yang rusak. Belum lagi, kadar gula darah yang tinggi menyebabkan peradangan yang mengganggu kemampuan sel untuk memperbaiki diri.
Baca Juga: Diet yang Tepat Tekan Lonjakan Gula Darah, Cegah Penyakit Ginjal di Masa Depan
Konsekuensi gula darah tinggi yang tidak diobati
Anak muda yang tidak mengelola kadar gula darah tinggi akan mengalami masalah kesehatan jangka panjang seperti berikut:
- Kadar glukosa yang tinggi dapat merusak pembuluh darah yang meningkatkan risiko terkena penyakit jantung.
- Kadar gula darah tinggi dalam jangka waktu lama mengakibatkan neuropati diabetik yang memengaruhi saraf di seluruh tubuh, menyebabkan mati rasa dan nyeri serta penurunan sensasi.
- Nefropati diabetik (kerusakan ginjal) dapat berkembang menjadi gagal ginjal yang membutuhkan perawatan melalui dialisis atau transplantasi ginjal.
- Retinopati diabetik, komplikasi mata yang dapat mengakibatkan kebutaan atau kehilangan penglihatan.
Pencegahan dan penanganan kadar gula darah tinggi
Pengendalian kadar gula darah tinggi yang efektif membutuhkan perubahan gaya hidup seperti penyesuaian pola makan, aktivitas fisik teratur, dan teknik pengurangan stres.
Olahraga fisik meningkatkan penggunaan glukosa seluler dan nutrisi seimbang mengurangi fluktuasi gula darah yang ekstrem. Anda juga perlu memantau konsumsi karbohidrat dan memilih karbohidrat kompleks daripada gula sederhana untuk menjaga kadar glukosa tetap stabil.
Selain itu, waktu makan yang konsisten juga penting. Mencoba meditasi bersamaan dengan tidur yang cukup dan aktivitas fisik teratur memungkinkan pengendalian aktivitas hormonal yang memengaruhi kadar gula darah.
Jangan lupa minum air yang cukup dan melakukan olahraga ringan untuk mencegah gula darah tinggi.
Itulah tanda awal gula darah tinggi pada anak muda.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News