MOMSMONEY.ID - Cari uang lewat media sosial kini makin digandrungi oleh gen Z. YouTube menjadi platform utama untuk menghasilkan uang, karena memiliki kerangka monetisasi yang beragam dan sudah mapan.
Alec Chillingworth, pengamat media sosial dari Epidemicsound.com, menyebutkan, dalam riset Epidemic Sound terhadap 1.500 kreator yang memonetisasi kontennya, YouTube adalah platform teratas untuk menghasilkan pendapatan yakni sebanyak 28,6%.
TikTok tidak jauh tertinggal dengan 18,3%, diikuti Facebook dengan 16,5%, Instagram dengan 11,8%, dan X/Twitter dengan 6,3%. Instagram dan TikTok berada di urutan berikutnya dengan masing-masing 41%, diikuti Facebook dengan 35%, dan Snapchat dengan 25%.
Baca Juga: Baterai HP Cepat Habis Bisa Jadi Tanda Akun WhatsApp Dicloning atau Disadap
YouTube menyumbang sebagian besar pendapatan kreator, tetapi hal itu tidak berlaku untuk semua orang. Struktur keuangan platform yang berbeda memiliki struktur yang berbeda pula, menawarkan berbagai jalur untuk monetisasi.
Pilihan media sosial dengan pendapatan tertinggi
Berikut beberapa pilihan media sosial dengan pendapatan tertinggi:
1. YouTube
YouTuber melaporkan pendapatan antara US$ 5 dan US$ 15 untuk setiap 1.000 tayangan iklan pada sebuah video. Hal ini sebagian didasarkan pada biaya per seribu tayangan (CPM), yaitu jumlah yang dibayarkan pengiklan kepada situs web atau platform per 1.000 tayangan iklan.
Sebagian YouTuber menghasilkan lebih banyak, sebagian lagi lebih sedikit. Semuanya bergantung pada trafik dan efektivitas video yang didukung iklan, dihitung berdasarkan pendapatan per seribu tayangan (RPM).
Berbagai faktor RPM mencakup industri yang ditargetkan oleh video dan iklan, rasio tonton-tayang dan lokasi pemirsa. RPM juga mempertimbangkan metode monetisasi lain dalam platform, seperti langganan dan Super Chat.
YouTube Shorts juga telah memasuki ranah monetisasi dengan US$ 0,13 per 1.000 penayangan untuk konten berkinerja tinggi. Angka ini jelas lebih rendah daripada pendapatan di saluran utama YouTube.
Tetapi, konten Shorts bergantung pada viralitas dan jumlah penayangan yang tinggi untuk meningkatkan angka tersebut. YouTube membayar lebih dari US$ 100 miliar kepada para kreator antara tahun 2021 dan 2025.
2. Facebook
Monetisasi konten Facebook menghasilkan sekitar US$ 0,10 per 1.000 tayangan yang memenuhi syarat. Model monetisasi lama lebih bergantung pada jenis iklan yang ditayangkan.
Sedangkan, sistem baru berfokus pada keterlibatan, tayangan, dan pemutaran. Kreator Facebook baru yang sudah memiliki audiens di platform lain akan memperoleh penghasilan lebih banyak dengan Creator Fast Track.
Berlaku selama tiga bulan, kreator dapat memperoleh US$ 1.000 per bulan jika mereka memiliki setidaknya 100.000 pengikut di YouTube, Instagram, atau TikTok atau US$ 3.000 per bulan dengan lebih dari satu juta pengikut di salah satu platform tersebut.
Facebook membayar hampir US$ 3 miliar kepada para kreator pada tahun 2025, jadi angka tertinggi sepanjang masa bagi platform tersebut.
3. TikTok
TikTok telah mengonfirmasi bahwa pembayaran didasarkan pada jumlah tayangan yang memenuhi syarat dan RPM (Revenue Per Minute). Pembayaran dengan kerangka monetisasi lama dilaporkan berkisar antara US$ 0,02 hingga US$ 0,04 per 1.000 tayangan.
Baca Juga: Fitur Baru: Edit PDF Kini Langsung dari obrolan WhatsApp
4. Instagram
Instagram tidak membayar kreator untuk tayangan yang didukung iklan, melainkan berfokus pada kemitraan dan konten bersponsor. Influencer dengan 1.000 hingga 10.000 pengikut menghasilkan antara US$ 25 dan US$ 150 per unggahan Instagram bersponsor, menurut Shopify.
5. X/Twitter
X/Twitter membayar per tayangan postingan terverifikasi, artinya pengguna yang membuat tayangan tersebut harus memiliki akun X/Twitter Premium. Pendapatan sekitar US$ 8,50 per juta tayangan terverifikasi.
Demikian cara cari uang lewat media sosial, cocok buat gen Z.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News