M O M S M O N E Y I D
HOME, Keluarga

Beberapa Penyebab Umum dari Perilaku Nakal yang Dilakukan oleh Anak-Anak

Beberapa Penyebab Umum dari Perilaku Nakal yang Dilakukan oleh Anak-Anak
Reporter: Ana Risma  |  Editor: Ana Risma


MOMSMONEY.ID - Saat anak Anda berperilaku nakal, apa yang biasanya Anda pikirkan? Apakah Anda sering berpikir mengapa anak-anak Anda sangatlah nakal dan sulit diatur?

Sebagian besar anak-anak memang lekat dengan perilaku nakal yang rentan menimbulkan frustasi dalam diri orang tua. Akibatnya, tidak jarang para orang tua merasa tak segan memarahi atau merespons dengan kasar perilaku anak mereka yang jauh dari kata tenang. Padahal, perilaku nakal pada anak sering didasari oleh berbagai faktor alami yang terdapat di dalam diri mereka.

Menurut review dari seorang psikolog bernama Dr. Rashmi Prakash, inilah beberapa penyebab umum dari perilaku nakal pada anak-anak:

Baca Juga: Anak Berperilaku Nakal, Ini 7 Tips untuk Membantu Mengatasinya

Proses mengembangkan otak

Saat Anda frustasi dengan perilaku nakal anak Anda, Anda mungkin sering lupa bahwa otak anak kecil masihlah berkembang. Jadi, jika anak Anda tidak mendengarkan peringatan Anda dan mengamuk atau tidak mematuhi Anda, itu mungkin karena area otaknya yang terlibat dengan pengendalian diri belum sepenuhnya berkembang.

Maka dari itu, kesabaran dan upaya yang konsisten sangat diperlukan dari Anda.

Efek fisik

Kelaparan, haus, kurang tidur, atau sakit dapat memengaruhi anak dalam banyak hal dan membuat mereka menjadi mudah tersinggung. Bahkan, kondisi fisik tersebut dapat memberikan efek berlipat ganda pada mereka.

Jadi, saat anak Anda lelah, lapar, atau mengonsumsi terlalu banyak gula, mereka akan cenderung lebih aktif dan bertindak sebagai konsekuensinya.

Anak terlalu banyak bergerak

Memang, sangat penting untuk menjaga tubuh dan pikiran anak Anda tetap aktif. Tetapi, aktivitas anak juga harus diimbangi dengan istirahat yang cukup.

Terkadang, saat anak merasa stres karena stimulasi yang berlebihan (bisa karena bersosialisasi atau aktivitas fisik), perilakunya mungkin akan berubah. Mereka mungkin akan membuat ulah atau menjadi hiperaktif. Sebagai solusinya, keseimbangan yang baik antara aktivitas dan istirahat akan secara perlahan mengurangi perilaku nakal mereka.

Butuh kemandirian

Sebagai orang tua, Anda pasti ingin anak Anda mandiri. Di sisi lain, Anda mungkin merasa kesal ketika anak Anda benar-benar berusaha melakukan sesuatu sendiri.

Kendati demikian, cobalah untuk bersabar ketika anak Anda keras kepala dalam memilih pakaiannya sendiri atau melakukan hal lainnya yang tidak sesuai dengan petunjuk. Pahami bahwa tidak peduli seberapa konyol atau salah keputusan anak, mereka hanya ingin belajar untuk menjadi mandiri.

Emosi yang begitu banyak

Emosi yang kuat seperti ketakutan, kesedihan, atau frustasi dapat memengaruhi anak-anak karena mereka tidak terbiasa dan tidak mengembangkan mekanisme untuk mengatasi emosi seperti itu di usia muda. Maka dari itu, ketika anak Anda kewalahan, mereka mungkin akan marah, berteriak, menangis, atau menjadi sulit diatur. Tergolong wajar, perilaku anak yang demikian adalah cara untuk mengekspresikan bagaimana perasaan mereka.

Jika anak Anda marah, berteriak, atau menangis, Anda harus mendukungnya selama masa-masa tersebut dan mengajari mereka cara menangani emosinya dengan baik. Alih-alih meneriaki anak dalam situasi seperti itu, bicaralah kepada mereka dengan nada lembut dan datar.

Inkonsistensi dalam keluarga

Setiap keluarga tentu harus memiliki aturan dasar tertentu yang harus dipatuhi oleh anak-anak. Jika anak Anda tidak memiliki aturan untuk diikuti atau Anda bersikap lunak terhadap aturan yang telah Anda tetapkan untuk mereka, anak Anda mungkin akan frustasi dan bertindak nakal.

Jadi, konsistenlah saat menetapkan aturan dan harapan untuk anak Anda. Maka, anak akan merespons dan berperilaku lebih baik tatkala mereka tahu apa yang diharapkan darinya.

Suasana hati orang tua

Manusia umumnya dipengaruhi oleh suasana hati orang-orang di sekitarnya. Jadi, jika Anda menunjukkan perilaku negatif atau marah terhadap anak Anda, mereka mungkin akan mencerminkan perilaku yang sama dengan yang Anda lakukan.

Sebaliknya, jika Anda bersikap tenang dan sabar di sekitar mereka, mereka pun akan menunjukkan hal yang sama di sekitar Anda.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Tagihan Listrik Bisa Aman! Ini 9 Cara Hangatkan Kamar Tidur Anda Tanpa Boros

Simak cara menghangatkan kamar tidur tanpa boros listrik, solusi praktis agar tidur tetap hangat dan nyaman saat cuaca dingin.  

Kestabilan Finansial: Ini 10 Kunci Sukses Jutawan yang Jarang Terungkap

Ingin tahu cara jutawan membangun kekayaan? Kuncinya bukan pamer harta, tapi hidup sederhana dan fokus pada aset produktif. Pelajari rahasianya!  

20 Makanan Penurun Tekanan Darah Tinggi Alami yang Dapat Anda Coba Konsumsi

Ini dia beberapa makanan penurun tekanan darah tinggi alami yang dapat Anda coba konsumsi. Intip daftarnya di sini!  

7 Daftar Herbal dan Rempah-Rempah Alami untuk Menurunkan Tekanan Darah Tinggi

Yuk, intip daftar herbal dan rempah-rempah alami untuk menurunkan tekanan darah tinggi berikut ini! 

14 Cara Alami Menurunkan Gula Darah yang Tinggi, Mau Coba?

Mari intip beberapa cara alami menurunkan gula darah yang tinggi berikut ini. Mau coba terapkan?       

Desain Interior 2026: 4 Gaya Ini Justru Bikin Hunian Anda Cepat Usang

Membeli furnitur pekan lalu ternyata belum tentu relevan di 2026. Ada 4 tren desain interior yang diprediksi ditinggalkan agar rumah tak usang.

11 Khasiat Konsumsi Biji Bunga Matahari bagi Kesehatan Tubuh

Intip beberapa khasiat konsumsi biji bunga matahari bagi kesehatan tubuh berikut ini, yuk! Kira-kira apa saja?

8 Khasiat Rutin Konsumsi Jamur untuk Kesehatan Tubuh yang Jarang Diketahui

Intip sejumlah khasiat rutin konsumsi jamur untuk kesehatan tubuh yang jarang diketahui berikut ini. Apa saja, ya?

Laba Bisnis Anda Bohong? EBITDA Ungkap Kekuatan Asli Operasional

Banyak pebisnis mengira laba bersih adalah uang tunai. Waspada, beban non-operasional bisa menekan kas. Kalkulasi EBITDA Anda sangat berpengaruh.

Bukan 50%, Ternyata Ini Batas Aman Cicilan Ideal dari Total Gaji Anda

Punya cicilan tapi gaji pas-pasan? Ketahui batas aman 30% dari total penghasilan Anda agar keuangan tetap sehat. Cek kalkulasi dan strateginya.