M O M S M O N E Y I D
Bugar

Apa yang Terjadi pada Tubuh Jika Rutin Makan Kubis?

Apa yang Terjadi pada Tubuh Jika Rutin Makan Kubis?
Penulis: Rezki Wening Hayuningtyas  |  Editor: Rezki Wening Hayuningtyas


MOMSMONEY.ID - Apa yang terjadi pada tubuh jika rutin makan kubis, ya? Intip pembahasannya di sini!

Kubis adalah sayuran sederhana yang mudah ditemukan di pasar tradisional hingga supermarket. Namun di balik tampilannya yang biasa, kubis menyimpan banyak manfaat luar biasa bagi tubuh.

Sayuran berdaun hijau ini tidak hanya kaya akan vitamin dan mineral, tetapi juga mengandung senyawa aktif yang berperan dalam menjaga kesehatan. Jika Anda rutin mengonsumsi kubis, banyak perubahan positif yang bisa dirasakan tubuh dari dalam.

Baca Juga: Apa yang Terjadi pada Kulit Jika Rutin Konsumsi Biji Chia

Apa yang terjadi pada tubuh jika rutin makan kubis? Melansir laman Verywell Health, inilah yang akan terjadi:

1. Tubuh Mendapat Asupan Gizi Lengkap

Kubis termasuk dalam keluarga sayuran silangan seperti brokoli, kembang kol, dan kubis Brussel. Setiap jenis kubis memiliki kandungan gizi yang sedikit berbeda, namun secara umum kaya akan vitamin C, vitamin K, dan berbagai antioksidan penting.

Vitamin C berfungsi meningkatkan sistem imun, membantu pembentukan kolagen, mempercepat penyembuhan luka, serta melindungi tubuh dari stres oksidatif yang bisa memicu penyakit kronis.

Vitamin K berperan penting dalam pembekuan darah, menjaga kesehatan tulang, dan membuat pembuluh darah tetap elastis. Satu cangkir kubis bahkan dapat memenuhi lebih dari setengah kebutuhan harian vitamin K Anda.

Jika Anda sedang mengonsumsi obat pengencer darah atau memiliki masalah tiroid, sebaiknya konsultasikan lebih dulu dengan tenaga kesehatan sebelum menambah asupan kubis, karena sayuran ini bisa memengaruhi fungsi tiroid dan interaksi obat.

2. Tubuh Mendapat Perlindungan Antioksidan

Kubis mengandung senyawa alami seperti polifenol dan flavonoid yang membantu melawan radikal bebas penyebab penuaan dini dan peradangan. Zat ini mendukung kesehatan sel tubuh dan menurunkan risiko penyakit kronis seperti diabetes, radang sendi, serta gangguan kognitif.

3. Berat Badan Lebih Mudah Terkontrol

Setiap 100 gram kubis menyediakan hampir 10 persen kebutuhan serat harian. Kandungan serat yang tinggi membuat Anda merasa kenyang lebih lama, sehingga mencegah keinginan makan berlebih.

Kubis juga rendah kalori, sehingga cocok dijadikan bagian dari menu diet sehat tanpa takut menambah berat badan.

Baca Juga: Apa yang Terjadi pada Tubuh jika Rutin Minum Jus Delima

4. Kolesterol Jahat Bisa Turun

Kubis mengandung sterol nabati, yaitu zat alami yang dapat menghambat penyerapan kolesterol di usus. Efeknya, kadar kolesterol LDL atau kolesterol jahat dalam darah bisa menurun, yang berarti risiko penyakit jantung ikut berkurang.

5. Pencernaan Lebih Sehat

Serat dalam kubis menjadi makanan bagi bakteri baik di usus. Ini membantu menjaga keseimbangan mikrobioma, memperlancar buang air besar, dan memperkuat lapisan pelindung usus. Selain itu, senyawa nabati seperti fitosterol di dalam kubis juga berperan melindungi saluran pencernaan dari risiko kanker usus besar.

6. Jantung Lebih Terlindungi

Kubis merah kaya akan antosianin, pigmen alami yang membantu menurunkan risiko penyakit jantung. Kubis juga mengandung vitamin B6 dan folat yang berfungsi mengatur kadar homosistein, yaitu senyawa yang bila berlebihan bisa merusak pembuluh darah.

Dengan mengonsumsi kubis secara teratur, jantung Anda akan bekerja lebih baik dan risiko penyakit kardiovaskular dapat berkurang.

Baca Juga: Apa yang Terjadi Apabila Mengonsumsi Ayam Setiap Hari?

7. Tekanan Darah Jadi Lebih Stabil

Kubis mengandung kalium, mineral penting yang berperan menyeimbangkan kadar natrium dalam tubuh. Kalium membantu menjaga tekanan darah tetap stabil dan menurunkan risiko hipertensi maupun stroke.

Karena itu, memasukkan kubis ke dalam pola makan sehari-hari dapat menjadi langkah alami untuk melindungi kesehatan pembuluh darah.

8. Peradangan di Tubuh Berkurang

Senyawa aktif seperti sulforaphane dan kaempferol dalam kubis memiliki efek antiinflamasi. Keduanya membantu mengurangi pembengkakan dan nyeri akibat peradangan kronis, serta menurunkan risiko penyakit jantung, diabetes, dan gangguan sendi.

9. Risiko Diabetes Tipe 2 Menurun

Serat, sterol nabati, dan glukosinolat yang terdapat dalam kubis dapat meningkatkan sensitivitas insulin. Artinya, tubuh lebih mampu mengatur kadar gula darah dengan baik.

Mengonsumsi kubis secara rutin bisa membantu mencegah lonjakan gula darah sekaligus menurunkan risiko berkembangnya diabetes tipe 2.

Baca Juga: Apa yang Terjadi pada Tubuh jika Minum Susu Almond Setiap Hari?

10. Perlindungan dari Risiko Kanker

Ketika kubis dipotong atau dimasak, glukosinolat di dalamnya berubah menjadi senyawa aktif seperti indoles dan isothiocyanates. Kedua senyawa ini telah diteliti memiliki efek perlindungan terhadap pertumbuhan sel kanker di beberapa organ, termasuk usus besar, paru, dan payudara.

Meski penelitian lanjutan pada manusia masih diperlukan, hasil awal menunjukkan potensi besar kubis dalam pencegahan kanker.

Demikianlah ulasan tentang apa yang terjadi pada tubuh jika rutin makan kubis. Kubis merupakan sumber gizi lengkap yang bermanfaat bagi seluruh tubuh.

Dengan rutin mengonsumsinya, Anda dapat menjaga kesehatan jantung, memperkuat daya tahan tubuh, melancarkan pencernaan, dan menstabilkan kadar gula darah. Kubis juga mendukung pengelolaan berat badan dan melindungi dari berbagai penyakit kronis.

Jadikan kubis bagian dari menu harian, baik dalam bentuk tumisan, sup, salad, atau lalapan, untuk mendapatkan manfaat kesehatannya secara maksimal.

Baca Juga: Apa yang Terjadi pada Tubuh Jika Minum Susu Kedelai secara Rutin?

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Kris+ Rayakan Ulang Tahun, Tebar Promo dan Reward

Pengguna Kris+ berkesempatan mendapatkan hingga delapan miles per dolar Singapura, voucher diskon 50%, serta hadiah  selama Oktober 2026.

Rupiah Bertahan di Rp 18.000 atau Tembus Rp 18.200, Ini 5 Indikator Penentu

Analis EBC Financial Group mencermati lima indikator penentu arah rupiah, mulai dari harga minyak, arus modal asing hingga intervensi BI.  

Ini Tip Pengobatan dan Pencegahan Agar Suara Yang Hilang Kembali Bergema

Suara hilang bagi pekerja yang mengandalkan pita suara tentu menjadi persoalan, berikut ini langkah pengobatan dan pencegahannya.

5 Cara Mengatasi Badan Lemas saat Diet agar Tetap Bertenaga Sepanjang Hari

Ingin diet berhasil tanpa tersiksa rasa lemas? Terapkan cara mengatasi badan lemas berikut ini agar tubuh tetap bugar dan berenergi.

Kenali Amylophagia: Ini 5 Dampak Buruk Makan Tepung Terigu Mentah untuk Kesehatan

Ketahui alasan medis mengapa makan tepung terigu dalam kondisi mentah sangat berbahaya bagi saluran pencernaan dan kesehatan secara keseluruhan.

Ada 6 Tokenized Stocks Baru dari Tokocrypto, Cek yuk

Tokenized stocks memberikan eksposur terhadap underlying asset dan bukan merupakan kepemilikan langsung atas saham atau ETF yang mendasarinya.

Rekomendasi Pilihan Obat Influenza Tipe A yang Efektif Percepat Proses Penyembuhan

Kenali berbagai rekomendasi obat influenza tipe A mulai dari antivirus hingga pereda gejala untuk bantu tubuh pulih lebih cepat.

IHSG Berbalik Naik ke 6.036 pada Jumat (2/10), Cek Saham Top Gainers

IHSG pada Jumat ditutup menguat meskipun asing mencatat jual bersih alias net sell Rp 1,17 triliun. 

Update Harga Buyback Emas Hari Ini: UBS Naik, Antam Masih Tertinggi Rp 2.38 Juta

Emas UBS mencatat kenaikan harga buyback paling besar hari ini, sementara Antam turun, tetapi masih yang tertinggi.

Bank Indonesia Kurangi Intervensi Spot, Efektif Menjaga Rupiah?

Bank Indonesia menggeser strategi intervensi di pasar untuk menjaga nilai tukar rupiah terhadap dollar, sekaligus menghemat cadangan devisa.