MOMSMONEY.ID - Cek yuk, 5 jenis renovasi dapur yang terlihat bagus tapi justru bikin harga rumah turun saat dijual, simak penjelasan pakarnya di sini.
Dapur sering disebut sebagai jantung rumah karena hampir semua aktivitas keluarga berpusat di area ini. Tidak heran jika banyak pemilik rumah rela mengeluarkan biaya besar demi merenovasi dapur sebelum menjual properti.
Namun, tidak semua renovasi membawa dampak positif terhadap nilai jual rumah. Justru, beberapa perubahan dapur yang terlalu mengikuti selera pribadi bisa membuat calon pembeli berpikir ulang.
Melansir dari House Beautiful, data pasar properti menunjukkan bahwa renovasi dapur termasuk investasi dengan risiko tinggi jika tidak direncanakan matang.
“Penelitian kami menemukan bahwa renovasi dapur sering kali hanya mengembalikan sekitar Rp8.000 dari setiap Rp16.000 biaya yang dikeluarkan,” ujar pakar tren perumahan Zillow, Amanda Pendelton.
Baca Juga: 3 Dekorasi Alami Ini Membangkitkan Gairah di Awal 2026, Cocok untuk Hunian Modern
Perangkat keras perak yang kurang diminati pasar
Meski perangkat keras berwarna perak terlihat bersih dan modern, faktanya material ini mulai kehilangan daya tarik di mata pembeli rumah. Pegangan kabinet atau keran berbahan nikel satin dinilai kurang hangat dan terasa kaku bagi sebagian orang.
Berdasarkan data pencarian properti, rumah dengan detail ini cenderung lebih jarang disimpan dan dibagikan. Untuk tujuan penjualan, perangkat keras dengan warna netral dan timeless seperti krom atau hitam matte dianggap lebih aman.
Lemari kayu ek bernuansa oranye
Kayu memang tidak pernah benar-benar ketinggalan zaman, tetapi finishing sangat menentukan kesan visualnya. Lemari kayu ek dengan warna oranye sering diasosiasikan dengan rumah lama dan desain era terdahulu.
Banyak calon pembeli menganggapnya perlu diganti, yang berarti biaya tambahan setelah membeli rumah. Inilah alasan mengapa dapur dengan kabinet jenis ini kerap dihargai lebih rendah dibanding dapur dengan lemari berwarna netral atau dicat modern.
Meja dapur batu bernuansa kuning atau oranye
Meja dapur dari batu dengan warna mencolok memang terlihat unik, tetapi tidak selalu praktis. Material seperti onyx dinilai kurang kuat dan membutuhkan perawatan ekstra.
Dari sudut pandang pembeli, ini bisa menjadi tanda potensi masalah di masa depan. Kebanyakan pencari rumah lebih memilih meja dapur yang kokoh, tahan lama, dan mudah dirawat karena dinilai lebih efisien untuk jangka panjang.
Cat dapur kuning yang terlalu personal
Warna cat berani bisa mencerminkan karakter pemilik rumah, tetapi belum tentu cocok untuk pasar luas. Dapur berwarna kuning cerah sering dianggap terlalu mencolok dan sulit dipadukan dengan gaya furnitur lain.
Data pasar menunjukkan bahwa rumah dengan dapur kuning cenderung mendapat penawaran lebih rendah dibanding dapur dengan warna netral. Putih, krem, atau biru tua lebih mudah diterima oleh berbagai segmen pembeli.
Baca Juga: 10 Tren Desain Interior 2026 yang Diprediksi Membuka Gaya Baru Hunian Masa Depan
Meja dapur dari keramik atau laminasi
Keramik dan laminasi sering dipilih karena harganya relatif terjangkau. Sayangnya, kedua material ini sering dipersepsikan sebagai solusi sementara.
Laminasi dianggap kurang tahan lama, sementara keramik dinilai sulit dibersihkan karena banyaknya sambungan. Akibatnya, calon pembeli enggan membayar harga premium untuk rumah dengan meja dapur jenis ini.
Renovasi dapur memang bisa meningkatkan daya tarik rumah, tetapi hanya jika dilakukan dengan strategi yang tepat.
Berdasarkan pengalaman para ahli dan data pasar properti, renovasi yang terlalu personal atau kurang fungsional justru berpotensi menurunkan nilai jual.
Jika tujuan utama Anda adalah menjual rumah, pilihlah desain yang netral, material yang awet, dan tampilan yang mudah diterima banyak orang.
Maka dengan begitu, rumah tidak hanya terlihat menarik, tetapi juga lebih cepat laku dengan harga yang masuk akal.
Selanjutnya: Harga Samsung S25 FE Anjlok Rp 1 Juta, Saatnya Beli Flagship Murah
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News