MOMSMONEY.ID - Bahaya ikan asin mungkin sering diabaikan oleh para pecinta hidangan khas Indonesia ini. Ikan asin memang menjadi salah satu makanan yang banyak digemari oleh masyarakat Indonesia.
Hadir sebagai lauk sederhana namun kaya rasa, menemani nasi hangat dan sambal di meja makan. Ikan ini telah melalui proses pengawetan menggunakan garam dalam jumlah banyak, sehingga bisa bertahan dalam waktu lama dengan kondisi kering.
Baca Juga: Asam Urat Tinggi? Sayuran Murah Ini Kunci Penurunnya, Labu Siam hingga Pare
Meski nikmat dan memiliki manfaat seperti sumber protein dan kalsium, ada bahaya ikan asin yang sesungguhnya mengintai jika mengonsumsinya secara sering.
Kandungan garam yang terlalu tinggi dapat membebani kerja ginjal Anda, memicu tekanan darah tinggi, serta meningkatkan risiko penyakit ginjal kronis.
Rasanya yang gurih memang menggoda, tetapi kesehatan jangka panjang jauh lebih berharga.
Baca Juga: 6 Makanan yang Jika Dikonsumsi Bisa Meningkatkan Risiko Kanker, Hindari ya!
Berikut beberapa bahaya ikan asin untuk kesehatan jika dikonsumsi terlalu sering, sebagaimana dikutip dari www.alodokter.com:
1. Gangguan ginjal
Bahaya kesehatan yang pertama karena sering mengonsumsi ikan asin adalah gangguan ginjal. Menyadari bahwa ginjal bertanggung jawab dalam menyaring kotoran dan kelebihan garam di darah.
Jika kadar garam di tubuh Anda terlalu banyak, maka ginjal akan bekerja lebih keras. Jika hal ini sering terjadi, maka fungsi ginjal akan rusak dan berisiko menderita ginjal kronis.
Baca Juga: 12 Menu Sumber Karbohidrat yang Sehat untuk Dikonsumsi
2. Hipertensi
Ikan asin memang lezat dikonsumsi dengan cara digoreng hingga dimasak balado. Namun, keseringan mengonsumsinya bisa menyebabkan hipertensi. Kenapa?
Karena kandungan natrium atau garam di dalamnya sangat tinggi. Hal ini akan meningkatkan tekanan darah.
3. Kanker lambung
Risiko berbahaya dari sering mengonsumsi ikan asin adalah kanker lambung. Hal ini karena kandungan garam yang berlebih akan merusak lapisan lambung dan memunculkan peradangan. Kondisi ini lama-kelamaan akan menjadi sel kanker.
Baca Juga: Bisa Dimakan Langsung, Manfaat Ubi Yakon Ternyata Jago Kontrol Gula Darah
4. Terkontaminasi
Ikan asin yang diolah dan disimpan dengan cara yang tidak bersih, maka berisiko mengandung bakteri, jamur, hingga bahan kimia yang berdampak buruk bagi kesehatan.
Jika hal tersebut masuk ke dalam tubuh, maka Anda bisa mengalami gejala keracunan, seperti mual, diare, hingga gangguan pada organ tertentu.
Tips mengonsumsi ikan asin yang aman
Lalu, bagaimana cara mengonsumsi ikan asin yang aman? Berikut beberapa tipsnya yang perlu Anda perhatikan:
- Beri batasan dalam mengonsumsi ikan asin. Maksimal 1-2 kali saja dalam seminggu.
- Sebelum dimasak, sebaiknya ikan asin direndam dahulu untuk mengurangi kadar garamnya.
- Pilihlah ikan asin yang bersih, aromanya tidak menyengat, dan warnanya tidak mencolok.
- Masak ikan asin sampai benar-benar matang. Selain itu, hindari mengonsumsi ikan asin yang masih mentah.
- Kombinasikan ikan asin dengan makanan berprotein lainnya. Misalnya telur, tahu, dan tempe.
- Konsumsi ikan asin dengan pendamping sayuran untuk memberikan gizi dan serat.
Oleh karena itu, bijaklah dalam menikmati ikan asin, dan jangan biarkan lidah Anda mengabaikan bahaya ikan asin yang tersembunyi di balik setiap suapan lezatnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News