MOMSMONEY.ID - Siomay ikan sapu-sapu belakangan menjadi perbincangan yang meresahkan di kalangan pecinta kuliner dan pegiat lingkungan.
Di tengah maraknya upaya pemberantasan ikan sapu-sapu yang dikenal sebagai spesies invasif perusak ekosistem perairan Indonesia, ternyata ada sisi gelap yang tak terduga.
Penelitian menunjukkan, ikan sapu-sapu tidak hanya merusak habitat asli ikan lokal, tetapi juga tidak layak dikonsumsi karena mengandung racun dan zat berbahaya.
Baca Juga: 5 Kuliner Unik Jogja: Soto Sampah hingga Kopi Joss dengan Arang Membara, Berani Coba?
Mengapa? karena ikan ini hidup di dasar perairan kotor serta memakan limbah, lumut, dan zat-zat berbahaya yang terakumulasi dalam dagingnya.
Namun, ironisnya, ada oknum tidak bertanggungjawab yang memanfaatkan banyaknya jumlah ikan ini untuk diambil dagingnya dan diolah menjadi siomay murah yang dijual tanpa izin.
Oleh karena itu, mengenali siomay ikan sapu-sapu sejak dari tekstur, warna, hingga aromanya menjadi sangat penting.
Baca Juga: Dari Dapur Rumah, Ibu Ini Kuasai Pasar Kuliner Berkat AI
Berikut ciri-ciri siomay ikan sapu-sapu yang perlu Anda ketahui, dikutip dari sajiansedap.grid.id:
1. Warnanya kusam
Hal pertama bisa Anda lihat dari warna siomaynya. Siomay dengan ikan segar, biasanya berwarna cerah keabu-abuan atau putih bersih.
Namun, jika menggunakan daging ikan sapu-sapu, maka warnanya tampak kusam atau gelap. Jadi, sebaiknya Anda hindari jika mengetahui tanda tersebut.
2. Aroma menyengat
Saat Anda membeli siomay, biasanya diletakkan di dalam panci panas bersama menu lainnya. Saat panci dibuka, Anda akan menghirup aromanya dengan sangat jelas.
Jika siomay menggunakan ikan segar, maka aromanya terasa wangi, ringan, dan gurih. Tapi, jika menggunakan ikan sapu-sapu, aromanya terasa amis dan tajam.
Baca Juga: Wyndham Culinary Journey Tawarkan 10 Kuliner Nusantara nan Menggoda
3. Teksturnya keras
Apa yang membuat Anda suka makan siomay? Ya, selain aromanya yang wangi ikan, rasanya yang gurih, teksturnya juga kenyal. Nikmat sekali dimakan dengan saus kacang.
Namun, jika siomay tersebut menggunakan ikan sapu-sapu, maka teksturnya akan berbeda. Ia akan terasa keras dan liat saat Anda gigit. Jadi, berhati-hati dan kenali tanda ini ya.
4. Harga terlalu murah
Ciri siomay ikan sapu-sapu berikutnya adalah dari segi harga yang terlalu murah. Buat Anda pecinta siomay, pasti paham betul harga siomay di pasaran seperti apa.
Jika Anda menemukan siomay dengan harga jauh lebih murah dari pasaran, maka ini patut dicurigai. Harga murah, maka tak akan jauh-jauh dari kualitas bahan yang digunakan.
Masyarakat wajib waspada, karena siomay ikan sapu-sapu bukan sekadar isu, melainkan ancaman nyata di piring Anda. Mari kenali ciri-cirinya, lindungi keluarga, dan tolak kuliner berbahaya ini sebelum terlambat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News