M O M S M O N E Y I D
Bugar

Wajib Dihindari! Ini 5 Makanan yang Memicu Gejala Parah pada Penderita Autoimun

Wajib Dihindari! Ini 5 Makanan yang Memicu Gejala Parah pada Penderita Autoimun
Penulis: Widya Oktaviana  |  Editor: Widya Oktaviana


MOMSMONEY.ID - Apakah seorang penderita autoimun memiliki makanan pantangan? Ya, ada beberapa makanan tertentu yang tidak seharusnya dikonsumsi untuk mencegah terjadinya peradangan.

Penyakit autoimun adalah kondisi ketika sistem kekebalan tubuh keliru menyerang sel dan jaringan sehat tubuh sendiri, sehingga memicu peradangan kronis serta beragam gejala tergantung organ yang terdampak. 

Bagi penderita autoimun, pengelolaan pola makan bukan sekadar anjuran, melainkan keharusan untuk mencegah lonjakan peradangan yang dapat memperburuk kondisinya. 

Baca Juga: Mengapa Wanita Lebih Rentan Terkena Penyakit Autoimun? Ini Penjelasannya

Penderita autoimun perlu mewaspadai makanan seperti gula olahan, lemak trans, produk susu tinggi laktosa, gluten, serta makanan cepat saji dan minuman bersoda, karena semuanya diketahui dapat memicu peradangan.

Tak ketinggalan, makanan yang mengandung zat aditif, pengawet, dan pemanis buatan juga sebaiknya dihindari, karena dapat mengganggu keseimbangan mikrobiota usus yang sangat penting bagi sistem kekebalan. 

Berikut daftar makanan pantangan bagi penderita autoimun yang perlu Anda ketahui, sebagaimana dikutip dari www.alodokter.com:

Baca Juga: 6 Cara Mencegah Autoimun, Sederhana tapi Bisa Menyelamatkan Anda

1. Susu sapi dan keju

Penderita autoimun dilarang mengonsumsi susu sapi dan keju. Kenapa?

Pada sebagian penderitanya, susu sapi bisa memicu gejala atau gangguan pada pencernaan. Namun, jika tidak ada keluhan, maka susu sapi bisa dikonsumsi.

Selain itu, ada produk turunan susu, yakni keju. Baik itu keju cheddar, mozarella, parmesan, dan cream cheese akan makanan yang mengandung lemak jenuh tinggi. 

Jadi, tidak diperbolehkan untuk dikonsumsi oleh penderita autoimun, karena bisa membuat peradangan semakin parah.

2. Mie instan

Di dalam mie instan terkandung gluten, natrium yang tinggi, serta bahan pengawet. Kandungan-kandungan inilah yang bisa membuat kondisi imun semakin buruk dan meningkatkan risiko peradangan di tubuh.

Baca Juga: Anti Kelaparan! Ini 9 Makanan Rendah Kalori yang Bikin Anda Kenyang Lebih Lama

3. Makanan kaleng

Penderita autoimun sudah seharusnya menghindari makanan yang tinggi garam dan pengawet. Salah satunya adalah makanan kaleng. 

Demi bisa menjaga kualitas makanan di dalamnya, maka pemberian garam dan pengawet haruslah kuat. Oleh karena itu, makanan kaleng tidak disarankan untuk penderita autoimun.

Jika memaksa untuk mengonsumsi makanan ini, maka bisa memicu peradangan dan memberikan beban berat bagi kerja organ tubuh. 

4. Kue manis dan permen

Makanan lainnya yang juga harus dihindari adalah makanan dengan kandungan gula. Misalnya saja kue manis dan permen. 

Kue manis mengandung gula dan lemak yang tinggi. Kedua kandungan inilah yang bisa memicu terjadinya peradangan. Gejala autoimun pun semakin serius, seperti kelelahan, pembengkakan, dan nyeri sendiri.

Begitu juga pada permen yang memiliki kandungan gula tinggi. Gula tersebut akan diserap oleh tubuh dan membuat gula darah melonjak. Kondisi inilah yang meningkatkan peradangan.

Baca Juga: Bebas Batu Ginjal, Ini 5 Makanan Sehat yang Wajib Dikonsumsi untuk Kurangi Risiko

5. Makanan olahan

Penderita autoimun juga sebaiknya menghindari makanan olahan ya. Misalnya saja nugget dan sosis. Di dalamnya terdapat natrium dan lemak jenuh yang tinggi. Tak ketinggalan juga bahan pengawet.

Kesemua kandungan itulah yang akan memunculkan inflamasi kronis dan membuat gejala autoimun semakin serius.

Dengan memahami daftar pantangan ini, penderita autoimun tidak hanya terhindar dari gejala yang memburuk, tetapi juga berkesempatan untuk menjalani hari-hari dengan energi lebih stabil dan peradangan yang lebih terkendali. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Muncul Kasus Pneumonia Berat Diduga Pes Paru di Rusia, Ini Kata WHO

WHO terus memantau kasus kematian seorang petugas laboratorium di Rusia dengan dugaan penyakit pes jenis pneumonik atawa pes paru.

5 Cara Meningkatkan Daya Ingat Anak yang Wajib Orang Tua Terapkan, Bisa Pakai Musik

Supaya daya ingat anak Anda terus meningkat, berikut 5 cara meningkatkan daya ingat anak yang patut Anda coba.

5 Manfaat Rutin Minum Air Kelapa untuk Gula Darah hingga Ginjal, Cek di Sini

Air kelapa tidak hanya menyegarkan, tapi juga kaya manfaat. Berikut 5 manfaat rutin minum air kelapa yang bisa dicatat.

Yakin Menu Diet Anda Aman? Cek Dulu 7 Ciri-Ciri Salad Sehat Ini sebelum Menyesal, yuk

Banyak yang keliru mengira semua sayuran hijau itu aman. Ketahui rahasia meracik salad sehat yang benar-benar ampuh turunkan berat badan.

Inilah Tips Meminta Bantuan AI Untuk Mengurus Isi Dompet Anda

Memanfaatkan kecerdasan buatan atau artificial intellegent (AI) untuk keperluan mengatur keuangan alias perencana keuangan.

Masih Tetap Cerah, Cek Prakiraan Cuaca Sulawesi Selatan Besok Kamis (8/10)

Patut diwaspadai adalah suhu udara masih relatif tinggi. Di beberapa kota diperkirakan akan cukup tinggi.

5 Keterampilan Charlie Munger untuk Meraih Financial Freedom yang Bisa Dicoba

Financial freedom ala Charlie Munger dimulai dari kendali diri, kesabaran, belajar, hidup sesuai kemampuan, dan membangun aset.    

Tak Cuma Skincare, Ini Cara Wardah Melihat Kesehatan Kulit

​Wardah menyoroti sejumlah kebiasaan dan faktor lingkungan yang perlu diperhatikan dalam perawatan kulit jangka panjang.  

Anggapan Vape Menyebabkan Diabetes, Benar atau Hanya Mitos Belaka?

Simak hasil riset mengenai dampak nikotin dan aerosol terhadap lonjakan risiko pradiabetes bagi pengguna rokok elektrik.  

Memahami LPS: Batas Jaminan & Syarat Penting bagi Nasabah Bank

Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menjamin simpanan hingga Rp2 miliar per nasabah per bank dengan syarat tertentu.