MOMSMONEY.ID - Apakah seorang penderita autoimun memiliki makanan pantangan? Ya, ada beberapa makanan tertentu yang tidak seharusnya dikonsumsi untuk mencegah terjadinya peradangan.
Penyakit autoimun adalah kondisi ketika sistem kekebalan tubuh keliru menyerang sel dan jaringan sehat tubuh sendiri, sehingga memicu peradangan kronis serta beragam gejala tergantung organ yang terdampak.
Bagi penderita autoimun, pengelolaan pola makan bukan sekadar anjuran, melainkan keharusan untuk mencegah lonjakan peradangan yang dapat memperburuk kondisinya.
Baca Juga: Mengapa Wanita Lebih Rentan Terkena Penyakit Autoimun? Ini Penjelasannya
Penderita autoimun perlu mewaspadai makanan seperti gula olahan, lemak trans, produk susu tinggi laktosa, gluten, serta makanan cepat saji dan minuman bersoda, karena semuanya diketahui dapat memicu peradangan.
Tak ketinggalan, makanan yang mengandung zat aditif, pengawet, dan pemanis buatan juga sebaiknya dihindari, karena dapat mengganggu keseimbangan mikrobiota usus yang sangat penting bagi sistem kekebalan.
Berikut daftar makanan pantangan bagi penderita autoimun yang perlu Anda ketahui, sebagaimana dikutip dari www.alodokter.com:
Baca Juga: 6 Cara Mencegah Autoimun, Sederhana tapi Bisa Menyelamatkan Anda
1. Susu sapi dan keju
Penderita autoimun dilarang mengonsumsi susu sapi dan keju. Kenapa?
Pada sebagian penderitanya, susu sapi bisa memicu gejala atau gangguan pada pencernaan. Namun, jika tidak ada keluhan, maka susu sapi bisa dikonsumsi.
Selain itu, ada produk turunan susu, yakni keju. Baik itu keju cheddar, mozarella, parmesan, dan cream cheese akan makanan yang mengandung lemak jenuh tinggi.
Jadi, tidak diperbolehkan untuk dikonsumsi oleh penderita autoimun, karena bisa membuat peradangan semakin parah.
2. Mie instan
Di dalam mie instan terkandung gluten, natrium yang tinggi, serta bahan pengawet. Kandungan-kandungan inilah yang bisa membuat kondisi imun semakin buruk dan meningkatkan risiko peradangan di tubuh.
Baca Juga: Anti Kelaparan! Ini 9 Makanan Rendah Kalori yang Bikin Anda Kenyang Lebih Lama
3. Makanan kaleng
Penderita autoimun sudah seharusnya menghindari makanan yang tinggi garam dan pengawet. Salah satunya adalah makanan kaleng.
Demi bisa menjaga kualitas makanan di dalamnya, maka pemberian garam dan pengawet haruslah kuat. Oleh karena itu, makanan kaleng tidak disarankan untuk penderita autoimun.
Jika memaksa untuk mengonsumsi makanan ini, maka bisa memicu peradangan dan memberikan beban berat bagi kerja organ tubuh.
4. Kue manis dan permen
Makanan lainnya yang juga harus dihindari adalah makanan dengan kandungan gula. Misalnya saja kue manis dan permen.
Kue manis mengandung gula dan lemak yang tinggi. Kedua kandungan inilah yang bisa memicu terjadinya peradangan. Gejala autoimun pun semakin serius, seperti kelelahan, pembengkakan, dan nyeri sendiri.
Begitu juga pada permen yang memiliki kandungan gula tinggi. Gula tersebut akan diserap oleh tubuh dan membuat gula darah melonjak. Kondisi inilah yang meningkatkan peradangan.
Baca Juga: Bebas Batu Ginjal, Ini 5 Makanan Sehat yang Wajib Dikonsumsi untuk Kurangi Risiko
5. Makanan olahan
Penderita autoimun juga sebaiknya menghindari makanan olahan ya. Misalnya saja nugget dan sosis. Di dalamnya terdapat natrium dan lemak jenuh yang tinggi. Tak ketinggalan juga bahan pengawet.
Kesemua kandungan itulah yang akan memunculkan inflamasi kronis dan membuat gejala autoimun semakin serius.
Dengan memahami daftar pantangan ini, penderita autoimun tidak hanya terhindar dari gejala yang memburuk, tetapi juga berkesempatan untuk menjalani hari-hari dengan energi lebih stabil dan peradangan yang lebih terkendali.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News