M O M S M O N E Y I D
Bugar

Ini Pentingnya Peran Apoteker Tangani Pasien Gejala Neuropati Perifer

Ini Pentingnya Peran Apoteker Tangani Pasien Gejala Neuropati Perifer
Reporter: Jane Aprilyani  |  Editor: Jane Aprilyani


MOMSMONEY.ID - Jangan pernah remehkan gejala kesemutan, mati rasa, hingga nyeri terbakar terutama pada kaki dan tangan. Bisa jadi anda terkena penyakit neuropati perifer lo. 

Neuropati periferal sendiri disebabkan oleh kerusakan saraf dan jadi salah satu penyakit paling umum pada sistem saraf perifer yang mengendalikan fungsi tubuh, mulai dari sensasi di tangan hingga gerakan otot.

Para pakar farmasi terkemuka di Asia-Pasifik bersama P&G Health meluncurkan pedoman pertama yang dirancang khusus bagi apoteker komunitas untuk mengidentifikasi, menilai, dan menangani pasien neuropati perifer (NP).

Dr. Yolanda R. Robles, Professor Fakultas Farmasi University of the Philippines & President Federation of Asian Pharmaceutical Associations (FAPA), mengatakan, NP merupakan gangguan kesehatan yang banyak ditemui di berbagai wilayah, dan kerap kali memperparah kondisi pasien.

Dia mencatat, prevalensi NP sangat tinggi pada pasien diabetes di Asia Pasifik. Di Filipina (58%), Indonesia (58%), Malaysia (54%), Thailand (34%), Singapura (28%), dan Australia (21%).

"Sebagai tenaga kesehatan yang paling mudah diakses, apoteker diharapkan dapat mengenali gejala NP secara lebih dini, memberikan arahan yang tepat bagi pasien, serta bekerja sama dengan dokter guna meningkatkan kondisi pasien dalam jangka panjang," ucapnya dalam P&G Health Media Roundtable, Kamis (17/4).

Shraddha Vohra, Vice President Personal Health Care Asia Pacific P&G Health Singapore, menyebutkan, apotek menjadi titik awal bagi masyarakat yang mengalami gejala seperti mati rasa, kesemutan, sensasi terbakar, atau rasa tertusuk jarum di tangan dan kaki kerap dikaitkan dengan NP.

Baca Juga: Ini 8 Jenis Kopi yang Paling Sehat untuk Dikonsumsi, Cek yuk!

Menurut perkiraan, hingga 80% kasus NP di Asia-Pasifik belum terdiagnosis. Dengan demikian, apoteker sangat berperan dalam mengenali gejala NP sejak dini, memandu pasien untuk menjalani perawatan yang tepat, serta mencegah gejala penyakit memburuk.

"Pedoman ini dirancang sesuai dengan praktik kerja di apotek, keberagaman bahasa, dan perbedaan regulasi di kawasan, serta dilengkapi perangkat yang mudah diadaptasi secara lokal untuk mempercepat implementasi," kata Shraddha.

Menurut Contributing Author Dr. Apt. Lusy Noviani, Ikatan Apoteker Indonesia (IAI), apoteker di Asia-Pasifik kini tidak hanya menangani pemberian obat, namun juga berperan sebagai garda terdepan dalam deteksi dini dan perawatan proaktif.

Di negara seperti Indonesia misalnya dengan rasio dokter terhadap populasi yang masih terbatas, peran apoteker menjadi sangat penting dalam skrining awal dan mengurangi keterlambatan penanganan NP.

Melalui pedoman ini, apoteker berperan sebagai mitra perawatan proaktif melalui beberapa langkah utama:

  1. Mengenali pasien berisiko sejak dini dengan menggunakan mnemonik baru (MEDIC)
  2. Membedakan nyeri saraf dan nyeri otot
  3. Menggunakan kuesioner skrining sederhana yang tervalidasi di lokasi apotek (misalnya ACT, DN4, NPQ) [8]
  4. Memberikan konseling, mempertimbangkan terapi yang sesuai termasuk vitamin B neurotropik dosis tinggi (B1, B6, B12) bila diperlukan, serta merujuk pasien ke dokter jika ditemukan risiko berbahaya
  5. Melakukan pemantauan dan tindak lanjut untuk mengevaluasi respons, serta menyesuaikan rencana perawatan. 

Di tengah kesibukan layanan apotek, kehadiran alat bantu yang sederhana menjadi penting. MEDIC merupakan mnemonik tentang risiko yang mudah diingat, yakni Medication, Elderly, Diabetes, Infection, dan Chronic.

"Dengan MEDIC, apoteker dapat mengidentifikasi pasien yang sangat berisiko mengalami kerusakan saraf sejak dini, bukan untuk mendiagnosis penyakit, namun menentukan penanganan selanjutnya," jelas Dr. Navin Kumar Loganadan, Contributing Author & Head, Ambulatory Pharmacy & DMTAC (Diabetes Medication Therapy Adherence Clinic) Clinic Malaysia.

Baca Juga: 7 Makanan Diet yang Bikin Kenyang Lebih Lama dan Tidak Gampang Lapar

Grace Chew, Independent Pharmacist & Contributing Author Singapura, menambahkan, dalam banyak kasus, NP baru terdeteksi ketika nyeri saraf sudah parah.

Pedoman ini membantu apoteker mengenali gejala NP secara lebih awal, menggunakan alat skrining yang tepat, dan merujuk pasien secara cepat. Pendekatan preventif tersebut turut memulihkan fungsi saraf dan kemandirian pasien.

Dr. Kenny James P. Merin, Contributing Author & Lyceum, Philippines University – Davao (LPU Davao). mengatakan, pedoman yang dirancang memang ditujukan sebagai panduan praktik sehari-hari di apotek.

Langkahnya jelas: identifikasi risiko, skrining, memberikan konseling, mempertimbangkan vitamin B1, B6, dan B12 dosis terapeutik bila perlu, lalu melakukan tindak lanjut secara konsisten.

Dengan algoritma dan daftar periksa yang terdapat pada pedoman ini, dia menilai apoteker dapat melakukan standardisasi layanan tanpa mengganggu alur kerja.

Banyak pasien marak melakukan swamedikasi (self-medicate) dengan vitamin B dalam dosis yang tidak tepat baik terlalu rendah sehingga tidak efektif, maupun berlebihan yang justru dapat memperburuk gejala saraf. Di sinilah peran apoteker menjadi sangat penting dalam memastikan penggunaan yang tepat.

Vitamin B neurotropik dengan dosis terapeutik ikut berperan dalam penanganan NP secara komprehensif jika diberikan dengan dosis dan durasi yang tepat.

Baca Juga: 6 Rekomedasi Makanan Tinggi Protein yang Murah, Ramah di Kantong

"Pedoman ini menekankan pentingnya evaluasi ulang dalam 3–6 bulan, kewaspadaan terhadap tanda-tanda berbahaya, serta kolaborasi erat dengan dokter," kata Dr. Kitiyot Yotsombut, Contributing Author, Fakultas Farmasi, Chulalongkorn University, Thailand.

Pedoman yang berasal dari konsensus pakar ini akan tersedia bagi apoteker di Asia Pasifik melalui portal baru, P&G Nerve Connect, serta webinar yang dipandu para pakar di Filipina, Indonesia, Malaysia, Thailand, dan Singapura.

"Perubahan perilaku memang tidak mudah. Survei kami di Filipina menunjukkan, apoteker yang mengikuti lima sesi pelatihan atau lebih memiliki pemahaman yang jauh lebih baik tentang dosis vitamin B yang tepat untuk NP," tambah Dr. Yolanda R. Robles.

Dan, P&G Nerve Connect menghadirkan solusi edukasi omnichannel yang mengubah pedoman berbasiskan dokumen menjadi praktik sehari-hari yang aplikatif. 

Shraddha Vohra dari P&G, bilang, P&G Nerve Connect merupakan pusat informasi terpadu untuk kesehatan saraf, menyajikan analisis berdasarkan kasus nyata, serta sarana praktis untuk membantu apoteker meningkatkan interaksi dengan pasien dan mengambil keputusan klinis.

"Apoteker yang menghadapi beban kerja tinggi dapat memanfaatkan berbagai sumber informasi seperti daftar periksa dan video pelatihan, serta berbagi pengalaman tentang kasus penanganan NP untuk memperkaya pembelajaran di kawasan Asia Pasifik," ungkap Shraddha.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Penipuan Daring: Gebrakan Fitur 2FA Resmi jadi Benteng Utama Keamanan Siber

Penggunaan antivirus terkini sanggup memblokir unduhan malware berbahaya. Simak daftar tips pencegahan penipuan daring dalam ulasan ini.​

Lakukan 5 Hal Ini Saat Burnout Melanda, Pekerja Kantoran Wajib Tahu

Sering dialami para pekerja kantor masa kini, berikut ada cara mudah untuk mengatasi burnout secara sehat.

Bukan Sekadar Meracik Kopi, Profesi Barista Kini Punya Peluang Karier Global

​Starbucks menggelar kompetisi barista nasional untuk mengembangkan talenta sekaligus membuka peluang wakil Indonesia bersaing di Asia Pasifik

Terbang Mewah Lebih Hemat dengan Promo Garuda Indonesia x BCA, Ada Diskon Rp 1,8 Juta

Nikmati penerbangan nyaman dan hemat dengan promo Garuda Indonesia x BCA berupa diskon hingga Rp 1,8 juta. Jangan lupa masukkan kode promonya.

Peluang Cuan dari Bisnis Aksesoris, Bloomie Permudah Belanja Grosir di Asemka

​Bloomie memperluas gerainya di Pasar Asemka dengan gedung lima lantai untuk memudahkan pelaku usaha mendapatkan stok produk aksesoris.

Ramalan Shio Hari Ini Rabu 22 Juli 2026: Ayam Paling Beruntung, Kerbau Waspada

Siapa yang beruntung dari karier, keuangan, cinta, dan kesehatan? Simak ramalan shio hari ini Rabu 22 Juli 2026 yang lengkap di sini.

IHSG Masih Bisa Menguat, Cek 4 Rekomendasi Saham Pilihan MNC Sekuritas (22/7)

IHSG diproyeksikan masih berpeluang melanjutkan penguatan pada perdagangan Rabu (22/7/2026).​ Berikut rekomendasi saham dari MNC Sekuritas

Ramalan Zodiak Hari Ini Rabu 22 Juli 2026: Waktunya Keluar dari Zona Nyaman

Cek ramalan zodiak hari ini Rabu 22 Juli 2026, simak prediksi karier, keuangan, asmara, dan kesehatan 12 zodiak selengkapnya.

Harga Emas Antam Melesat Jadi Rp 2.635.000 per gram, Simak Rinciannya per Rabu (22/7)

Harga emas Antam melesat pada hari ini 22 Juli 2026. Harga jual bertambah Rp 34.000, sementara buyback melonjak Rp 54.000.

Bertenaga, IHSG Dibuka Menguat 0,4% ke Level 6.367 (22/7)

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bertenaga. Indeks menguat 0,43% ke level 6.367 pada perdagangan Rabu pagi (22/7), pukul 9:01 WIB.