MOMSMONEY.ID - Operasi bariatrik kini tak hanya dipandang sebagai prosedur untuk menurunkan berat badan, tetapi juga membantu memperbaiki kualitas hidup pasien obesitas dan penyakit penyerta atau komorbid.
Dokter spesialis bedah subspesialis bedah digestif konsultan di RS Premier Bintaro dr. Errawan Wiradisuria, Sp.B, Subsp. BD (K), Mkes, menjelaskan, operasi bariatrik bekerja dengan mengurangi kapasitas lambung sekaligus menekan hormon ghrelin yang memicu rasa lapar.
“Dengan mengurangi kapasitas lambung dan hormon ghrelin ikut berkurang, otomatis makan berkurang dan rasa lapar juga menurun,” ujar dr. Errawan dalam diskusi media Rabu (20/5).
Menurutnya, penurunan berat badan setelah bariatrik harus dilakukan secara bertahap agar tubuh dapat beradaptasi dengan baik. Pasien juga perlu mengubah pola hidup secara menyeluruh, mulai dari menjaga asupan gizi, rutin olahraga, hingga cukup minum air putih.
“Operasi ini akan mengubah lifestyle dan kehidupan pasien. Jadi harus disiplin, termasuk dukungan keluarga dan lingkungan,” katanya.
Baca Juga: Apa Boleh Makan Sebelum Olahraga? Ahli Diet Ungkap 4 Nutrisi Kunci Ini
Ia menambahkan, manfaat bariatrik juga terlihat dari berkurangnya penyakit komorbid seperti diabetes dan hipertensi. Bahkan, beberapa pasien yang sebelumnya rutin menggunakan insulin dapat berhenti mengonsumsi obat setelah kondisi tubuh membaik.
“Diabetes itu diharapkan bisa hilang. Ada pasien yang sebelumnya pakai insulin dan banyak obat, setelah operasi kondisinya jauh membaik,” jelasnya.
Selain kesehatan fisik, bariatrik juga disebut dapat meningkatkan rasa percaya diri pasien. Penurunan berat badan membuat pasien lebih aktif bergerak dan lebih nyaman menjalani aktivitas sehari-hari.
Meski begitu, dr. Errawan menegaskan, operasi bariatrik bukan solusi instan. Pasien tetap harus menjaga pola makan dan menjalani kontrol rutin agar berat badan tidak kembali naik.
“Turun berat badan rata-rata bisa 5 sampai 15 kilogram per bulan, tergantung disiplin pasien menjaga pola hidup,” ujarnya.
Ia menjelaskan, prosedur bariatrik umumnya direkomendasikan bagi pasien dengan indeks massa tubuh (BMI) di atas 35, atau BMI 30 ke atas yang sudah disertai penyakit komorbid seperti diabetes, hipertensi, hingga sleep apnea.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News