M O M S M O N E Y I D
Pendidikan

Siswa Perlu Mendapat Bekal Kemampuan Ini untuk Menentukan Masa Depan Mereka

Siswa Perlu Mendapat Bekal Kemampuan Ini untuk Menentukan Masa Depan Mereka
Reporter: Jane Aprilyani  |  Editor: Jane Aprilyani


MOMSMONEY.ID - Bayangkan anak-anak yang hari ini masih mengenakan seragam sekolah, dua dekade lagi mereka sudah berada di tengah dunia kerja. Ada yang menjadi insinyur, ilmuwan, pengusaha, profesional, hingga pemimpin.

Merekalah generasi yang akan mengisi perjalanan Indonesia ketika negara ini memasuki usia satu abad kemerdekaan pada 2045.

Namun, dunia yang mereka hadapi tidak akan sama dengan dunia kerja saat ini. Perkembangan kecerdasan buatan (AI), otomatisasi, teknologi dan perubahan kebutuhan industri membuat generasi muda perlu memiliki bekal yang lebih dari sekadar nilai akademik.

Dalam visi Indonesia Emas 2045, Indonesia menargetkan diri menjadi negara maju, sejahtera dan berdaya saing global. Untuk mencapainya, kualitas sumber daya manusia menjadi salah satu fondasi penting.

Pendidikan pun dituntut tidak hanya mencetak siswa berprestasi, tetapi juga generasi yang mampu beradaptasi dan menghadapi perubahan.

Laporan Future of Jobs Report 2025 dari World Economic Forum (WEF) menunjukkan gambaran mengenai perubahan dunia kerja hingga 2030.

Laporan yang menghimpun perspektif lebih dari 1.000 perusahaan dengan lebih dari 14 juta pekerja di 55 negara tersebut memperkirakan perubahan struktural akan memengaruhi sekitar 22% pekerjaan hingga 2030.

Baca Juga: Belajar Bisnis Sejak SMA, Ribuan Siswa Sudah Punya Pengalaman Bangun Usaha

Kemampuan berpikir kritis, memecahkan masalah, berkolaborasi, memahami teknologi, berkomunikasi dan belajar secara berkelanjutan menjadi bekal yang semakin penting.

Kepala ACG School Jakarta Myles D’Airelle mengatakan, peran sekolah tidak berhenti pada mempersiapkan siswa menghadapi ujian maupun memasuki perguruan tinggi.

Menurut dia, siswa perlu dibekali kemampuan untuk berpikir secara mandiri, mempertanyakan gagasan, mencari solusi, sekaligus memahami konsekuensi dari setiap keputusan.

"Siswa pergi ke sekolah untuk memperoleh ilmu pengetahuan. Tugas kami sebagai pendidik juga untuk memastikan mereka mampu berpikir mandiri, berani mempertanyakan gagasan, mencari solusi, dan memahami tanggung jawab di balik setiap keputusan," ujarnya dalam keterangan resmi Rabu (26/8).

Kemampuan itu akan menjadi bekal siswa ketika menentukan masa depan sekaligus berkontribusi kepada masyarakat. Pendekatan pendidikan salah satunya diterapkan melalui program pendidikan internasional di ACG School Jakarta.

Sekolah yang berdiri sejak 2004 tersebut menyediakan pendidikan mulai dari prasekolah hingga prauniversitas, dengan standar akademik internasional melalui International Baccalaureate Primary Years Programme (IB PYP), International Baccalaureate Diploma Programme (IBDP), serta kualifikasi Cambridge International.

Proses belajar tidak hanya diarahkan agar siswa memahami materi pelajaran. Mereka juga didorong untuk mengembangkan cara berpikir, mengambil kendali atas proses belajar, dan menghubungkan pengetahuan dengan persoalan nyata.

Baca Juga: Program Sekolah Ini Ubah Kebiasaan Minum Siswa, Ini Faktanya

Lingkungan multikultural menjadi bagian lain dari proses tersebut. Siswa berasal dari berbagai kewarganegaraan dan latar belakang sehingga memiliki kesempatan untuk berkomunikasi, berkolaborasi, sekaligus memahami perspektif yang berbeda.

Hasilnya terlihat dari capaian dua lulusan ACG School Jakarta tahun ini. Zavier meraih 42 poin, sedangkan Devansh memperoleh 43 poin dalam IBDP. Nilai maksimal program tersebut adalah 45.

Sebagai gambaran, berdasarkan data global IB untuk sesi Mei 2025, nilai rata-rata Diploma Programme berada di angka 30,58. Dari 202.103 siswa di seluruh dunia, hanya 4,68% yang memperoleh nilai 40 atau lebih.

Dengan capaian tersebut, Zavier dan Devansh masuk dalam kelompok kecil siswa dengan hasil akademik tinggi secara global. Namun, perjalanan pendidikan keduanya tidak berhenti pada angka tersebut.

Setelah menyelesaikan pendidikan di ACG School Jakarta, Zavier memilih melanjutkan studi Teknik Kimia di Universitas Indonesia. Pilihan tersebut membawanya ke bidang yang memiliki keterkaitan dengan sejumlah sektor strategis, mulai dari industri dan energi hingga keberlanjutan.

Zavier yang juga merupakan penerima beasiswa ACG School Jakarta mengatakan, pengalaman menjalani IBDP tidak hanya membantunya menghadapi tantangan akademik, tetapi juga mengembangkan kemampuan personal.

"IBDP telah memperkuat kemampuan saya dalam menjalani proses belajar yang menantang. Program ini membantu saya mempersiapkan ujian dengan matang dan secara signifikan mengembangkan keterampilan saya dalam menulis karya akademik," kata Zavier.

Baca Juga: 74.000 Pelajar Semarang Terpapar Iklan Rokok, Paling Terdampak Siswa SD

Sementara Devansh memilih melanjutkan studi Teknik Dirgantara di Nanyang Technological University (NTU), Singapura. Berbeda dengan Zavier, Devansh akan mendalami bidang yang lebih spesifik di lingkungan pendidikan internasional. Di luar akademik, ia juga tetap mengembangkan minatnya dalam olahraga dan seni.

Koordinator Diploma IB ACG School Jakarta Kieran Pascoe mengatakan, keseimbangan antara kemampuan akademik dan pengembangan diri menjadi salah satu kekuatan program tersebut.

Menurutnya, siswa didorong untuk berpikir kritis, mengajukan pertanyaan berdasarkan rasa ingin tahu, melakukan refleksi, hingga menganalisis jawaban.

Proses itu diharapkan membuat siswa tidak hanya siap melanjutkan pendidikan, tetapi juga memiliki kemampuan memecahkan persoalan dalam kehidupan sehari-hari.

Sekedar informasi saja, lulusan ACG School Jakarta telah melanjutkan pendidikan ke berbagai perguruan tinggi di Indonesia dan dunia, termasuk universitas yang tergabung dalam Russell Group di Inggris, Ivy League di Amerika Serikat, serta Group of Eight di Australia.

Pada akhirnya, prestasi akademik bukanlah tujuan akhir pendidikan. Nilai tinggi dapat menjadi pintu masuk menuju perguruan tinggi, tetapi kemampuan berpikir kritis, beradaptasi, bekerja sama dan terus belajar akan menjadi bekal yang dibawa siswa lebih jauh.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Trailer dan Poster Film Hasut Dirilis, Sajikan Horor Lewat Suara

Tuta Films merilis trailer dan poster resmi film Hasut yang jadi debut penyutradaraan Ilya Sigma.     

Tanpa 7 Organ Tubuh Ini Ternyata Manusia Masih Bisa Hidup dan Beraktivitas, lo

Beberapa organ tubuh bersifat pendukung. Simak daftar organ tubuh yang membuat manusia tetap bisa bertahan hidup meski tanpa organ tersebut.

Penerapan AI Demi Perluas Pasar bagi UMKM

Penerapan kecerdasan buatan (AI) dalam pemasaran bisa memperluas jangkauan produk besutan dari para UMKM.

Kain Bekas Jadi Alas Bingkai Foto, Ini Ide Dekorasi Rumah yang Penuh Kenangan

Kain bekas bisa diubah menjadi alas bingkai foto unik untuk mempercantik rumah sekaligus menyimpan kenangan lebih bermakna.

5 Area Rumah yang Boleh Berantakan biar Hunian Tetap Rapi dan Tertata

Tidak semua sudut rumah harus selalu rapi. Kenali lima area yang boleh menampung barang agar rumah tetap nyaman dan tertata.

Akad Kredit Rumah: 7 Hal yang Wajib Dicek Sebelum Tanda Tangan KPR

Jangan buru-buru tanda tangan KPR, pahami proses akad kredit rumah, cicilan, tenor, biaya, dan dokumen pentingnya.

Perbedaan Asuransi Berjangka dan Seumur Hidup biar Gak Salah Memilih

Kenali perbedaan asuransi berjangka dan seumur hidup sebelum memilih perlindungan finansial yang sesuai kebutuhan keluarga.

Asuransi Mobil Online Tawarkan Pilihan All Risk dan TLO, Ini Kemudahannya

​Cermati Protect menyediakan pilihan perlindungan all risk dan total loss only (TLO) untuk mobil dengan pengajuan secara online.

Kaya Nutrisi! Ini 7 Manfaat Madu untuk Tumbuh Kembang Si Kecil & Usia Amannya

Ini 7 manfaat madu untuk menjaga daya tahan tubuh dan kesehatan pencernaan anak. Lengkap dengan panduan penting pemberian madu yang aman.

Run & Rise 2026: Saat Ribuan Langkah Berlari untuk Air Bersih Anak Indonesia

Run & Rise 2026 melibatkan lebih dari 1.200 peserta sekaligus mengajak masyarakat ikut mendukung akses air bersih bagi anak-anak.