MOMSMONEY.ID - Dunia kerja terus bergerak. Teknologi digital berkembang semakin cepat, jenis pekerjaan berubah, dan kompetensi yang dibutuhkan industri pun ikut bergeser.
Di tengah perubahan tersebut, generasi muda dituntut tidak hanya mengandalkan bekal akademik, tetapi juga mampu beradaptasi dan terus belajar.
BCA lewat BCA Berbagi Ilmu mengajak mahasiswa mempersiapkan diri untuk menghadapi zaman ke era digital khususnya menjajaki diri memasuki industri kerja.
Direktur BCA Vera Eve Lim menilai, masa depan tidak memiliki satu jalur yang pasti. Berbagai pilihan dan kemungkinan dapat muncul seiring perubahan zaman. Karena itu, kemampuan untuk beradaptasi menjadi salah satu bekal penting bagi generasi muda.
"Apa yang saat ini relevan belum tentu demikian di masa depan. Menjadi future-ready berarti memiliki kemampuan untuk menyiapkan diri menghadapi masa depan yang terus berubah," ucap Vera dalam keterangan resminya, Kamis (20/8).
Di sisi lain, perubahan dunia kerja membuat pendidikan bagi generasi muda tidak lagi cukup hanya berorientasi pada pencapaian akademik. Mahasiswa juga perlu membangun kemampuan yang dapat digunakan ketika mereka mulai memasuki dunia profesional.
Vera mengatakan, dunia saat ini bergerak dengan kecepatan yang belum pernah terbayangkan sebelumnya. Kondisi tersebut membuat generasi muda perlu memiliki kemauan untuk terus mengembangkan kompetensi.
Kemampuan berpikir kritis, berkolaborasi, membangun jejaring, hingga kesediaan untuk terus belajar menjadi bagian penting dalam menghadapi dinamika tersebut.
Dengan kata lain, gelar pendidikan dapat menjadi pintu masuk ke dunia kerja, tetapi kemampuan untuk terus berkembang menjadi modal yang membantu seseorang bertahan dan tumbuh di dalamnya.
Hal ini pula yang ingin didorong BCA melalui program BBI. Program tersebut tidak hanya menjadi ruang berbagi pengetahuan, tetapi juga mempertemukan mahasiswa dengan pengalaman dan perspektif langsung dari para pemimpin di dunia industri.
EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA Hera F. Haryn bilang, kehadiran jajaran direksi BCA dalam kuliah umum diharapkan dapat memberikan wawasan yang lebih luas kepada mahasiswa mengenai dinamika industri, kepemimpinan, transformasi digital, hingga kompetensi yang dibutuhkan di dunia kerja.
"Melalui BCA Berbagi Ilmu, kami ingin menghadirkan pembelajaran langsung dari para pemimpin BCA agar mahasiswa tidak hanya memiliki bekal akademik, tetapi juga memahami kompetensi, karakter, dan pola pikir yang dibutuhkan di dunia kerja," ujar Hera.
Hera menambahkan, BCA terbuka terhadap peluang kerjasama dengan institusi perguruan tinggi. Menurutnya, kolaborasi tersebut dapat memberikan manfaat bagi berbagai pihak sekaligus membantu meningkatkan kualitas generasi berikutnya yang akan segera memasuki dunia kerja.
Kolaborasi antara kampus dan industri juga dapat menjadi jembatan agar pembelajaran yang diperoleh mahasiswa tidak hanya bersifat teoritis. Mahasiswa dapat mengenal lebih dekat perubahan di industri sekaligus memahami kemampuan apa saja yang perlu dipersiapkan sebelum benar-benar terjun ke dunia kerja.
BCA sendiri melihat pengembangan sumber daya manusia sebagai bagian dari agenda keberlanjutan perusahaan. Hera menjelaskan, peningkatan kualitas SDM Indonesia merupakan salah satu langkah penting untuk mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).
"BCA percaya bahwa perkembangan SDM Indonesia merupakan salah satu langkah penting untuk terwujudnya Sustainable Development Goals (SDGs). Program seperti BBI merupakan bukti dari komitmen keberlanjutan Bakti BCA terhadap target tersebut," tutur Hera.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News