MOMSMONEY.ID - Pertumbuhan ekonomi digital membuka semakin banyak peluang kerja bagi generasi muda. Mulai dari kreator konten, afiliator, hingga pelaku usaha berbasis platform digital menjadi profesi yang kian diminati seiring berkembangnya ekosistem digital di Indonesia.
Namun, peluang tersebut perlu diimbangi dengan keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja saat ini.
Karena itu, pengembangan soft skills, literasi keuangan, dan keterampilan vokasi dinilai semakin penting untuk membantu generasi muda lebih siap bekerja maupun berwirausaha.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) 2024 menunjukkan, sekitar 9,58 juta generasi muda atau 21,46% masih masuk kategori Not in Education, Employment, and Training (NEET). Di sisi lain, ekonomi digital Indonesia terus berkembang dan menghadirkan berbagai peluang kerja baru.
Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor mengatakan, transformasi ekonomi digital harus dibarengi dengan kesiapan sumber daya manusia yang mampu beradaptasi dengan perubahan.
Baca Juga: Kesadaran Generasi Muda akan Pentingnya Investasi Meningkat, Bukan Lagi Sekadar Tren
"Transformasi ekonomi digital harus diiringi dengan kesiapan sumber daya manusia yang adaptif, kompeten, dan inklusif," ujarnya dalam keterangan resmi Rabu (3/6).
"Generasi muda perlu mendapatkan akses yang lebih luas terhadap pelatihan, pengembangan keterampilan, dan peluang kerja agar mampu bersaing serta berkembang di dunia kerja yang terus berubah," kata dia.
Menurut Afriansyah, penguatan pelatihan vokasi dan kolaborasi lintas sektor juga diperlukan untuk menciptakan ekosistem ketenagakerjaan yang lebih inklusif dan bebas dari diskriminasi.
Untuk mendukung upaya tersebut, YCAB Foundation bersama Citi Foundation meluncurkan program Anak Muda untuk Dunia Kerja dan Wirausaha Digital yang Inklusif (Andal).
Program ini menyediakan pelatihan vokasi berbasis kompetensi, pengembangan soft skills, literasi finansial, edukasi pencegahan kekerasan dan pelecehan, hingga pelatihan afiliator dan integrasi ke berbagai platform digital.
Baca Juga: Generasi Muda Perlu Melek Investasi, Bisa Mulai dari Reksadana
Chief Operating Officer YCAB Foundation Linda Sukandar menjelaskan, program tersebut dirancang untuk membantu generasi muda lebih siap menghadapi kebutuhan industri saat ini.
"Melalui Program Andal, YCAB Foundation berupaya untuk membantu generasi muda membangun kesiapan kerja melalui pelatihan keterampilan, penguatan soft skills, dan pendampingan yang relevan dengan kebutuhan industri saat ini," kata Linda.
Ia berharap, program tersebut dapat membuka akses dan peluang yang lebih luas bagi generasi muda untuk berkembang di dunia kerja, termasuk bagi perempuan dan penyandang disabilitas.
Hingga Januari 2028, program Andal menargetkan menjangkau 2.500 generasi muda di DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Jawa Tengah. Sekitar 75% pesertanya merupakan perempuan dan 2% penyandang disabilitas.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News