MOMSMONEY.ID - Generasi muda tidak perlu menunggu memiliki gaji besar untuk mulai mempersiapkan masa depan finansial. Bahkan sejak masih menjadi mahasiswa, kebiasaan mengelola uang, membangun aset, dan menyiapkan perlindungan finansial sudah bisa mulai dilakukan.
Di tengah kemudahan transaksi digital, generasi muda juga semakin mudah mengeluarkan uang melalui berbagai layanan keuangan. Karena itu, kemampuan mengelola keuangan menjadi penting agar kemudahan tersebut tidak justru mendorong pengeluaran yang tidak terkontrol.
Ada tiga langkah yang dapat dilakukan generasi muda untuk membangun fondasi finansial sejak dini, yakni hasilkan dan kelola, tumbuhkan, serta lindungi.
Baca Juga: Tips Menghemat Pengeluaran Anak Kos biar Uang Aman sampai Akhir Bulan
Berikut tiga langkah yang dapat dilakukan generasi muda untuk mulai membangun fondasi finansial:
1. Hasilkan dan kelola pendapatan
Langkah pertama adalah meningkatkan kemampuan untuk menghasilkan pendapatan. Bagi generasi muda, hal tersebut dapat dimulai dengan membangun kompetensi, memperluas jaringan atau network, serta menjaga reputasi.
Selain menghasilkan pendapatan, kemampuan mengelola uang juga perlu dibangun sejak dini. Salah satunya dengan memahami perbedaan antara kebutuhan dan keinginan serta mengatur alokasi penghasilan secara bijak.
2. Mulai tumbuhkan aset
Setelah mampu menghasilkan dan mengelola pendapatan, langkah berikutnya adalah mulai membangun aset secara konsisten.
Generasi muda memiliki keuntungan berupa waktu yang panjang untuk mempersiapkan kebutuhan finansial di masa depan. Karena itu, membangun aset tidak harus menunggu memiliki penghasilan besar.
Aset dapat dibangun secara konsisten melalui instrumen yang sesuai dengan kebutuhan dan tujuan keuangan. Dengan memulai lebih awal, generasi muda dapat memanfaatkan waktu dalam mempersiapkan kondisi finansial jangka panjang.
3. Jangan lupa lindungi aset
Membangun dan menumbuhkan aset perlu diikuti dengan perlindungan terhadap risiko yang tidak terduga. Perencanaan keuangan bukan hanya mengenai cara meningkatkan aset, tetapi juga bagaimana menjaga aset dan tujuan keuangan yang telah dibangun.
Salah satu bentuk perlindungan tersebut adalah asuransi. Perlindungan finansial dapat membantu menjaga tujuan keuangan ketika terjadi risiko yang tidak diharapkan.
Selain itu, mahasiswa yang belum memiliki penghasilan tetap juga perlu mempertimbangkan dana darurat karena kebutuhan mendadak dapat muncul kapan saja.
Pemahaman mengenai perencanaan dan perlindungan finansial sejak dini juga dinilai dapat membantu mengurangi potensi beban generasi sandwich di masa depan. Dengan membangun aset dan menyiapkan perlindungan sejak sekarang, generasi muda dapat memiliki fondasi finansial yang lebih kuat untuk memenuhi kebutuhan diri sekaligus menghadapi kebutuhan keluarga di kemudian hari.
Baca Juga: Tips Moms Mengatur Waktu dan Keuangan biar Bisnis Tetap Berjalan
Sejumlah tips tersebut disampaikan dalam kegiatan Smart Financial Day yang digelar Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) di Universitas Airlangga (UNAIR), Surabaya pada Kamis (13/8). Kegiatan yang mengusung tema “Preparing Long-term Assets Now!” tersebut merupakan bagian dari rangkaian Top Agent & Distribution Excellence Awards (TADEA) 2026 dan ditujukan bagi mahasiswa untuk meningkatkan pemahaman mengenai pengelolaan keuangan, pembangunan aset, serta perlindungan finansial sejak masa perkuliahan.
Dalam kegiatan tersebut, AAJI menghadirkan tiga narasumber yakni dr. Tirta Mandira Hudhi, MBA, Atta Alva Wanggai dari AXA Mandiri, dan Rizki Ramdhani dari Prudential Indonesia. Mereka membagikan perspektif mengenai financial mindset, pengelolaan keuangan, pembangunan aset, dana darurat, hingga perlindungan finansial di era digital.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News