MOMSMONEY.ID - Belajar kewirausahaan kini tak lagi sebatas teori di kelas. Sebanyak 1.173 siswa SMA dan SMK dari 45 sekolah di Indonesia mendapat kesempatan membangun bisnis secara langsung melalui program Student Company.
Dalam program tersebut, para pelajar mendirikan 45 perusahaan siswa.
Mereka belajar mengenali kebutuhan pasar, mengembangkan produk, menyusun strategi pemasaran, mengelola keuangan, hingga mempresentasikan ide bisnis kepada pelanggan dan investor.
Dari pengalaman itu, para peserta berhasil membukukan pendapatan kolektif lebih dari Rp 483 juta.
Ketua Pengurus Prestasi Junior Indonesia Pribadi Setiyanto mengatakan, Student Company dirancang untuk memberikan pengalaman nyata kepada siswa, bukan sekadar simulasi bisnis.
"Student Company tidak kami rancang sebagai simulasi bisnis, melainkan sebagai ruang belajar yang mempertemukan pendidikan, dunia usaha, dan mentor profesional agar pelajar memperoleh pengalaman nyata membangun usaha sekaligus mengembangkan karakter, kepemimpinan, dan pola pikir kewirausahaan," ujarnya dalam keterangan resmi, Sabtu (1/8).
Baca Juga: Mengangkut Cuan dari Usaha Jasa Pindahan
Tak hanya belajar berbisnis, para siswa juga ditantang menghadirkan solusi dari berbagai persoalan di sekitar mereka.
Sejumlah inovasi yang lahir di antaranya memanfaatkan pelepah pisang menjadi bioleather, serat daun nanas untuk perlengkapan rumah tangga, hingga tempurung kelapa dan plastik daur ulang yang diolah menjadi produk bernilai tambah.
Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif Irene Umar menilai, pengalaman seperti ini penting untuk menumbuhkan jiwa wirausaha sejak usia sekolah.
"Program seperti Student Company menjadi tempat belajar yang sangat baik bagi generasi muda untuk mencoba, berkolaborasi, menerima masukan, bahkan mengalami kegagalan saat masih muda. Justru dari proses itulah mereka belajar untuk bangkit kembali," kata Irene.
Melalui pengalaman tersebut, siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan tentang bisnis, tetapi juga mengasah kemampuan memecahkan masalah, bekerja sama, berkomunikasi, serta membangun kepercayaan diri sebagai bekal menghadapi dunia kerja maupun menjadi wirausaha di masa depan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News