MOMSMONEY.ID - Sendi bengkak tidak selalu asam urat, bisa juga menandakan penyakit yang lain. Kondisi sendi yang bengkak juga bisa menandakan Hallux Rigidus.
Dr. Jeffrey Levy, dokter bedah ortopedi memaparkan bahwa Hallux rigidus adalah bentuk radang sendi degeneratif yang memengaruhi sendi di pangkal jempol kaki. Seiring waktu, tulang rawan di sendi ini rusak dan menyebabkan nyeri, kaku, dan bengkak.
Kondisi ini umum terjadi pada orang dewasa di atas 30 tahun dan akan memburuk secara perlahan seiring bertambahnya usia. Kondisi sendi bengkak biasanya dikaitkan dengan asam urat.
Dilansir dari Riversideonline.com, asam urat sendiri merupakan radang sendi yang disebabkan oleh penumpukan kristal asam urat di persendian. Serangan asam urat sering terjadi pada pria di atas 40 tahun atau pada orang dengan pola makan tinggi purin.
Baca Juga: Penderita Asam Urat Bisa Diet Keto? Cek Manfaat & Risikonya
Perbandingan gejala asam urat dan hallux rigidus
Dr. Roya Sedghi, dokter spesialis penyakit dalam di Riverside Internal Medicine Williamsburg menjelaskan bahwa kedua kondisi ini sama-sama memengaruhi jempol kaki. Namun, meski keduanya memengaruhi sendi yang sama, gejalanya cukup berbeda.
Pada hallux rigidus, rasa sakit cenderung muncul perlahan dan dimulai pada sendi jempol kaki. Anda mungkin akan merasakan nyeri yang memburuk saat beraktivitas dan membaik saat istirahat.
Sendi akan terasa kaku atau sulit digerakkan dan muncul benjolan di bagian atas jari kaki. Hal tersebut terjadi karena adanya pembengkakan dan taji tulang.
Sebaliknya, asam urat biasanya menyerang secara tiba-tiba dan dengan rasa sakit yang hebat, pembengkakan, dan rasa panas. Area di sekitar sendi akan tampak meregang atau bengkak.
Rasa sakit biasanya membaik setelah beberapa hari tetapi dapat kambuh lagi. Jika gejala muncul atau memburuk dengan makanan atau minuman tertentu, asam urat bisa jadi penyebabnya.
Namun, jika nyeri lebih terkait dengan berjalan atau mengenakan sepatu tertentu maka hallux rigidus jadi penyebabnya.
Pilihan pengobatan untuk hallux rigidus dan asam urat
Kasus hallux rigidus ringan seringkali dapat ditangani tanpa operasi. Sepatu bersol kaku, sisipan serat karbon, dan ortopedi khusus dapat mengurangi rasa sakit dengan membatasi gerakan pada sendi jari kaki.
Obat pereda nyeri yang dijual bebas dan suntikan kortikosteroid ke sendi jari kaki juga dapat membantu mengurangi rasa sakit. Sementara, kompres es dan obat antiinflamasi dapat membantu mengurangi pembengkakan.
Ketika gejalanya semakin parah, tersedia pilihan pembedahan. Pembedahan meliputi pengangkatan taji tulang (cheilectomy), penggabungan sendi (arthrodesis), atau penggantian sendi.
Mengelola asam urat dimulai dengan mengendalikan peradangan selama serangan. NSAID, kortikosteroid, atau obat-obatan seperti Kolkisin sering diresepkan untuk meredakan nyeri dan mengurangi pembengkakan.
Jika asam urat menjadi kronis, Anda akan diresepkan obat untuk menurunkan kadar asam urat dan mencegah serangan di masa mendatang. Penanganan jangka panjang juga mencakup perubahan pola makan dan gaya hidup.
Mengobati kondisi mendasar seperti tekanan darah tinggi atau penyakit ginjal juga dapat mengurangi risiko kambuhnya penyakit asam urat. Pembedahan jarang diperlukan untuk penyakit asam urat.
Baca Juga: Pasien Asam Urat, Makanan Ini Wajib Ada di Piring Setiap Hari
Dalam kasus yang parah dengan kerusakan sendi atau tofi, pembedahan dapat dipertimbangkan. Sekian informasi mengenai perbedaan asam urat dan hallux rigidus.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News