M O M S M O N E Y I D
AturUang

Rupiah Melemah, Ini 4 Barang Yang Sebaiknya Tidak Dibeli Saat Krisis Keuangan

Rupiah Melemah, Ini 4 Barang Yang Sebaiknya Tidak Dibeli Saat Krisis Keuangan
Penulis: Ana Risma  |  Editor: Ana Risma


MOMSMONEY.ID - Krisis keuangan atau resesi ekonomi merupakan masa-masa penuh ketidakpastian yang menuntut setiap orang untuk ekstra ketat dalam mengelola arus kas.

Di tengah situasi sulit ini, prioritas utama dalam alokasi finansial harus dialihkan sepenuhnya untuk memenuhi kebutuhan pokok dasar seperti pangan, tempat tinggal, kesehatan, dan penyediaan dana darurat yang likuid.

Kesalahan terbesar yang sering dilakukan masyarakat saat krisis keuangan adalah terjebak dalam pembelian barang-barang yang mengalami depresiasi nilai secara cepat atau memiliki biaya perawatan berkala yang tinggi.

Baca Juga: Perilaku Anak Buruk? Hindari 3 Metode Ini Saat Mendisiplinkan Mereka

Para penasihat keuangan memperingatkan bahwa untuk menjaga ketahanan dompet, Anda harus mampu membedakan dengan tegas antara keinginan jangka pendek dan kebutuhan mendesak. Hindari membeli barang-barang yang sebenarnya tidak benar-benar Anda butuhkan hanya karena gengsi atau FOMO.

Melansir Forbes Advisor dan Bloomberg Businessweek, ada setidaknya 4 barang yang sebaiknya tidak dibeli saat krisis keuangan melanda. Berikut daftarnya.

1. Kendaraan Bermotor Baru

Barang yang sebaiknya tidak dibeli saat krisis keuangan yang pertama adalah kendaraan bermotor baru.

Membeli mobil atau motor baru di tengah krisis keuangan adalah salah satu keputusan finansial terburuk. Kendaraan adalah aset yang mengalami depresiasi (penurunan nilai) paling agresif. Begitu Anda mengendarainya keluar dari dealer, nilainya langsung merosot 10% sampai 20%.

Jika Anda membelinya secara kredit, Anda akan terikat beban utang cicilan bulanan berbunga tinggi di tengah kondisi pendapatan yang belum tentu stabil. Selain itu, kepemilikan kendaraan baru membawa beban biaya tersembunyi yang sangat menguras dompet, mulai dari pajak tahunan yang mahal, biaya asuransi premium, hingga biaya perawatan berkala di bengkel resmi yang tidak murah.

Apabila Anda memang sangat membutuhkan kendaraan untuk mobilitas kerja, memilih kendaraan bekas yang fungsional dan murah jauh lebih bijaksana.

2. Gadget dan Barang Elektronik Generasi Terbaru

Barang yang sebaiknya tidak dibeli saat krisis keuangan yang kedua adalah gadget dan barang elektronik generasi terbaru.

Produsen teknologi akan selalu merilis smartphone, laptop, atau smartwatch model terbaru setiap tahun dengan iming-iming fitur yang lebih canggih. Namun, melakukan upgrade gadget di saat krisis keuangan adalah langkah yang sangat tidak bijaksana.

Gadget termasuk dalam kategori barang mewah konsumtif yang nilainya akan turun drastis dalam hitungan bulan. Selama gadget atau perangkat elektronik yang Anda miliki saat ini masih berfungsi dengan baik untuk mendukung produktivitas dan pekerjaan harian, menahan diri untuk tidak membeli yang baru adalah pilihan terbaik.

Alihkan dana yang seharusnya digunakan untuk membeli gadget tersebut ke dalam instrumen tabungan konvensional atau emas yang jauh lebih aman dan mudah dicairkan saat kondisi mendesak.

Baca Juga: Anak Main Medsos? Ini 5 Taktik Orang Tua agar Mereka Tetap Aman di Dunia Maya

3. Barang-Barang Berlabel Fast Fashion dan Pakaian Bermerek

Barang yang sebaiknya tidak dibeli saat krisis keuangan yang ketiga adalah barang-barang berlabel fast fashion dan pakaian bermerek.

Mengikuti tren mode atau membeli baju dan sepatu branded hanya demi gengsi sosial harus sepenuhnya dihentikan saat Anda berada dalam pusaran krisis keuangan.

Industri fast fashion dirancang untuk membuat konsumen terus merasa kekurangan pakaian melalui pergantian tren yang sangat cepat. Pakaian mewah atau sepatu mahal tidak memiliki nilai investasi ulang dan sulit untuk dijual kembali dengan harga yang sama jika Anda tiba-tiba membutuhkan uang tunai dalam waktu cepat.

Saat krisis, fokuslah pada perawatan pakaian yang sudah Anda miliki di lemari. Membeli pakaian baru hanya diperbolehkan jika pakaian lama Anda sudah rusak dan tidak bisa dipakai lagi. Itu pun harus memilih produk lokal yang fungsional dan ramah di kantong.

4. Perabot Rumah Tangga dan Dekorasi Estetik Baru

Barang yang sebaiknya tidak dibeli saat krisis keuangan yang keempat adalah perabot rumah tangga dan dekorasi estetik baru.

Keinginan untuk merombak tampilan rumah agar terlihat lebih estetik atau mengikuti tren dekorasi minimalist modern sering kali menjadi jebakan belanja yang halus saat krisis keuangan.

Membeli sofa baru, meja kopi kekinian, tirai mahal, hingga hiasan dinding bukanlah sebuah kebutuhan mendesak yang memengaruhi kelangsungan hidup.

Perabot rumah tangga memiliki likuiditas yang sangat rendah. Artinya, jika Anda mendadak butuh uang tunai cepat, barang-barang dekoratif ini sangat sulit dijual kembali. Dan, jika laku pun harganya akan turun drastis.

Selama furnitur dan peralatan rumah tangga yang Anda miliki saat ini masih kokoh dan berfungsi sebagaimana mestinya, menunda keinginan untuk menata ulang rumah adalah keputusan yang jauh lebih menyelamatkan isi dompet.

Itulah 4 barang yang sebaiknya tidak dibeli saat krisis keuangan. Untuk bertahan di masa krisis keuangan, terapkanlah prinsip budgeting ketat 50/30/20 yang dimodifikasi. Artinya, porsi untuk keinginan (30%) dipangkas habis dan dialihkan untuk menambah pos dana darurat serta membayar utang-utang yang memiliki bunga berjalan.

Selalu tunda setiap keinginan membeli barang non-pokok selama 30 hari. Jika setelah satu bulan Anda merasa barang tersebut tidak mengubah kelangsungan hidup Anda, maka coret barang tersebut dari daftar belanjaan secara permanen. Kesadaran dan kedisiplinan mengontrol pengeluaran hari ini adalah penentu kenyamanan hidup Anda di masa depan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

4 Makanan Penyebab Gigi Kuning yang Perlu Anda Batasi Konsumsinya

Batasi konsumsinya, berikut adalah 4 makanan penyebab gigi kuning yang wajib Anda tahu untuk menjaga warna alami gigi.

Tetap Bisa Makan Enak, Ini 5 Tips Makan Nasi Padang saat Diet Tanpa Rasa Bersalah

Jangan takut gemuk saat makan nasi padang! Begini tips makan nasi padang saat diet untuk mengontrol asupan kalori tanpa perlu mengorbankan rasa.

7 Prinsip Charlie Munger yang Bisa Ubah Cara Berpikir dan Meraih Sukses

Pelajari 7 prinsip Charlie Munger untuk membangun hidup lebih baik lewat kebiasaan belajar, berpikir rasional, dan disiplin.

Dibuka Mulai 25 September, Tiket Dopamine Land Jakarta Sudah Bisa Dibeli

Dopamine Land akan segera hadir di Jakarta dan akan dibuka untuk publik pada 25 September 2026 di Central Park Mall 2  

Cara Hilangkan Noda Makeup di Meja Kamar Mandi yang Gak Bikin Rusak

Noda makeup di meja kamar mandi bisa dibersihkan dengan cara sederhana sesuai jenis material tanpa membuat permukaannya cepat rusak.  

10 Cara Menata Dapur Kecil biar Rapi dan Nyaman Tanpa Renovasi Besar

Dapur kecil bisa terasa lega dan teratur dengan trik sederhana memanfaatkan dinding, sudut kabinet, serta ruang penyimpanan.  

Awas Gaya Hidup! Ini 4 Penyebab Stroke di Usia Muda yang Sering Diabaikan

Kasus stroke pada anak muda makin meningkat akibat pola hidup tidak sehat. Kenali penyebab stroke di usia muda dan gejala awalnya sejak dini.  

Hasil China Masters 2026: Hanya 1 Wakil Indonesia ke Perempat Final

Hasil China Masters 2026 babak 16 besar, Kamis (3/9), hanya satu wakil Indonesia yang maju ke perempat final turnamen BWF Super 750 ini.

Sudah Tayang di Bioskop, Begini Sinopsis Film Munafik: Melawan Iblis

 Film horor Munafik: Melawan Iblis telah tayang di bioskop Indonesia mulai Kamis, 3 September 2026.  

Mau Bleaching Gigi? Ketahui Dulu 4 Efek Samping Bleaching Gigi yang Biasanya Muncul

Berikut adalah 4 efek samping bleaching gigi yang umum terjadi dan perlu Anda antisipasi sebelum menjalani perawatannya.