MOMSMONEY.ID - Krisis keuangan atau resesi ekonomi merupakan masa-masa penuh ketidakpastian yang menuntut setiap orang untuk ekstra ketat dalam mengelola arus kas.
Di tengah situasi sulit ini, prioritas utama dalam alokasi finansial harus dialihkan sepenuhnya untuk memenuhi kebutuhan pokok dasar seperti pangan, tempat tinggal, kesehatan, dan penyediaan dana darurat yang likuid.
Kesalahan terbesar yang sering dilakukan masyarakat saat krisis keuangan adalah terjebak dalam pembelian barang-barang yang mengalami depresiasi nilai secara cepat atau memiliki biaya perawatan berkala yang tinggi.
Baca Juga: Perilaku Anak Buruk? Hindari 3 Metode Ini Saat Mendisiplinkan Mereka
Para penasihat keuangan memperingatkan bahwa untuk menjaga ketahanan dompet, Anda harus mampu membedakan dengan tegas antara keinginan jangka pendek dan kebutuhan mendesak. Hindari membeli barang-barang yang sebenarnya tidak benar-benar Anda butuhkan hanya karena gengsi atau FOMO.
Melansir Forbes Advisor dan Bloomberg Businessweek, ada setidaknya 4 barang yang sebaiknya tidak dibeli saat krisis keuangan melanda. Berikut daftarnya.
1. Kendaraan Bermotor Baru
Barang yang sebaiknya tidak dibeli saat krisis keuangan yang pertama adalah kendaraan bermotor baru.
Membeli mobil atau motor baru di tengah krisis keuangan adalah salah satu keputusan finansial terburuk. Kendaraan adalah aset yang mengalami depresiasi (penurunan nilai) paling agresif. Begitu Anda mengendarainya keluar dari dealer, nilainya langsung merosot 10% sampai 20%.
Jika Anda membelinya secara kredit, Anda akan terikat beban utang cicilan bulanan berbunga tinggi di tengah kondisi pendapatan yang belum tentu stabil. Selain itu, kepemilikan kendaraan baru membawa beban biaya tersembunyi yang sangat menguras dompet, mulai dari pajak tahunan yang mahal, biaya asuransi premium, hingga biaya perawatan berkala di bengkel resmi yang tidak murah.
Apabila Anda memang sangat membutuhkan kendaraan untuk mobilitas kerja, memilih kendaraan bekas yang fungsional dan murah jauh lebih bijaksana.
2. Gadget dan Barang Elektronik Generasi Terbaru
Barang yang sebaiknya tidak dibeli saat krisis keuangan yang kedua adalah gadget dan barang elektronik generasi terbaru.
Produsen teknologi akan selalu merilis smartphone, laptop, atau smartwatch model terbaru setiap tahun dengan iming-iming fitur yang lebih canggih. Namun, melakukan upgrade gadget di saat krisis keuangan adalah langkah yang sangat tidak bijaksana.
Gadget termasuk dalam kategori barang mewah konsumtif yang nilainya akan turun drastis dalam hitungan bulan. Selama gadget atau perangkat elektronik yang Anda miliki saat ini masih berfungsi dengan baik untuk mendukung produktivitas dan pekerjaan harian, menahan diri untuk tidak membeli yang baru adalah pilihan terbaik.
Alihkan dana yang seharusnya digunakan untuk membeli gadget tersebut ke dalam instrumen tabungan konvensional atau emas yang jauh lebih aman dan mudah dicairkan saat kondisi mendesak.
Baca Juga: Anak Main Medsos? Ini 5 Taktik Orang Tua agar Mereka Tetap Aman di Dunia Maya
3. Barang-Barang Berlabel Fast Fashion dan Pakaian Bermerek
Barang yang sebaiknya tidak dibeli saat krisis keuangan yang ketiga adalah barang-barang berlabel fast fashion dan pakaian bermerek.
Mengikuti tren mode atau membeli baju dan sepatu branded hanya demi gengsi sosial harus sepenuhnya dihentikan saat Anda berada dalam pusaran krisis keuangan.
Industri fast fashion dirancang untuk membuat konsumen terus merasa kekurangan pakaian melalui pergantian tren yang sangat cepat. Pakaian mewah atau sepatu mahal tidak memiliki nilai investasi ulang dan sulit untuk dijual kembali dengan harga yang sama jika Anda tiba-tiba membutuhkan uang tunai dalam waktu cepat.
Saat krisis, fokuslah pada perawatan pakaian yang sudah Anda miliki di lemari. Membeli pakaian baru hanya diperbolehkan jika pakaian lama Anda sudah rusak dan tidak bisa dipakai lagi. Itu pun harus memilih produk lokal yang fungsional dan ramah di kantong.
4. Perabot Rumah Tangga dan Dekorasi Estetik Baru
Barang yang sebaiknya tidak dibeli saat krisis keuangan yang keempat adalah perabot rumah tangga dan dekorasi estetik baru.
Keinginan untuk merombak tampilan rumah agar terlihat lebih estetik atau mengikuti tren dekorasi minimalist modern sering kali menjadi jebakan belanja yang halus saat krisis keuangan.
Membeli sofa baru, meja kopi kekinian, tirai mahal, hingga hiasan dinding bukanlah sebuah kebutuhan mendesak yang memengaruhi kelangsungan hidup.
Perabot rumah tangga memiliki likuiditas yang sangat rendah. Artinya, jika Anda mendadak butuh uang tunai cepat, barang-barang dekoratif ini sangat sulit dijual kembali. Dan, jika laku pun harganya akan turun drastis.
Selama furnitur dan peralatan rumah tangga yang Anda miliki saat ini masih kokoh dan berfungsi sebagaimana mestinya, menunda keinginan untuk menata ulang rumah adalah keputusan yang jauh lebih menyelamatkan isi dompet.
Itulah 4 barang yang sebaiknya tidak dibeli saat krisis keuangan. Untuk bertahan di masa krisis keuangan, terapkanlah prinsip budgeting ketat 50/30/20 yang dimodifikasi. Artinya, porsi untuk keinginan (30%) dipangkas habis dan dialihkan untuk menambah pos dana darurat serta membayar utang-utang yang memiliki bunga berjalan.
Selalu tunda setiap keinginan membeli barang non-pokok selama 30 hari. Jika setelah satu bulan Anda merasa barang tersebut tidak mengubah kelangsungan hidup Anda, maka coret barang tersebut dari daftar belanjaan secara permanen. Kesadaran dan kedisiplinan mengontrol pengeluaran hari ini adalah penentu kenyamanan hidup Anda di masa depan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News