MOMSMONEY.ID - Penyakit asam urat diidentikkan dengan radang sendi yang menyerang para lansia. Bagi lansia, nyeri akibat serangan asam urat bisa sangat melemahkan.
Sifat nyeri yang tiba-tiba dan parah dapat menyulitkan mereka untuk bergerak, melakukan aktivitas sehari-hari, dan mempertahankan kemandirian. Nyeri kronis juga dapat menyebabkan penurunan kualitas hidup dan peningkatan risiko depresi dan kecemasan.
Dr. Stanley Angkodjojo, dokter penyakit dalam menjelaskan bahwa ketika asam urat menumpuk dalam darah, maka bisa menyebabkan terbentuknya kristal tajam di persendian.
“Gejala asam urat meliputi rasa panas, nyeri, dan bengkak. Jika tidak diobati, serangan dapat terjadi lebih sering dan intens,” ungkapnya.
Baca Juga: Purin Tinggi Picu Asam Urat? Waspada Makanan Ini agar Tak Menyesal
Dilansir dari Skh.com.sg menjelaskan bahwa faktor-faktor asam urat yang berkontribusi meliputi genetika, berjenis kelamin laki-laki, berusia tua, obesitas, menderita diabetes dan tekanan darah tinggi. Penderita asam urat disarankan untuk makan secukupnya, minum lebih banyak air putih, dan mengurangi minuman manis dan jus.
Kabar baiknya, asam urat dapat dikelola dengan pengobatan, diet, dan olahraga yang tepat.
Komplikasi akibat penyakit penyerta
Banyak lansia penderita asam urat memiliki kondisi kesehatan lain yang mendasarinya. Mulai dari hipertensi, diabetes, atau penyakit ginjal.
Mengelola asam urat bersamaan dengan komorbid ini tentu jadi tantangan. Hal ini dikarenakan beberapa obat asam urat dapat berinteraksi secara negatif dengan pengobatan untuk kondisi lain.
Obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID) yang digunakan untuk mengobati nyeri asam urat dapat memperburuk masalah ginjal atau meningkatkan tekanan darah.
Mobilitas & risiko jatuh pasien asam urat
Asam urat yang parah dapat berdampak signifikan pada mobilitas, terutama jika menyerang sendi penopang berat badan seperti lutut atau pergelangan kaki. Mobilitas yang berkurang dapat meningkatkan risiko jatuh yang sangat berbahaya bagi lansia.
Hal ini memungkinkan patah tulang yang lebih tinggi dan waktu pemulihan yang lebih lama.
Risiko kesehatan lain pada pasien asam urat
Asam urat berhubungan dengan peningkatan risiko penyakit kardiovaskular, mulai dari serangan jantung dan stroke. Mengelola kadar asam urat dan mengurangi serangan asam urat dapat berperan dalam melindungi kesehatan kardiovaskular.
Sifat serangan asam urat yang sering dan tidak dapat diprediksi bisa berdampak buruk pada kualitas hidup lansia. Nyeri kronis, rasa takut akan serangan di masa mendatang, dan kebutuhan akan pengobatan berkelanjutan dapat menciptakan kondisi stres dan kecemasan yang terus-menerus.
Hal ini semakin memperumit pengelolaan kesehatan secara keseluruhan.
Tips mengelola penyakit asam urat pada lansia
Mengelola penyakit asam urat secara efektif membutuhkan strategi yang menggabungkan perawatan medis dan perubahan gaya hidup. Berikut tips mengelola penyakit asam urat secara efektif:
1. Perawatan medis
Dokter sering meresepkan obat-obatan untuk mengurangi kadar asam urat dan mencegah serangan asam urat di masa mendatang. Obat-obatan umum meliputi allopurinol dan febuxostat.
Lalu, ada juga obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID), kortikosteroid, atau kolkisin yang dapat digunakan untuk mengatasi nyeri asam urat akut. Obat-obatan ini harus digunakan dengan hati-hati karena potensi efek samping seperti peningkatan kadar gula darah dan tekanan darah tinggi.
2. Perubahan gaya hidup
Mengurangi asupan makanan kaya purin seperti daging merah dan seafood dapat membantu menurunkan kadar asam urat. Menjaga tubuh tetap terhidrasi juga sangat penting.
Mempertahankan berat badan yang sehat juga dapat mengurangi frekuensi dan keparahan serangan asam urat. Penurunan berat badan melalui diet dan olahraga dapat secara signifikan meningkatkan pengelolaan asam urat.
Olahraga teratur dengan intensitas rendah seperti berjalan kaki, berenang, atau bersepeda dapat meningkatkan fungsi sendi dan kesehatan secara keseluruhan. Olahraga membantu dalam pengelolaan berat badan dan mengurangi risiko kambuhnya penyakit asam urat.
Baca Juga: Asam Urat Sering Kambuh? Lakukan 3 Tips Olahraga Ini untuk Pencegahan
3. Pemantauan & dukungan
Pemantauan kadar asam urat dan fungsi ginjal secara berkala sangat penting untuk mengelola penyakit asam urat secara efektif. Pemeriksaan rutin membantu menyesuaikan pengobatan sesuai kebutuhan.
Keluarga dan penyedia layanan kesehatan memainkan peran penting dalam mendukung individu penderita asam urat. Lingkungan yang mendukung membantu kepatuhan terhadap rencana pengobatan dan perubahan gaya hidup, sehingga meningkatkan hasil secara keseluruhan.
Demikian tips mengelola asam urat pada lansia yang tepat, semoga membantu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News