MOMSMONEY.ID - Pasien asam urat sering kali mengalami kesulitan dalam metabolisme purin. Maka dari itu, mereka disarankan untuk membatasi konsumsi makanan dan minuman tinggi purin.
Dr. Judith Frank, dokter penyakit dalam, menyebutkan, purin adalah molekul yang tersusun dari atom karbon dan nitrogen, molekul ini ditemukan dalam DNA dan RNA sel. Dalam tubuh manusia, purin dapat dibagi menjadi dua kategori yakni purin endogen dan eksogen.
Dilansir dari Arthritis-health.com, sekitar 2/3 purin dalam tubuh bersifat endogen. Purin ini diproduksi oleh tubuh manusia dan ditemukan di dalam sel-selnya.
Baca Juga: Asam Urat Terkontrol: Begini Cara Hidrasi yang Tepat untuk Cegah Kekambuhan
Sel-sel tubuh selalu mengalami pembaruan yang konstan, purin endogen dari sel yang rusak harus diproses oleh tubuh. Sementara itu, purin eksogen yang masuk ke dalam tubuh melalui makanan disebut purin eksogen.
Purin ini dimetabolisme oleh tubuh sebagai bagian dari proses pencernaan. Ketika purin endogen dan eksogen diproses dalam tubuh, keduanya menghasilkan produk sampingan yang disebut asam urat.
Biasanya, sekitar 90% asam urat diserap kembali ke dalam tubuh dan sisanya dikeluarkan melalui urin dan feses.
Hubungan antara purin dan hiperurisemia
Jika jumlah purin dalam tubuh tidak seimbang dengan kemampuan tubuh untuk memprosesnya, asam urat bisa menumpuk dalam aliran darah. Kondisi ini disebut hiperurisemia.
Pada sebagian orang, hiperurisemia bisa menyebabkan batu ginjal atau kondisi peradangan sendi yang disebut asam urat. Banyak orang lain dengan hiperurisemia tidak menunjukkan tanda atau gejala apa pun.
Baca Juga: Penderita Asam Urat Wajib Tahu: Ini 6 Suplemen Kunci Saat Puasa
Tips untuk mengontrol asam urat normal
Untuk mengontrol kadar asam urat normal, batasi konsumsi purin dan beberapa hal lain seperti berikut:
1. Hindari makanan tinggi purin
Makanan yang harus dihindari dalam diet rendah purin meliputi makanan dan minuman manis. Terlebih makanan dan minuman yang dibuat dengan sirup jagung tinggi fruktosa seperti minuman soda.
Selain itu, hindari seafood seperti kerang, ikan teri, dan ikan tuna. Anda juga harus membatasi konsumsi daging merah dan jeroan.
Selanjutnya, hentikan konsumsi alkohol karena bisa menghambat kemampuan tubuh untuk memproses dan menghilangkan asam urat.
2. Konsumsi makanan sehat
Untuk mengelola kadar asam urat normal, Anda bisa mengonsumsi makanan biji-bijian, sayuran dan buah-buahan. Konsumsi sayuran dengan kandungan purin dalam jumlah sedang, seperti kacang polong, asparagus, dan oatmeal.
3. Konsumsi air putih dan minuman sehat
Minum banyak air dapat membantu pencernaan dan menurunkan konsentrasi asam urat dalam darah. Selain itu, kopi dan teh juga aman dikonsumsi karena tidak akan meningkatkan kadar asam urat.
Kabarnya, kopi dapat membantu menurunkan kadar asam urat. Anda juga bisa mengonsumsi jus ceri tanpa pemanis tambahan untuk mencegah asam urat kambuh.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News