MOMSMONEY.ID - Asam urat tinggi menyebabkan nyeri hebat, pembengkakan, dan kemerahan pada persendian atau jaringan lunak. Penyakit asam urat berkembang ketika terlalu banyak asam urat menumpuk di aliran darah.
Dr. Taylor Beahrs, dokter bedah ortopedi, bilang, asam urat akan membentuk kristal mikroskopis yang keluar dari aliran darah dan mengendap di persendian atau jaringan lunak. Kristal-kristal kecil ini seperti butiran pasir di persendian dan menyebabkan peradangan di sendi.
Tubuh akan bereaksi terhadap kristal asam urat seolah-olah itu adalah benda asing atau bakteri. Sel darah putih dan sel-sel akan melawan infeksi yang dikirim ke area tersebut dan mengakibatkan peradangan.
Baca Juga: Buah Ini Bikin Diabetes dan Asam Urat Terkendali, Hidup Lebih Sehat
Serangan asam urat akut dapat berlangsung selama 3 hingga 10 hari.
Apa yang dipengaruhi oleh asam urat?
Dilansir dari Orthoinfo.aaos.org, jaringan yang dapat terpengaruh oleh penyakit asam urat meliputi:
1. Sendi
Asam urat sering kali menyerang sendi jempol kaki. Namun, penyakit ini juga dapat memengaruhi sendi-sendi kecil seperti sendi jari, lutut, bahu, siku, dan pinggul.
2. Bursa
Bursa terletak di seluruh tubuh, kantung tipis dan licin ini hanya berisi sedikit cairan dan berfungsi sebagai bantalan antara tulang dan jaringan lunak. Bursa yang paling sering mengalami peradangan akibat asam urat adalah bursa di ujung tulang siku yang bernama olekranon dan di bagian depan tempurung lutut atau bursa prepatellar.
3. Ginjal
Kadar asam urat yang tinggi dapat menyebabkan batu ginjal dan merusak ginjal. Sekitar 15 dari 100 orang dengan asam urat memiliki risiko 15% mengalami batu ginjal.
Faktor risiko asam urat tinggi
Penyakit asam urat menyerang sekitar 2 dari 100 orang di Amerika Serikat. Ada beberapa faktor yang meningkatkan risiko seseorang terkena asam urat.
Penyebab yang pertama adalah jenis kelamin dan usia. Asam urat lebih umum terjadi pada pria daripada wanita dan menyerang pria pada usia yang lebih muda.
Pria biasanya terkena penyakit asam urat antara usia 30 dan 45 tahun. Sedangkan, wanita biasanya mengalami penyakit asam urat setelah menopause yaitu antara usia 55 dan 70 tahun.
Jika anggota keluarga ada yang pernah menderita asam urat, Anda memiliki risiko lebih tinggi terkena penyakit ini. Kondisi kesehatan tertentu dapat menyebabkan kadar asam urat yang lebih tinggi dalam darah, contohnya penyakit tekanan darah tinggi, diabetes dan penyakit ginjal.
Tes untuk mengetahui penyakit asam urat
Tes darah dapat mengukur kadar asam urat dalam darah. Dokter juga akan memeriksa penanda darah untuk infeksi yang seringkali meningkat selama serangan asam urat.
Untuk membantu mendiagnosis penyakit ini, dokter akan memeriksa kadar asam urat dalam darah untuk melihat detail kadarnya. Selain itu, dokter juga akan menganalisis cairan sinovial.
Selama tes ini cairan sinovial diambil dari sendi yang meradang, ciran sinovial mengelilingi dan melumasi sendi. Ketika Anda menderita asam urat, ada lebih banyak cairan di sendi dan cairan tersebut mengandung sel darah putih.
Cairan tersebut juga akan mengandung kristal asam urat yang dapat dilihat dengan mikroskop khusus. Cairan sinovial juga diperiksa untuk infeksi bakteri yang terkadang hadir saat menderita asam urat.
Baca Juga: Obat Asam Urat Tak Cukup? Cek 4 Rahasia Ini Agar Cepat Sembuh!
Tips mengatasi penyakit asam urat
Lakukan beberapa tips berikut untuk mengontrol kadar asam urat di rumah:
1. Perubahan gaya hidup
Selain mengikuti rencana pengobatan dokter, ada beberapa pilihan yang dapat dilakukan untuk mencegah serangan asam urat dan kerusakan sendi di masa mendatang. Berolahragalah dan perhatikan pola makan untuk menjaga berat badan yang sehat.
Minumlah banyak air untuk membantu membersihkan asam urat dari tubuh Anda. Hindari minuman manis dan jangan menambahkan gula ke minuman dan makanan.
Konsumsilah karbohidrat kompleks dan dapatkan protein dari produk susu rendah lemak, bukan dari daging dan seafood.
2. Pembedahan atau operasi
Serangan asam urat akut dapat diobati dengan obat-obatan dan tidak memerlukan pembedahan. Jika Anda mengalami serangan asam urat akut dan terjadi infeksi bakteri pada sendi, maka dokter akan merekomendasikan pembedahan darurat untuk membersihkan bakteri dari sendi.
Tergantung pada sendi yang terlibat, ini dapat dilakukan dengan prosedur terbuka atau prosedur artroskopik. Penderita radang sendi destruktif yang terkait dengan asam urat kronis dapat dibantu dengan pembedahan.
3. Pengangkatan tofi
Dalam beberapa kasus, nodul atau benjolan asam urat yang besar perlu diangkat karena menimbulkan rasa sakit. Tofi ini juga dapat pecah dan mengeluarkan cairan atau terinfeksi.
Jika asam urat kronis telah menyebabkan kerusakan sendi permanen, sendi-sendi kecil perlu difusi bersama untuk membatasi gerakan dan mengurangi nyeri kronis.
4. Penggantian sendi
Jika asam urat menyebabkan radang sendi stadium akhir pada sendi, penggantian sendi mungkin direkomendasikan oleh dokter. Prosedur ini melibatkan pengangkatan sendi yang nyeri.
Tujuan penggantian sendi adalah untuk meredakan nyeri serta mempertahankan pergerakan sendi.
Itulah penyebab asam urat tinggi, gejala dan cara mengatasinya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News