M O M S M O N E Y I D
Bugar

Vidi Aldiano Meninggal Dunia, Ini Penyebab dan Faktor Risiko Kanker Ginjal

Vidi Aldiano Meninggal Dunia, Ini Penyebab dan Faktor Risiko Kanker Ginjal
Penulis: Rezki Wening Hayuningtyas  |  Editor: Rezki Wening Hayuningtyas


MOMSMONEY.ID - Kanker ginjal penyebab Vidi Aldiano meninggal dunia. Yuk, ketahui penyebab dan faktor risiko kanker ginjal berikut ini.

Kabar duka menyelimuti industri musik Tanah Air. Penyanyi sekaligus penulis lagu Vidi Aldiano dilaporkan meninggal dunia pada Sabtu, 7 Maret 2026, setelah menjalani perjuangan panjang melawan kanker ginjal.

Ia mengembuskan napas terakhir pada usia 35 tahun setelah menjalani berbagai rangkaian perawatan sejak pertama kali didiagnosis penyakit tersebut pada 2019.

Perjalanan penyakit yang dialami Vidi Aldiano juga kembali mengingatkan masyarakat mengenai pentingnya memahami kanker ginjal. Penyakit ini kerap berkembang tanpa tanda yang jelas pada tahap awal sehingga sering baru diketahui ketika sudah memasuki tahap lebih lanjut.

Pada kesempatan kali ini, MomsMoney akan membahas tentang penyebab dan faktor risiko kanker ginjal. Mari simak sampai akhir!

Baca Juga: 10 Tanda-Tanda Masalah Ginjal pada Tubuh yang Penting Diketahui

Penyebab dan Faktor Risiko Kanker Ginjal

Melansir dari laman Mayo Clinic, penyebab pasti sebagian besar kasus kanker ginjal masih belum diketahui secara jelas. Namun, penyakit ini berkaitan dengan perubahan pada materi genetik atau DNA di dalam sel ginjal.

DNA berfungsi sebagai petunjuk yang mengatur bagaimana sel bekerja. Dalam kondisi normal, DNA memberi perintah kepada sel untuk tumbuh, membelah, dan mati pada waktu yang tepat. Proses ini menjaga keseimbangan jumlah sel di dalam tubuh.

Pada sel kanker, terjadi perubahan pada DNA yang membuat instruksi tersebut menjadi tidak normal. Sel kemudian mendapat perintah untuk terus berkembang biak dengan cepat. Selain itu, sel kanker dapat tetap hidup meskipun seharusnya sudah mati seperti sel sehat. Akibatnya, jumlah sel menjadi berlebihan.

Penumpukan sel tersebut kemudian membentuk massa yang disebut tumor. Tumor dapat terus berkembang dan merusak jaringan sehat di sekitarnya. Dalam beberapa kasus, sel kanker juga dapat terlepas dari tumor utama dan menyebar ke bagian tubuh lain. Proses penyebaran ini dikenal sebagai metastasis.

Beberapa faktor diketahui dapat meningkatkan kemungkinan seseorang mengalami kanker ginjal. Faktor ini tidak selalu menjadi penyebab langsung, tetapi dapat memperbesar risikonya.

Baca Juga: Ginjal Bisa Terancam, Ini Efek Minum Air Berlebihan yang Wajib Tahu

Di bawah ini beberapa faktor risiko penyakit ginjal yang penting diketahui:

1. Usia

Risiko kanker ginjal cenderung meningkat seiring bertambahnya usia. Penyakit ini lebih sering ditemukan pada orang yang berusia lebih tua.

2. Kebiasaan merokok

Orang yang merokok memiliki risiko lebih tinggi terkena kanker ginjal dibandingkan dengan mereka yang tidak merokok. Namun, risiko ini dapat menurun jika seseorang berhenti merokok.

3. Obesitas

Kelebihan berat badan juga dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker ginjal. Orang dengan obesitas memiliki kemungkinan lebih besar mengalami penyakit ini dibandingkan mereka yang memiliki berat badan sehat.

4. Tekanan darah tinggi

Hipertensi atau tekanan darah tinggi juga termasuk faktor yang dapat meningkatkan risiko kanker ginjal. Kondisi ini dapat memengaruhi kesehatan pembuluh darah di ginjal dalam jangka panjang.

5. Kondisi genetik tertentu

Beberapa orang terlahir dengan kondisi genetik tertentu yang dapat meningkatkan risiko kanker ginjal. Contohnya penyakit von Hippel Lindau, sindrom Birt Hogg Dube, kompleks sklerosis tuberous, karsinoma sel ginjal papiler herediter, serta kanker ginjal yang terjadi dalam keluarga.

6. Riwayat keluarga

Seseorang yang memiliki anggota keluarga dekat seperti orang tua atau saudara kandung dengan kanker ginjal memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami penyakit yang sama. Hal ini menunjukkan bahwa faktor genetik juga dapat berperan dalam perkembangan kanker ginjal.

Baca Juga: 4 Minuman Tidak Sehat yang Bisa Bikin Ginjal Rusak

Nah, itulah pembahasan tentang penyebab dan faktor risiko kanker ginjal yang penting diketahui. Semoga membantu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Garmin Run 2026 Jadi Ruang Pelari Bertumbuh, dari 5K hingga Half Marathon

​Garmin Run Indonesia 2026 mengajak 8.000 pelari menikmati proses berkembang, dari langkah pertama hingga menuntaskan half marathon.

Mahasiswa Ternyata Bisa Jadi Peneliti Sebelum Lulus, Ini Contohnya

​Belum lulus kuliah, mahasiswi i3L University Bianca Haidi sudah mengembangkan riset di sejumlah negara.

Roemah Koffie Luncurkan Kopi Bercitarasa Fruity dan Juicy Bertajuk Cing Cangkeling

Roemah Koffie meluncurkan premium roasted coffee beans terbaru yang bertajuk Cing Cangkeling, kopi single origin yang berasal dari Mandalagiri. 

Spotify Rilis Pengaturan Baru biar Musik Anak Tak Pengaruhi Rekomendasi Orang Tua

Fitur baru Spotify memungkinkan orang tua menjaga musik anak dan keluarga agar tidak memengaruhi rekomendasi personal mereka.

Promo Alfamidi Ngartis 16-30 September 2026, Beli 1 Gratis 1 Pepsodent Aneka Varian

Cek promo Alfamidi Ngartis periode 16-30 September 2026 untuk belanja Beli 1 Gratis 1 dan Beli 2 Gratis 1.

Vitamin B Complex Punya Efek Luar Biasa: Risiko Gula Darah Turun 11%

Asupan vitamin Complex, khususnya B6 mampu menekan risiko diabetes hingga 11%. Simak aturan konsumsi vitamin B complex yang tepat agar tak keliru.

Pakai Softlens Jangan Asal, Ini Tips dari Pinkrabbit Lens​

Cara merawat dan menggunakan softlens menjadi faktor penting agar tetap nyaman saat dipakai beraktivitas.​

Bahaya Kolesterol Tinggi saat Hamil Picu Preeklamsia, Bumil Wajib Waspada

Pengelolaan kolesterol saat hamil tidak boleh sembarangan. Intip langkah aman dari dokter untuk cegah komplikasi persalinan.

Cukupi Kebutuhan Air Minum, Dehidrasi Berdampak Buruk pada Penyakit Asam Urat

Ginjal menyaring 70% asam urat tubuh, tetapi butuh cukup cairan. Simak jenis minuman terbaik untuk cegah serangan nyeri asam urat Anda.

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Jadi Rp 2.628.000 per Gram, Buyback Melonjak Rp 25.000

Harga emas Antam naik Rp 5.000 menjadi Rp 2.628.000 per gram, sementara buyback melonjak Rp25.000 per gram.