M O M S M O N E Y I D
Bugar

Asam Urat di Tangan Kambuh? Obat Ini Sering Diresepkan tapi Waspada Risikonya

Asam Urat di Tangan Kambuh? Obat Ini Sering Diresepkan tapi Waspada Risikonya
Penulis: Pinky Annisa  |  Editor: Pinky Annisa


MOMSMONEY.ID - Obat asam urat yang diresepkan dokter meliputi obat antiinflamasi, analgesik, dan kortikosteroid. Obat-obatan ini biasanya digunakan pada kasus akut, bisa diminum dalam dosis rendah untuk mencegah kekambuhan di masa mendatang.

Tersedia juga obat lain yang membantu mencegah komplikasi yang disebabkan oleh penyakit ini. Obat-obatan ini mencegah produksi asam urat atau mendorong pengeluaran asam urat.

Flávia Costa, apoteker dari Tuasaude.com, menyebutkan, pengobatan asam urat harus disesuaikan dengan kondisi individu dan berdasarkan tingkat keparahan gejala.

Selain itu, penting juga untuk memperhatikan durasi serangan, area tubuh yang terkena, kontraindikasi, dan pengalaman pengobatan sebelumnya.

Baca Juga: Asam Urat Mengancam: Daftar Makanan Sehari-hari yang Harus Dibatasi Sekarang

Obat asam urat yang paling sering diresepkan dokter

Simak obat-obatan asam urat yang paling sering diresepkan oleh dokter:

1. Obat antiinflamasi nonsteroid

Obat antiinflamasi nonsteroid juga dikenal sebagai NSAID. Obat ini meliputi ibuprofen, naproxen, indomethacin, atau celecoxib dan bisa meredakan gejala asam urat akut. 

Untuk tujuan ini, obat akan diresepkan dalam dosis yang lebih tinggi. Sementara itu, dosis yang lebih rendah dapat diresepkan untuk mencegah kambuh di masa mendatang.

Obat-obatan ini dapat menyebabkan efek samping pada lambung seperti sakit perut, pendarahan, dan tukak lambung apalagi jika dikonsumsi setiap hari. Untuk mengurangi efek ini, obat-obatan tersebut bisa diminum setelah makan. 

Dokter juga dapat meresepkan pelindung lambung untuk diminum setiap hari untuk mengurangi ketidaknyamanan akibat penggunaan NSAID. Penggunaan jangka panjang juga dapat menyebabkan masalah ginjal, peningkatan tekanan darah, masalah jantung, retensi cairan, dan reaksi alergi.

Obat ini harus dihindari oleh orang yang hipersensitif terhadap NSAID atau salisilat. Obat ini juga tidak boleh digunakan oleh wanita hamil, menyusui tanpa saran medis, atau orang yang baru saja menjalani operasi.

2. Kolkisin

Kolkisin adalah obat yang umum diresepkan untuk mengobati dan mencegah serangan asam urat. Obat ini mencegah pengendapan kristal urat di sendi dan dapat mengurangi respons peradangan. 

Obat ini dapat diminum setiap hari untuk mencegah serangan. Sementara itu, dosis yang lebih tinggi diresepkan selama serangan asam urat aktif.

Kolkisin dapat menyebabkan beberapa efek samping seperti diare, mual, dan muntah. Dalam dosis tinggi dapat menyebabkan munculnya ruam kulit, pendarahan saluran pencernaan, dan kelainan pada hati dan ginjal.

Obat ini harus dihindari oleh orang yang alergi terhadap obat ini atau salah satu komponen dalam formulanya. Obat ini tidak boleh dikonsumsi pasien penyakit ginjal, saluran pencernaan, atau hati yang parah.

Selain itu, obat kolkisin ini bisa menyebabkan tukak lambung dan tidak direkomendasikan untuk orang dengan riwayat penyakit jantung. Kolkisin juga harus dihindari selama kehamilan dan menyusui.

3. Kortikosteroid

Dokter dapat meresepkan kortikosteroid seperti tablet prednison atau metilprednisolon injeksi untuk mengurangi nyeri dan peradangan. Obat ini sebagian besar diindikasikan dalam situasi pasien tidak dapat mengonsumsi antiinflamasi lain seperti indometasin atau selekoksib.

Kortikosteroid dapat menyebabkan beberapa efek samping seperti perubahan suasana hati, peningkatan kadar gula darah, dan peningkatan tekanan darah. Obat ini tidak boleh digunakan oleh orang yang hipersensitif terhadap steroid dan komponen lain yang terdapat dalam formula. 

Obat ini juga tidak boleh digunakan oleh orang dengan infeksi jamur sistemik atau infeksi yang tidak terkontrol. Selain itu, kortikosteroid harus digunakan dengan hati-hati oleh orang dengan hipertensi, gagal jantung, osteoporosis, epilepsi, tukak lambung dan duodenum, diabetes, glaukoma, obesitas, atau psikosis. 

Orang dengan kondisi ini sangat penting untuk menggunakan obat ini sesuai dengan petunjuk dokter.

4. Allopurinol

Allopurinol adalah obat yang menghambat produksi asam urat dengan menghambat xantin oksidase, enzim yang mengubah xantin menjadi asam urat. Sehingga, menurunkan kadarnya dalam darah dan mengurangi risiko serangan asam urat.

Allopurinol dapat menyebabkan beberapa reaksi merugikan seperti peningkatan kadar hormon perangsang tiroid dan ruam, penggunaan harus dihentikan dan dievaluasi kembali oleh dokter. Meski jarang terjadi, allopurinol juga dapat menyebabkan muntah, mual, diare, rasa tidak enak badan, sakit kepala, demam, menggigil, darah dalam urin, dan kelelahan.

Obat ini tidak boleh digunakan oleh wanita hamil atau menyusui, dan mengalami alergi terhadapnya.

Baca Juga: Daftar Makanan yang Paling Cepat Picu Asam Urat: Bikin Nyeri Sendi, Cek Daftarnya

5. Probenesid

Probenesid adalah obat yang dapat digunakan untuk menghilangkan kelebihan asam urat dalam urin. Obat ini bekerja dengan meningkatkan konsentrasi asam urat dalam aliran darah.

Beberapa efek samping yang paling umum yang dapat terjadi dengan probenesid adalah sakit perut dan batu ginjal. Obat ini tidak boleh digunakan oleh anak-anak di bawah usia 2 tahun atau oleh orang dengan penyakit hati atau ginjal aktif, diskrasia darah, litiasis urat dan tukak lambung aktif. 

Selain itu, obat ini tidak dianjurkan selama kehamilan dan menyusui tanpa saran medis. Obat lain seperti losartan, fenofibrat, dan statin juga dapat dipertimbangkan oleh dokter. Itulah daftar obat asam urat yang bantu redakan radang sendi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Promo Popeyes Kupon November 2026, Diskon hingga 54% Mulai Rp 5 Ribuan

Sambut bulan baru dengan promo Popeyes Kupon November dengan diskon hingga 54%. Jajan hemat sepanjang bulan dengan beragam menu favorit.

Stevia Murni Selamatkan Gula Darah, Tapi Waspadai Campurannya!

Stevia murni diklaim aman, namun produk pasaran justru memicu lonjakan gula darah. Cek kandungan bahayanya sebelum terlambat.

7 Film Kehidupan Pasca Kiamat, Sajikan Cerita Post Apocalyptic Beragam Genre

Sajikan petualangan seru pasca kehancuran Bumi, simak beberapa rekomendasi film pasca kiamat atau post apocalyptic berikut ini.​  

Kulit Gatal dan Memicu Ruam, Tanda Kolesterol Tinggi Mengintai Tubuh

Kulit gatal dan muncul ruam bukan sekadar iritasi biasa. Penumpukan kolesterol LDL ternyata bisa memicu masalah kulit serius.

Hari Terakhir Promo Burger Bangor, Nikmati Payday Deals & Flashsale Hemat

Jangan lewatkan hari terakhir promo Burger Bangor Payday Deals dan Flashsale Mealtime. Nikmati burger favorit super hemat lewat aplikasi GoFood.

Obat Asam Urat Kolkisin Pemicu Diare, Waspadai Bahaya Dehidrasi!

Obat asam urat kolkisin rentan memicu diare parah. Pahami batas aman penggunaan cairan dan interaksi obat sebelum ginjal Anda terganggu.

Jangan Salah Langkah, Begini Cara Bikin Akun Google Tanpa Gmail!

Mau bikin akun Google tapi ogah pakai Gmail? Simak trik rahasia mendaftarnya agar langsung aktif tanpa kendala.

Bisa Dilakukan di Rumah! 7 Cara Menurunkan Hipertensi agar Tensi Normal Lagi

Tekanan darah tinggi membahayakan kesehatan. Simak cara menurunkan hipertensi di rumah, mulai dari teknik pernapasan hingga diet DASH yang tepat.  

Banyak Digunakan Diet, Simak Manfaat Kesehatan Chia Seed

Berikut ini adalah beberapa daftar manfaat dan fakta menarik tentang chia seed yang tidak banyak diketahui orang.  

Penting untuk Diet! Segini Jumlah Kalori Telur Rebus & Batas Aman Konsumsinya

Sedang jalani program diet? Ketahui jumlah kalori telur rebus per butir, kandungan nutrisinya, hingga batas aman konsumsinya agar diet efektif.