MOMSMONEY.ID - Kiwoom Sekuritas Indonesia menilai risiko koreksi jangka pendek mulai meningkat meski tren naik jangka menengah belum sepenuhnya berubah. Berikut proyeksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan rekomendasi saham hari ini, Senin, 27 Juli 2026 dari Kiwoom Sekuritas.
Pada perdagangan Jumat (24/7), IHSG ditutup melemah 1,88% ke level 6.191 setelah bergerak di rentang 6.159,14-6.268,53. Tekanan jual investor asing masih berlanjut dengan net sell Rp 1,25 triliun di pasar reguler dan Rp 1,36 triliun di seluruh pasar.
Tim Riset Kiwoom menyebutkan, secara teknikal, IHSG membentuk bearish candle dan kembali ditutup di bawah EMA50 di level 6.260, sekaligus menguji area EMA10 di 6.184. Meski demikian, indeks masih bertahan di atas EMA20 di level 6.112 sehingga tren kenaikan jangka menengah dinilai masih terjaga.
Indikator Relative Strength Index (RSI) turun ke level 54,38, mengindikasikan momentum bullish mulai melemah meski masih berada di area netral.
Baca Juga: Asing Melakukan Penjualan Jumbo Rp 1,25 Triliun, Ini Saham Paling Banyak Dilepas
Apabila tekanan jual berlanjut, IHSG berpotensi menguji area support 6.184-6.159, kemudian 6.130 yang merupakan level Fibonacci 38,2%, serta EMA20 di 6.112. Jika level tersebut ditembus, koreksi berpotensi berlanjut menuju 5.931.
Sebaliknya, apabila mampu bangkit, IHSG perlu menembus area 6.260-6.270, kemudian 6.315 sebagai resistance terdekat. Breakout di atas level tersebut berpeluang membuka jalan menuju 6.394.
Kiwoom menyarankan investor untuk wait and see sambil mencermati pergerakan IHSG di sekitar area EMA20. Investor yang telah memperoleh keuntungan disarankan menerapkan trailing stop atau melakukan profit taking secara bertahap apabila tekanan jual berlanjut. Sementara itu, averaging up dapat dipertimbangkan jika IHSG kembali mampu menembus level 6.315 dengan didukung peningkatan volume transaksi.
Kiwoom Sekuritas merekomendasikan empat saham untuk dicermati pada perdagangan hari ini, yakni:
- BREN: Entry buy 3.520-3.630, target harga 4.250-4.460, cut loss 3.360.
- JPFA: Entry buy 2.110-2.150, target harga 2.270-2.350, cut loss 2.030.
- NCKL: Entry buy 840-870, target harga 945-970, cut loss 800.
- RAJA: Entry buy 860-895, target harga 980-1.020, cut loss 835.
Namun perlu diingat, rekomendasi ini bukan ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Sesuaikan keputusan investasi dengan profil risiko masing-masing.
Baca Juga: Rekomendasi Saham Sinarmas Sekuritas Hari Ini: Cermati AKRA, ITMG, dan JPFA (27/7)
Sentimen yang Mempengaruhi IHSG
Dari eksternal, Wall Street ditutup bervariasi pada akhir pekan lalu. Dow Jones menguat 0,46%, S&P 500 naik tipis 0,05% ke rekor tertinggi baru, sedangkan Nasdaq Composite turun 0,64% akibat aksi jual saham-saham teknologi.
Sentimen pasar masih dipengaruhi musim laporan keuangan emiten, prospek kebijakan suku bunga The Fed, serta perkembangan geopolitik di Timur Tengah. Meski harga minyak sempat melemah pada akhir pekan, investor masih mencermati potensi dampaknya terhadap inflasi global.
Data ekonomi Amerika Serikat juga menunjukkan kondisi yang masih solid. Penjualan rumah baru pada Juni 2026 naik 1,6% secara bulanan menjadi 628.000 unit, melampaui ekspektasi pasar, sehingga memperkuat optimisme terhadap ketahanan ekonomi Negeri Paman Sam.
Baca Juga: Cek Saham Pilihan Mirae Sekuritas Hari Ini, Ada ISAT, KLBF, dan UNVR (27/7)
Dari dalam negeri, pemerintah mulai menyiapkan berbagai skenario APBN untuk mengantisipasi kenaikan harga minyak dunia. Pemerintah menegaskan tetap menjaga subsidi energi dan tengah menyusun simulasi berbagai asumsi harga minyak guna mengantisipasi tambahan beban subsidi tanpa mengganggu stabilitas fiskal.
Selain itu, Direktorat Jenderal Pajak (DJP) memperkuat strategi pengamanan penerimaan pajak 2026 melalui pendekatan cooperative compliance bersama 165 wajib pajak besar untuk mendukung pencapaian target penerimaan negara.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News