MOMSMONEY.ID - Investor asing terlihat memangkas kembali kepemilikan di bursa saham Indonesia. Jumat lalu (24/7), asing mencatatkan nilai jual bersih atau net sell Rp 1,25 triliun di pasar reguler.
Reza Diofanda, Technical Analyst BRI Danareka Sekuritas dalam riset paginya menyebutkan, aksi jual asing melanda saham-saham berkapitalisasi pasar besar pada Jumat lalu seiring meningkatnya sentimen risk-off global. Hal ini juga turut memberatkan langkah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), sehingga ditutup turun 1,88% ke level 6.196,43.
Penyebab asing mengurangi kepemilikan di aset berisiko ini dipengaruhi lonjakan harga Brent yang kembali menembus US$ 100 per barel akibat eskalasi konflik di Timur Tengah, serta kebijakan tambahan tarif impor 10% dari Amerika Serikat terhadap produk asal Indonesia.
Berikut saham-saham dengan aksi jual bersih (net sell) terbesar oleh investor asing:
- BMRI: Rp 639,69 miliar
- BUMI: Rp 164,99 miliar
- CUAN: Rp 140,38 miliar
- EMAS: Rp62,05 miliar
- PTRO: Rp 60,66 miliar
Di sisi lain, investor asing masih membukukan pembelian bersih (net buy) pada sejumlah saham, yakni:
- BBRI: Rp 131,15 miliar
- BBCA: Rp 124,07 miliar
- ANTM: Rp 51,14 miliar
- BULL: Rp 46,61 miliar
- BRPT: Rp 26,07 miliar
Sepekan Lalu
Jika melirik sepekan terakhir, investor asing sebenarnya sempat lebih banyak melakukan aksi beli. Namun, derasnya aksi jual pada perdagangan di akhir pekan membuat posisi asing berbalik menjadi net sell Rp 583,5 miliar di pasar reguler.
Saham-saham dengan net sell terbesar selama sepekan adalah:
- BMRI: Rp 862,18 miliar
- ASII: Rp 497,17 miliar
- BBCA: Rp 310,48 miliar
- AMMN: Rp 166,82 miliar
- BUMI: Rp 125,08 miliar
Sementara itu, saham-saham yang masih mencatat net buy terbesar oleh investor asing adalah:
- BRPT: Rp 209,33 miliar
- ANTM: Rp 99,64 miliar
- PTRO: Rp 95,13 miliar
- AKRA: Rp 80,01 miliar
- ADRO: Rp 66,96 miliar
Pergerakan dana asing dapat menjadi salah satu indikator untuk membaca sentimen pasar. Namun, keputusan investasi sebaiknya tidak semata-mata mengikuti aksi beli atau jual investor asing. Tetap pertimbangkan fundamental emiten, valuasi, prospek bisnis, serta profil risiko sebelum mengambil keputusan investasi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News