MOMSMONEY.ID - Sinarmas Sekuritas merekomendasikan tiga saham untuk dicermati pada perdagangan hari ini, 27 Juli 2026. Ketiganya yakni PT AKRA, ITMG, dan JPFA.
Saham PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) direkomendasikan speculative buy dengan target harga 1.490-1.520. Area entry berada di 1.400-1.450, sementara stop loss di 1.340.
Saham PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) juga mendapat rekomendasi speculative buy dengan target harga 25.000-25.750. Investor dapat mempertimbangkan entry pada kisaran 23.700-24.525 dengan stop loss di 23.000.
Sementara itu, saham PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) direkomendasikan speculative buy dengan target harga 2.200-2.250. Area entry berada di 2.060-2.140, sedangkan stop loss di 2.000.
Sentimen Pasar
Rekomendasi saham tersebut bukan ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Pertimbangkan fundamental emiten, valuasi, prospek bisnis, serta profil risiko sebelum mengambil keputusan investasi.
Berikut sentimen global dan domestik yang bisa menjadi pertimbangan investor untuk hari ini.
Dari pasar global, bursa saham Amerika Serikat ditutup bervariasi pada Jumat (24/7). Indeks S&P 500 menguat tipis, Dow Jones naik 0,46%, sedangkan Nasdaq 100 melemah 0,64%.
Pergerakan pasar dipengaruhi oleh kombinasi musim laporan keuangan emiten serta meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah.
Meski harga minyak mentah terkoreksi sekitar 3% ke kisaran US$ 89,3 per barel, levelnya masih relatif tinggi sehingga mendorong kenaikan imbal hasil obligasi dan memperkuat ekspektasi bahwa The Fed masih berpeluang kembali menaikkan suku bunga akibat risiko inflasi dari sektor energi.
Dari dalam negeri, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan Pusat Data Nasional (PFII) akan dikembangkan di Jakarta dan Bali dengan memanfaatkan aset milik Danantara.
Selain itu, Mahkamah Konstitusi mewajibkan operator telekomunikasi menyediakan fitur kuota rollover, sehingga sisa kuota pelanggan tidak lagi hangus.
Akhir pekan lalu (24/7), IHSG ditutup melemah 1,88% ke level 6.196, memperpanjang pelemahan untuk hari ketiga berturut-turut. Meski demikian, IHSG masih mencatatkan kenaikan sekitar 0,34% secara mingguan.
Tekanan terjadi di hampir seluruh sektor, terutama saham siklikal, basic materials, dan energi. Pelemahan IHSG dipicu sentimen negatif global setelah Amerika Serikat mengumumkan tarif impor baru terhadap 60 mitra dagang, termasuk Indonesia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News