MOMSMONEY.ID - Ini 5 tujuan kebebasan finansial orang kaya, mulai dari membeli waktu, membangun aset, pemasukan tambahan hingga melindungi kekayaan.
Kebebasan finansial ternyata bukan cuma soal punya tabungan tebal atau bisa membeli barang mahal. Ada tahapan lain yang sering luput dibahas, yakni bagaimana seseorang membangun suatu aset, mengatur waktu, menciptakan pemasukan tambahan, hingga melindungi kekayaan yang sudah dikumpulkan.
Melansir dari New Trader U, pengamat keuangan asal Amerika Serikat, Steve Burns mengulas lima tujuan kebebasan finansial yang kerap menarik perhatian kalangan dengan kondisi keuangan lebih mapan.
Burns menekankan bahwa kebebasan finansial lebih berkaitan dengan kendali atas pendapatan, waktu dan aset daripada sekadar melihat kekayaan.
Hal seperti ini membuat pengelolaan uang jangka panjang tetap penting, terutama ketika biaya hidup terus berubah.
Baca Juga: 5 Target Kebebasan Finansial yang Bisa Dipersiapkan Untuk Masa Depan Nanti
Membeli kembali waktu
Ketika penghasilan mulai stabil, uang bisa digunakan bukan hanya untuk membeli barang, tetapi juga menghemat waktu.
Contohnya membayar jasa untuk pekerjaan rutin seperti administrasi, kebersihan atau pengiriman. Waktu yang tersisa kemudian dapat digunakan untuk mencari klien, mengembangkan usaha atau meningkatkan kemampuan yang menghasilkan pendapatan.
Namun, cara ini tentu tidak harus dipaksakan. Jika kondisi keuangan masih ketat, mengerjakan sendiri berbagai kebutuhan rumah tangga tetap bisa menjadi pilihan masuk akal.
Penempatan uang pada aset produktif
Tabungan tetap penting untuk kebutuhan darurat dan pengeluaran jangka pendek. Namun, uang yang memang disiapkan untuk jangka panjang dapat memiliki tujuan yang berbeda.
Burns menarik kepemilikan seperti saham, bisnis dan properti sebagai contoh aset yang berpotensi menghasilkan pendapatan atau mengalami pertumbuhan nilai. Meski begitu, tidak ada aset yang bebas risiko. Harga bisa turun, bisnis bisa merugi dan properti membutuhkan biaya perawatan.
Oleh karena itu, membangun aset sebaiknya tetap disertai dana likuid dan pemahaman terhadap risiko.
Membangun pemasukan selain gaji
Gaji merupakan sumber pendapatan utama bagi banyak pekerja. Masalahnya, ketika seluruh kebutuhan keluarga bergantung pada satu pemasukan, kehilangan pekerjaan bisa langsung memberikan tekanan besar.
Salah satu tujuan jangka panjang yang dibahas Burns adalah memiliki sumber pendapatan lain. Bentuknya bisa berupa usaha sampingan, pekerjaan lepas, investasi atau produk yang dapat menghasilkan pemasukan berulang.
Tidak perlu langsung besar. Penghasilan tambahan yang awalnya hanya ratusan ribu rupiah tetap bisa menjadi awal jika dikelola dan dikembangkan secara konsisten.
Baca Juga: Tips Skrining BPJS Kesehatan lewat Mobile JKN, Caranya Mudah Banget
Memanfaatkan utang dengan lebih cermat
Tidak semua utang memiliki dampak yang sama. Cicilan untuk kebutuhan konsumtif perlu dihitung secara hati-hati karena mengambil sebagian pendapatan masa depan.
Burns membahas bagaimana orang dengan kondisi finansial lebih kuat dapat menggunakan pembiayaan untuk mendukung aset atau aktivitas yang berpotensi menghasilkan uang. Namun, utang seperti ini tetap memiliki risiko.
Bunga, cicilan, arus kas dan kemungkinan pendapatan turun harus dihitung sebelum mengambil keputusan. Jangan sampai sesuatu yang disebut aset justru menjadi beban baru.
Melindungi kekayaan yang sudah dibangun
Membangun aset memerlukan waktu, tetapi kehilangan aset bisa terjadi jauh lebih cepat jika tidak ada perlindungan. Ketika kondisi keuangan semakin kuat, perencanaan asuransi, dokumen kepemilikan, pajak dan warisan mulai menjadi bagian penting.
Tidak berarti semua orang harus langsung menyewa banyak profesional. Langkah sederhana seperti merapikan dokumen keuangan dan memahami perlindungan yang dimiliki sudah bisa menjadi awal.
Pada akhirnya, kebebasan finansial tidak harus dimulai dari menjadi kaya. Bagi kamu yang masih membangun kondisi keuangan, tahapnya bisa dimulai dari dana darurat, mengurangi mahal utang, meningkatkan kemampuan menghasilkan uang dan menyisihkan dana untuk aset jangka panjang.
Yang berubah seiring waktu bukan hanya jumlah uang, tetapi juga jumlah pilihan yang dimiliki ketika menghadapi kebutuhan atau masalah finansial.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News