M O M S M O N E Y I D
Santai

Mengenal Badabida, Lulur Ketan Hitam Warisan Perempuan Kaili

Mengenal Badabida, Lulur Ketan Hitam Warisan Perempuan Kaili
Reporter: Danielisa Putriadita  |  Editor: Danielisa Putriadita


MOMSMONEY.ID - Yuk, mengenal badabida yang merupakan lulur ketan hitam. Ketan hitam ternyata biasa dijadikan lulur oleh perempuan di wilayah Sulawesi Tengah. Bagaimana asal usulnya?

Jauh sebelum lulur dan masker tubuh dijual dalam berbagai kemasan modern, perempuan Kaili di Sulawesi Tengah telah menggunakan ketan hitam sebagai bagian dari ritual perawatan menjelang pernikahan.

Lulur tersebut dikenal sebagai badabida. Dalam tradisi nombungu, calon pengantin menjalani rangkaian perawatan tubuh dan wajah menggunakan bahan-bahan alami. Salah satunya adalah ketan hitam yang diolah menjadi lulur atau masker untuk merawat kulit.

“Dulu badabida dipakai calon pengantin. Wajahnya ditutup dengan lulur dari ketan hitam. Itu tradisi lama perempuan Kaili,” ujar Nelam Ayu Kusuma, Pendiri Nelamayu Tradisional di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, dalam keterangan tertulis, Kamis (10/9).

Dahulu, badabida dibuat dalam bentuk bedak atau masker sederhana. Nelam kemudian mengembangkannya menjadi body scrub agar lebih praktis digunakan oleh konsumen saat ini.

Namun, ia tidak ingin badabida hanya dikenal sebagai produk perawatan berbahan alami. Bagi Nelam, cerita tentang perempuan Kaili dan pengetahuan yang diwariskan di dalam keluarga merupakan bagian penting dari produk tersebut.

Baca Juga: Bumil Wajib Catat 5 Kandungan Skincare yang Berbahaya untuk Kandungan

Berawal dari resep sang nenek

Nelam juga menguasai pengetajuan tentang perawatan tradisional bada kumba, bedak dingin berbahan beras dan rempah yang telah lama digunakan di dalam keluarganya.

Resep bada kumba ia peroleh dari neneknya, perawat herbal di kampung pada masa pendudukan Jepang. Ketika obat-obatan sulit diperoleh, sang nenek meracik bedak dari beras, daun basakaling atau kodombuku, kunyit kayu, kencur, dan sejumlah rempah lainnya.

Racikan itu digunakan secara turun-temurun di dalam keluarga untuk merawat kulit bayi dan anak-anak. Nelam kemudian mempelajari kembali bahan dan proses pembuatannya agar pengetahuan tersebut tidak berhenti pada generasinya.

Cerita keluarga itu menjadi dasar berdirinya Nelamayu Tradisional pada 2018. Pada awalnya, produk Nelam lebih banyak digunakan oleh calon pengantin yang masih mengenal tradisi nombungu.

Seiring waktu, produknya mulai menjangkau konsumen yang tertarik pada perawatan tubuh berbahan alami dan tradisi kecantikan dari berbagai daerah di Indonesia.

“Saya ingin produk ini tidak hanya dikenal karena hasilnya di kulit, tetapi juga karena ceritanya. Tentang perempuan, tradisi, kesehatan, dan alam yang saling terhubung,” kata Nelam.

Baca Juga: 6 Langkah Skincare untuk Melindungi Wajah dari Polusi Udara

Membawa tradisi ke pasar modern

Titik penting dalam perkembangan Nelamayu Tradisional terjadi ketika usaha tersebut mengikuti program inkubasi Gampiri Interaksi Lestari pada 2023. Selama enam bulan, Nelam memperoleh pendampingan dalam pengembangan produk, penguatan usaha, pengurusan perizinan, pemasaran, dan akses pasar.

“Pendampingan kami fokus pada hilirisasi berbasis alam. Kami ingin produk seperti Nelamayu Tradisional dapat tumbuh secara ekonomi tanpa kehilangan nilai budaya dan lingkungannya,” ujar Nedya Sinintha Maulaning, perwakilan Gampiri Interaksi Lestari.

Pendampingan tersebut membantu Nelam memahami posisi produknya dalam ketentuan yang berlaku. Produk yang sebelumnya berada di antara perawatan tradisional dan kosmetik modern diarahkan untuk memenuhi persyaratan sesuai klasifikasi dan penggunaannya.

Menggunakan ketan hitam dari petani Sigi

Ketan hitam yang digunakan untuk membuat badabida diperoleh dari petani di Dolo Barat, Kabupaten Sigi. Dalam satu kali pembelian, Nelam dapat menyerap hingga 25 kilogram ketan hitam.

Proses produksinya juga berusaha mengurangi bahan yang terbuang. Dedak hasil penggilingan beras dimanfaatkan sebagai pakan ternak atau disalurkan kembali kepada petani. Abu dari proses sangrai digunakan sebagai abu gosok rumah tangga. Model ini mencerminkan praktik ekonomi sirkular berbasis rumah tangga.

Baca Juga: Jangan Mudah Percaya Klaim Skincare Bayi, Ini Cara Pilih Yang Tepat

Menurut Nedya, inilah bentuk nyata ekonomi restoratif. “Ketika lingkungan dijaga, sumber daya alam dimanfaatkan secara bijak, dan masyarakat lokal terlibat langsung, maka pemulihan ekonomi terjadi secara alami. Pendapatan meningkat, budaya tetap hidup, dan alam tidak dieksploitasi,” katanya.

Sebagai asosiasi pemerintah kabupaten, Lingkar Temu Kabupaten Lestari (LTKL) memiliki visi mewujudkan kemandirian kabupaten melalui model ekonomi restoratif.

LTKL mendukung proses yang dijalankan Gampiri sebagai bagian dari upaya kolektif memperkuat ekosistem ekonomi lokal, membangun resiliensi, dan mendorong terwujudnya visi kabupaten lestari di masa depan. 

Bagi Nelam, membawa badabida ke pasar yang lebih luas bukan berarti mengubahnya menjadi sekadar produk kecantikan. Ia ingin konsumen juga mengenal cerita perempuan Kaili yang hidup di dalamnya.

Dari resep yang dahulu diwariskan seorang nenek di dalam keluarga, badabida dan bada kumba kini menemukan jalan menuju generasi baru.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Beli 2 Pizza Cuma Bayar Setengah Harga? Serbu Promo Pizza Hut Rabu & Kamis Diskon 50%

Nikmati diskon hingga 50% untuk pembelian 2 Regular Pizza favorit lewat promo Pizza Hut khusus hari Rabu dan Kamis saja.

Mengenal Badabida, Lulur Ketan Hitam Warisan Perempuan Kaili

Dahulu, badabida dibuat dalam bentuk bedak atau masker. Nelamayu Traditional kemudian mengembangkannya menjadi body scrub agar lebih praktis.​

iPhone Duo Bawa Chip A20 Pro dengan Neural Engine 32-core, Dayanya Tembus 44 Jam

Layar lipat nano-texture dan engsel 100 komponen siap mendominasi. Simak keunggulan iPhone Duo sebelum kamu memutuskan membeli.

5 Gunung Erupsi, Cek Sebaran Abu Vulkanik Letusannya Pagi Ini

Gunung Anak Krakatau dan empat gunung lainnya erupsi. Cek daerah potensi terkena sebaran abu vulkanik pada Kamis (10/9) pagi ini.

Bukan Cuma Lihat Angka, Ini Manfaat Teknologi CGM bagi Pasien Diabetes

​LinX Continuous Glucose Monitoring System resmi diluncurkan di Indonesia untuk mendukung pemantauan glukosa secara berkelanjutan.

Cek Ide Trading Hari Ini (10/9) dari MNC Sekuritas, Ada BIPI, HMSP, TINS, dan PTBA

MNC Sekuritas membagikan sejumlah rekomendasi saham untuk perdagangan hari ini Kamis (10/9/2026). Simak ulasannya berikut ini.

Harga Emas dan Buyback Antam Hari Ini (10/9) Berbalik Naik Setelah Kemarin Turun

Harga emas Antam naik Rp 15.000 menjadi Rp 2.625.000 per gram setelah turun pada perdagangan Rabu (9/9).

BNI Sekuritas Bagikan 6 Rekomendasi Saham untuk Perdagangan Kamis (10/9)

IHSG berpotensi sideways cenderung menguat hari ini Kamis (10/9). Cek rekomendasi saham dari BNI Sekuritas untuk hari ini.

Masih Lanjut! 14 Promo 9.9 Kuliner Favorit yang Masih Berlaku, Ada PHD hingga HokBen

Jangan khawatir ketinggalan berburu makanan murah! Cek daftar promo 9.9 kuliner favorit dari PHD hingga HokBen yang masih berlaku hari ini.

7 Jenis Minyak Goreng untuk Diet yang Sehat & Kaya Nutrisi, Aman Buat Jantung

Diet bukan berarti menolak lemak sepenuhnya. Temukan pilihan minyak goreng untuk diet yang kaya akan lemak sehat untuk mendukung metabolisme.