MOMSMONEY.ID - Bumil catat beberapa kandungan skincare berbahaya yang sebaiknya tidak digunakan saat tengah mengandung, ya.
Menjaga kecantikan kulit saat hamil tentu juga perlu untuk dilakukan, ya, Moms. Namun, tak semua jenis skincare bisa digunakan bagi ibu hamil.
Sebelum membahas daftar lengkap produk perawatan kulit mana yang aman dan tidak aman, perlu dipahami bahwa kondisi kulit dapat berubah selama kehamilan.
Menurut Chris Tomassian, MD, Pendiri The Dermatology Collective sekaligus Ahli dari Kiehl’s, kepada Vogue, fluktuasi hormon akan menyebabkan berbagai perubahan pada kulit.
Misalnya, kulit Anda mungkin menjadi lebih rentan berjerawat serta lebih berisiko mengalami melasma dan hiperpigmentasi, ungkap Tomassian.
Meski penting untuk menjaga kesehatan kulit pada masa kehamilan, ada beberapa kandungan skincare yang perlu dihindari ibu-ibu hamil karena bisa memberikan dampak buruk bagi kandungan.
Mau tahu apa saja daftarnya? Berikut daftar kandungan skincare yang tak boleh digunakan oleh bumil.
Baca Juga: 6 Langkah Skincare untuk Melindungi Wajah dari Polusi Udara
Phthalate
Phthalates adalah bahan kimia pengganggu endokrin yang ditemukan di banyak produk kecantikan. Dalam penelitian pada hewan dan manusia, disfungsi reproduksi dan perkembangan serius dikaitkan dengan paparan ftalat.
Pengganggu endokrin semakin banyak dipelajari oleh FDA dan organisasi medis profesional, seperti American Academy of Pediatrics, untuk mengetahui potensi dan dampak negatif pada kesehatan reproduksi bawaan.
Retinoid
Kandungan retinoid pada skincare adalah bahan yang perlu dihindari untuk dipakai saat hamil. Walau jumlah retinoid yang diserap oleh produk topikal mungkin rendah, efek pada kelahiran telah dikaitkan dengan kandungan retinol.
Oleh karena itu, semua retinoid tidak disarankan selama kehamilan.Ibu hamil sebaiknya tidak mengonsumsi obat oral maupun skincare yang mengandung retinoid selama kehamilan, karena bisa menyebabkan cacat bawaan, seperti sindrom retinoid pada janin.
Formaldehida
Formaldehida tidak lagi menjadi bahan umum dalam kosmetik karena diketahui meningkatkan risiko kanker dan keguguran. Tapi, beberapa kosmetik mengandung bahan kimia yang melepaskan formaldehida, yang lama kelamaan akan terurai dan berubah menjadi molekul formaldehida.
Menurut laman Medical News Today, antara lain kandungan bronopol (2-bromo-2-nitropropane-1,3-diol), DMDM hydantoin, diazolidinyl urea, hydroxymethylglycinate, imidazolidinyl urea, quaternium-15, 5-bromo-5-nitro-1,3-dioxane.
Baca Juga: 5 Cara Mengatasi Double Chin agar Area Dagu dan Leher Tetap Kencang
Salicylic acid
Kandungan skincare selanjutnya yang perlu untuk dihindari bumil adalah salicylic acid atau asam salisilat. Asam salisilat adalah bahan umum untuk mengobati jerawat karena kemampuan anti-inflamasinya, mirip dengan aspirin.
Namun, menurut sebuah studi tahun 2013 dari laman Healthline menunjukkan, produk yang mengandung asam salisilat dosis tinggi, baik dalam skincare maupun obat oral, harus dihindari selama kehamilan.
Hydroquinone
Produk ini adalah produk untuk menyerahkan kulit atau mengurangi pigmentasi kulit akibat melasma dan chloasma yang disebabkan oleh kehamilan. Tidak ada hubungan yang terbukti antara cacat bawaan yang parah atau efek samping dan hidrokuinon.
Namun, karena tubuh dapat menyerap hidrokuinon dalam jumlah yang signifikan dibandingkan bahan lainnya (35% hingga 45%), sebaiknya batasi paparannya selama kehamilan sebagai pencegahan.
Itulah beberapa kandungan skincare yang sebaiknya tidak dipakai oleh ibu hamil. Perhatikan bahan-bahan sebelum memutuskan membeli skincare, ya, Moms.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News