MOMSMONEY.ID - Perempuan memegang peran besar dalam perekonomian Indonesia. Meski sekitar 80% pelaku UMKM merupakan perempuan, akses terhadap sumber daya dan kesejahteraan dinilai masih belum merata.
Karena itu, kolaborasi lintas sektor dinilai menjadi kunci untuk memperkuat peran perempuan dalam ekonomi restoratif.
Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Veronica Tan mengatakan, pemberdayaan perempuan tidak bisa hanya dilakukan oleh satu kementerian karena membutuhkan dukungan lintas sektor.
"Misalnya, wewenang dan kemampuan di Kementerian PPPA itu terbatas. Ada kewenangan-kewenangan di kementerian lainnya yang akan sangat membantu mendorong pemberdayaan perempuan dan ekonomi restoratif," ujar Veronica pada Kunstkring Dialogue: Forum Ekonomi Restoratif dalam keterangan resmi yang dikutip, Senin (29/6).
Baca Juga: SisBerdaya DANA Ungkap Kunci agar UMKM Lebih Mudah Berkembang
Veronica menambahkan, perempuan perlu ditempatkan sebagai pelaku utama pembangunan, bukan sekadar penerima manfaat.
Menurutnya, akses yang setara terhadap pendidikan, kesehatan, hingga sumber daya alam menjadi kunci untuk mendorong kesejahteraan perempuan.
"Bicara Indonesia Emas harus bersumber utama pada akses kepada perempuan, bukan hanya sebagai penerima manfaat, tetapi juga sebagai subyek perubahan. Perempuan harus mempunyai akses yang sama untuk pelayanan dasar, pendidikan dan kesehatan, juga pada sumber daya alam," katanya.
Senada, Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa menilai perempuan memiliki peran penting dalam mendorong ekonomi berbasis masyarakat, khususnya melalui sektor pariwisata.
"Perempuan adalah jantung pariwisata restoratif. Bagaimana perempuan di desa menjadi pusat pelestarian lingkungan dan penggerak ekonomi keluarga menjadi kekuatan nyata dari ekonomi restoratif," ujarnya.
Dalam forum tersebut, pemerintah juga menyoroti sejumlah program yang telah berjalan, seperti Kebun Pangan Perempuan (KPP), agroforestri bambu, dan Perhutanan Sosial Khusus Perempuan.
Program-program tersebut diharapkan dapat memperluas akses perempuan terhadap lahan produktif, memperkuat ketahanan pangan keluarga, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News