M O M S M O N E Y I D
Keluarga

Jangan Mudah Percaya Klaim Skincare Bayi, Ini Cara Pilih Yang Tepat

Jangan Mudah Percaya Klaim Skincare Bayi, Ini Cara Pilih Yang Tepat
Reporter: Nina Dwiantika  |  Editor: Nina Dwiantika


MOMSMONEY. Memilih skincare untuk bayi dan anak memang tidak bisa sekadar melihat kemasan. Label seperti “100% alami”, “organik”, atau “dermatologically tested” memang terdengar meyakinkan. Namun, bukan berarti setiap klaim tersebut otomatis menjamin produk aman untuk kulit si kecil.

Hal ini penting diperhatikan karena kulit bayi dan anak sekitar 30% lebih tipis dibandingkan kulit orang dewasa. Kondisi tersebut membuat kulit mereka lebih sensitif dan lebih rentan terhadap bahan yang digunakan dalam produk perawatan kulit.

Orangtua juga perlu mewaspadai fenomena greenwashing. Istilah ini merujuk pada strategi pemasaran yang membuat sebuah produk terlihat lebih aman atau ramah lingkungan daripada kondisi sebenarnya.

Sebuah studi pada 2024 terhadap sejumlah merek kosmetik yang mengklaim ramah lingkungan untuk bayi menemukan bahwa 39% di antaranya memanipulasi atau menyembunyikan informasi pada kemasan. Sementara itu, hanya 18,4% yang memiliki sertifikasi organik resmi dari pihak ketiga.

Karena itu, jangan hanya terpaku pada tulisan yang tercetak di bagian depan kemasan. Berikut sejumlah hal yang bisa diperiksa sebelum membeli skincare untuk bayi dan anak.

1. Jangan asal percaya logo kelinci

Logo kelinci atau leaping bunny biasanya dikaitkan dengan produk yang tidak melakukan pengujian pada hewan atau cruelty-free. Namun, keberadaan logo tersebut di kemasan belum tentu berarti seluruh proses produksinya benar-benar bebas uji coba terhadap hewan.

Ada kemungkinan produsen hanya menggunakan klaim cruelty-free, sementara bahan bakunya berasal dari pemasok yang masih melakukan pengujian pada hewan.

Untuk memastikannya, orangtua bisa mengecek apakah merek tersebut tercantum dalam basis data resmi Leaping Bunny. Dengan begitu, klaim bebas uji coba pada hewan tidak hanya berasal dari pengakuan produsen.

Baca Juga: 4 Perbedaan Bronzer dan Contour yang Sering Dianggap Mirip, Jangan Keliru!

2. Periksa klaim “organik”

Tulisan “organik” juga perlu dicermati. Sebuah produk bisa saja menggunakan satu atau beberapa bahan organik, tetapi bukan berarti seluruh formulanya terdiri dari bahan organik.

Sertifikasi dari lembaga independen dapat menjadi salah satu indikator yang lebih bisa dipercaya. Salah satunya adalah standar Ecocert COSMOS Organic yang memiliki persyaratan khusus mengenai penggunaan bahan organik dan proses produksinya.

Namun, jangan berhenti pada logo sertifikasi di kemasan. Konsumen tetap perlu memastikan sertifikat tersebut benar-benar terdaftar melalui basis data resmi Ecocert Greenlife.

3. Jangan terkecoh “Dermatologically Tested”

Label dermatologically tested terdengar seperti jaminan bahwa produk aman untuk kulit bayi. Padahal, istilah tersebut tidak memiliki standar hukum yang seragam.

Pengujian yang dilakukan produsen bisa berbeda-beda, termasuk dari jumlah peserta, lama pengujian, hingga karakteristik kulit yang digunakan sebagai objek penelitian. Artinya, produk yang diuji pada orang dewasa belum tentu memberikan gambaran yang sama ketika digunakan pada bayi atau anak.

Jika memungkinkan, pilih produk yang memberikan informasi lebih jelas mengenai pengujiannya, misalnya melibatkan dokter anak atau mencantumkan ringkasan hasil uji klinis.

Orangtua juga bisa menghubungi layanan konsumen untuk menanyakan bagaimana pengujian keamanan produk tersebut dilakukan.

Baca Juga: Makanan Lokal Kaya Nutrisi, Cek 7 Manfaat Tape Singkong untuk Kesehatan Tubuh

4. Waspadai label “alami” dan “clean formula”

Bahan alami tidak selalu berarti lebih aman untuk kulit bayi. Begitu pula dengan istilah clean formula yang belum memiliki definisi tunggal dan baku.

Pewangi atau fragrance, misalnya, merupakan salah satu bahan yang dapat memicu reaksi alergi pada kulit sensitif. Sementara itu, beberapa produk yang mengandalkan bahan alami juga menggunakan minyak esensial dalam konsentrasi tertentu yang berpotensi menimbulkan iritasi.

Karena itu, jangan hanya membaca klaim di bagian depan kemasan. Balik kemasan dan periksa daftar bahan yang digunakan.

Untuk kulit bayi yang sensitif, produk dengan label fragrance-free lebih mudah menjadi acuan dibandingkan hanya mengandalkan label unscented. Keduanya tidak selalu memiliki arti yang sama.

5. “Aman untuk bayi” juga perlu dicek

Tulisan “aman untuk bayi” atau “aman untuk anak” di kemasan tentu terdengar menenangkan. Namun, reaksi kulit tidak selalu muncul sesaat setelah produk digunakan.

Iritasi atau sensitivitas bisa muncul setelah pemakaian berulang. Karena itu, pengujian seperti clinically patch-tested dapat menjadi informasi tambahan yang patut diperhatikan.

Di rumah, orangtua juga dapat melakukan patch test sederhana sebelum menggunakan produk baru dalam jumlah banyak. Oleskan sedikit produk pada area kulit yang kecil, kemudian perhatikan apakah muncul kemerahan, gatal, atau reaksi lain selama 24–48 jam.

Jika muncul reaksi yang mengkhawatirkan, sebaiknya hentikan pemakaian dan konsultasikan dengan tenaga medis.

Pada akhirnya, memilih skincare untuk bayi bukan soal mencari produk dengan klaim paling banyak. Yang lebih penting adalah melihat komposisi, memahami arti setiap klaim, serta memastikan sertifikasi atau hasil pengujiannya memang dapat diverifikasi.

Dengan sedikit lebih teliti membaca kemasan, orangtua bisa mengurangi risiko memilih produk hanya karena tergoda tulisan “alami”, “organik”, atau “aman untuk bayi”.

Baca Juga: Investasi Otomatis Bukan Berarti Bisa Dilupakan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

4 Cara Menghasilkan Uang dari Instagram yang Terbukti Efektif, Mau Coba?

Bisa Anda coba, berikut 4 cara menghasilkan uang dari Instagram yang terbukti efektif, namun tetap harus dibatasi penerapannya secara bijak.

Prakiraan Cuaca Banten Besok Kamis (24/9), Semua Wilayah Berawan

BMKG memperkirakan cuaca seluruh wilayah di Banten berawan pada Kamis (24/9/026). Pastikan memeriksa kondisi cuaca sebelum bepergian.

Prakiraan Cuaca Jakarta Besok Kamis (24/9), Seluruh Wilayah Diramal Berawan

BMKG memperkirakan seluruh wilayah Jakarta diprediksi mengalami cuaca berawan besok Kamis, (24/9/2026).

Hasil Bulu Tangkis Asian Games 2026: Libas Thailand, Tim Putra Indonesia ke Final

Hasil Bulu Tangkis Beregu Asian Games 2026 babak semifinal, Rabu (23/9), libas Thailand, Tim Putra Indonesia menembus babak final.

IHSG Hari Ini Ditutup Rebound 1,56% ke 6.374, Simak Penghuni Top Gainers

Setelah kemarin (22/9), IHSG ditutup melemah, kini Rabu (23/9) IHSG rebound 1,56% ke 6.374. Saham MPLX dan FORU memimpin penguatan.

Buyback Emas Pegadaian Naik Rp 10.000, Pantau Ranking Harga Buyback Terkini

Harga buyback emas hari ini bergerak beragam. Pegadaian mencatat kenaikan paling tinggi, sementara UBS masih bertahan di harga sebelumnya.

Promo Es Krim Indomaret 17-30 September 2026, Magnum Matcha-Mango Beli 2 Gratis 1

Promo Indomaret Ice Cream Fair Periode 17-30 September 2026. Cek dan manfaatkan untuk belanja hemat es krim favorit.

Harga Emas Dunia Turun Hampir 1%, Dua Katalis jadi Sorotan Pasar

 Pasar mencermati arah suku bunga The Fed dan perkembangan pembicaraan AS-Iran, sementara impor emas China terus menguat.

Biaya jadi Tantangan Kuliah, 35 Mahasiswa IPB Dapat Beasiswa dari McD

Sebanyak 35 mahasiswa baru IPB dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi mendapat dukungan pendidikan selama dua semester pertama dari McD.

Promo Alfamart Home Care 16-30 September 2026, Molto-Mama Lemon Harga Spesial

Manfaatkan promo Alfamart Home Care periode 16-30 September 2026 untuk belanja hemat kebutuhan rumah tangga.