MOMSMONEY.ID - Harga emas hari ini di pasar global melanjutkan kenaikan. Logam mulia menguat dua hari setelah Presiden AS Donald Trump memuji kemajuan kesepakatan akhir dengan Iran, yang mengurangi tekanan inflasi dan menurunkan nilai dollar AS.
Mengutip Bloomberg, Rabu (6/5), harga emas spot naik sekitar 2,2% menjadi US$ 4.665,47 per troi ons pada pukul 13.46 WIB.
Harga emas hari ini lanjut naik, setelah kemarin ditutup menguat 0,8%. Indeks dollar AS turun, menyebabkan emas lebih murah bagi banyak pembeli.
Trump dalam sebuah unggahan media sosial mengatakan kemajuan besar telah dicapai dengan Iran. Ia juga akan menghentikan sementara upaya yang dipimpin AS untuk membantu kapal-kapal yang terdampak keluar dari Selat Hormuz, untuk melihat apakah kesepakatan dapat diselesaikan atau tidak.
Baca Juga: Harga Emas Galeri 24 dan UBS di Pegadaian Hari Ini Rabu (6/5) Kompak Melemah!
Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth mengatakan bahwa gencatan senjata yang dimulai kurang dari sebulan lalu masih berlaku. Sementara, Menteri Luar Negeri Marco Rubio mengatakan bahwa operasi ofensif telah berakhir, karena Washinton beralih fokus ke perlindungan pelayaran di selat tersebut.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengamini bahwa pembicaraan mengalami kemajuan.
Sementara, AS mengecilkan potensi kembalinya perang aktif, laporan menyebutkan sebuah kapal kargo terkena proyektil tak dikenal sehari setelah bentrokan yang melibatkan kapal-kapal di Hormuz. Ini menandakan ketegangan masih terjadi.
Dengan jalur menuju kesepakatan yang membuka kembali selat tersebut masih belum jelas, harga emas tetap berada di bawah tekanan. Karena kekhawatiran inflasi meningkatkan ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserves, akan membebani emas yang tidak memberikan imbal hasil.
Harga emas telah turun 12% sejak perang dimulai akhir Februari.
Baca Juga: Bitcoin Tembus ke atas US$ 81.000, Sinyal Bullish atau Masih Rawan?
Pasar swap meningkatkan taruhan bahwa kebijakan bank sentral selanjutnya condong pada kenaikan daripada penurunan. Ekspektasi kenaikan suku bunga semakin meningkat jelang laporan ketenagkerjaan AS, yang bisa menunjukkan kondisi pasar tenaga kerja mulai stabil, sehingga risiko inflasi menjadi perhatian utama para investor.
Menurut Nicky Shiels, Kepala riset dan strategi logam di MKS PAMP SA, logam mulai memasuki musim panas dengan paradoks posisi struktural. Jumlah uang yang diinvestasikan dalam emas secara nominal tetap tinggi, tetapi posisi yang dipegang masih terbatas dalam hal kontrak dan fisik.
Prospek bullish jangka menengah berdasarkan penurunan nilai mata uang, fragmentasi rantai pasokan, dan kerusakan tatanan moneter, tetap utuh. "Tetapi jalur jangka pendek menuju level tertinggi baru butuh modal institusional untuk masuk dan mengisi kekosongan yang tidak dapat dipenuhi oleh pola musiman dan investor ritel yang kelelahan," katanya, mengutip Bloomberg, Rabu (6/5).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News