MOMSMONEY.ID - Harga emas hari ini di pasar global naik, melanjutkan kenaikan mingguan pertamanya pada pekan lalu, sejak konflik Timur Tengah dimulai. Para pembeli masuk saat harga turun alias bargain hunting, sembari menunggu kejelasan durasi konflik.
Mengutip Bloomberg, Senin (30/3) pukul 16.03 WIB, harga emas spot naik 0,81% menjadi US$ 4.538,21 per troi ons.
Harga emas naik ke atas US$ 4.500 per troi ons, menunjukkan ketahanan meskipun harga minyak terus naik dan terjadi penurunan di sektor manufaktur. Itu indikasi bahwa investor turun tangan mengambil peluang dari harga yang telah tertekan oleh perang selama sebulan terakhir, seiring meningkatnya kekhawatiran inflasi dan memudarnya prospek penurunan suku bunga.
Masuknya Houthi yang didukung Iran, ke dalam konflik menandai peningkatan ketegangan, begitu pula dengan kedatangan lebih banyak pasukan AS di wilayah tersebut. Bahkan, ketika Pakistan, Mesir, Arab Saudi dan Turki bertemu untui mencari jalan keluar dari perang, Iran menyerang pabrik peleburan aluminium di Bahrain dan Uni Emirat Arab.
Perkembangan tersebut menimbulkan kekhawatiran akan konflik berkepanjangan yang dapat menyebabkan bank sentral menjual emas dan menaikkan suku bunga untuk mengendalikan inflasi. Ini bersamaan dengan krisis likuiditas di pasar secara umum, yang menyebabkan harga emas turun sekitar 14% sejak perang dimulai pada akhir Februari.
Baca Juga: Melemah Tajam Rp 30.000! Harga Emas Antam Hari Ini Senin (30/3) Tinggal Segini
Namun, ekspektasi kenaikan suku bunga mungkin akan diredam oleh risiko perekonomian yang lesu. Beberapa manajer investasi terbesar di Wall Street mengatakan, pasar keuangan meremehkan risiko akibat kemerosotan ekonomi, yang pada akhirnya akan menekan imbal hasil obligasi pemerintah. Itu akan mengurangi biaya peluang untuk memegang emas dan membuat logam mulia menjadi lebih menarik.
"Harga emas mungkin tetap rentan dalam jangka pendek. Risiko peningkatan penjualan oleh bank sentral dan likuidasi posisi oleh investor," kata Alexandre Carrier, manajer portofolio di DNCA Invest Strategic Resources Fund, mengutip Bloomberg, hari ini.
Pembelian emas batangan yang tinggi oleh bank sentral telah menjai pilar reli emas selama beberapa tahun terakhir. Tetapi, bank sentral Truski melawan tren ini selama dua minggu pertama perang, dengan menukar sekitar 60 ton emas senilai US$ 8 miliar.
Banyak negara yang telah mengumpulkan emas, juga merupakan importir energi, Dus, kenaikan harga minyak berarti semakin sedikit dollar AS yang tersedia untuk ditukar menjadi emas.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News