MOMSMONEY.ID - Harga emas hari ini di pasar global memantul naik setelah turun dua hari. Emas pulih seiring perpanjangan gencatan senjata antara AS dengan Iran, dan Presiden AS Donald Trump memberikan waktu lebih banyak untuk mengatur pembicaraan perdamaian baru.
Mengutip Bloomberg, Rabu (22/4), harga emas spot diperdagangkan naik 0,76% menjadi US$ 4.756,32 per troi ons pada pukul 15.22 WIB. Harga emas hari ini naik setelah turun 2% selama dua sesi sebelumnya.
Trump mengatakan dia akan menahan serangan lebih lanjut sampai Iran mengajukan proposal baru dan diskusi diselesaikan. Namun, Selat Hormuz tetap ditutup untuk pelayaran dengan Iran mengatakan tidak akan membuka kembali jalur perairan vital tersebut, selama AS mempertahankan blokade terhadap kapal-kapal yang datang dan pergi dari Iran.
Baca Juga: Harga Emas Turun di bawah US$ 4.800 Jelang Gencatan Senjata AS-Iran Berakhir
Harga minyak turun pada Rabu, dengan Brent mendekati US$ 100 per barel. Sementara, indeks dollar AS turun 0,3%, membuat emas yang dihargai dalam mata uang AS menjadi lebih terjangkau.
Pada Selasa Wapres AS JD Vance membatalkan perjalanan ke Islamabad untuk pembicaraan perdamaian yang telah direncanakan, setelah Iran terinfomasi menyatakan tidak akan menghadiri neosiasi tersebut.
Memasuki minggu kedelapan perang di Timur Tengah telah memicu guncangan pasokan energi, yang meningkatkan risiko inflasi. Ini menyebabkan bank sentral lebih cenderung mempertahankan suku bunga tetap atau bahkan menaikkannya, suatu hambatan bagi emas yang tidak memberikan imbal hasil.
Harga emas telah turun sekitar 10% sejak perang dimulai, tetapi dalam beberapa minggu terakhir bergerak dalam kisaran relatif sempit.
"Itu tanda bahwa pasar sebagian besar telah memperhitungkan tingkat risiko geopolitik saat ini dan sekarang menuntut eskalasi yang jelas, atau perubahan yang menentukan dalam kondisi makro untuk membenarkan penilaian ulang," kata Ahmad Assiri, analis di Pepperstone Group Ltd., mengutip Bloomberg, hari ini.
Baca Juga: Harga Emas Antam Hari Ini Rabu (22/4) Anljok Parah hingga Rp 50.000
Harga emas juga terbebani oleh janji Kevin Warsh untuk bertindak secara mandiri, jika dikonfirmasi sebagai Ketua The Fed berikutnya. Dalam pernyataan di hadapan Komite Perbankan Senat pada Selasa, pilihan Trump untuk memimpin bank sentral AS itu, mengatakan, kerangka kerja baru diperlukan untuk mengatasi inflasi yang terus menerus, namun tidak memberikan penjelasan lebih spesifik.
Investor berharap Warsh, yang dikenal karena pendiriannya yang keras terhadap inflasi, akan mengejar pendekatan yang terukur untuk menurunkan suku bunga ketimbang pemotongan suku bunga lebih agresif, seperti yang didesak oleh Trump.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News