M O M S M O N E Y I D
InvesYuk

Bitcoin Tembus ke atas US$ 81.000, Sinyal Bullish atau Masih Rawan?

Bitcoin Tembus ke atas US$ 81.000, Sinyal Bullish atau Masih Rawan?
Reporter: Dupla Kartini  |  Editor: Dupla Kartini


MOMSMONEY.ID - Harga Bitcoin menyentuh tonggak penting dengan tembus ke atas US$ 81.000 untuk pertama kalinya sejak akhir Januari 2026.

Kenaikan ini menandai pemulihan sekitar 35% dari titik terendah siklus di US$ 62.000 pada Februari 2026, sekaligus mengakhiri fase koreksi selama tujuh bulan sejak Bitcoin menyentuh all-time high US$ 126.000 pada September 2025. 

Breakout ini juga membawa implikasi teknikal yang signifikan. Bitcoin berhasil merebut kembali bull market support band, rata-rata pergerakan yang selama beberapa bulan terakhir membatasi setiap upaya pemulihan.

Fahmi Almuttaqin, Analis Reku, menyoroti satu indikator teknikal yang jarang terlihat dalam sejarah Bitcoin. RSI mingguan sempat menyentuh level 27,48 pada Maret 2026, hanya tiga kali terjadi sepanjang sejarah Bitcoin.

"Dua kejadian sebelumnya, pada 2015 dan 2018, menandai generational cycle bottom atau titik bawah siklus terdalam. Ini bukan sekadar angka teknikal biasa," jelas Fahmi mengutip siaran pers, Selasa (5/5).

Baca Juga: Pantau 5 Kripto Top Gainers 24 Jam Terakhir, Ada Token Toncoin di Puncak

Di sisi permintaan, ETF Bitcoin spot mencatat total arus masuk atau inflow April menembus US$ 1,97 miliar. Institusi dengan conviction tinggi seperti Strategy dan Bitmine juga semakin agresif meningkatkan kepemilikan dalam beberapa pekan terakhir, melanjutkan tren akumulasi yang tidak berhenti meski harga sedang naik maupun terkoreksi.

Hati-hati meski sinyal bullish

Momentum kripto ini terjadi tepat di tengah tekanan inflasi energi yang langsung dirasakan masyarakat Indonesia. Terhitung 4 Mei 2026, Pertamina resmi menaikkan harga Pertamina Dex dari Rp 23.900 menjadi Rp 27.900 per liter, sementara Dexlite naik dari Rp 23.600 menjadi Rp 26.000 per liter.

Tekanan serupa merambah sektor penerbangan. Harga avtur domestik di Bandara Soekarno-Hatta untuk Mei 2026 naik 16,16% menjadi Rp 27.358 per liter, sementara avtur internasional tercatat naik hingga 21%, mendorong Garuda Indonesia dan Citilink menyesuaikan tarif tiket. Kenaikan ini dipicu oleh Indonesian Crude Price (ICP) yang di kisaran US$ 82-US$ 85 per barel, diperparah pelemahan rupiah terhadap dollar AS.

Menurut Fahmi, ketika daya beli rupiah tergerus inflasi yang sekaligus menekan pertumbuhan ekonomi dan pendapatan bisnis, relevansi Bitcoin dan Ethereum sebagai aset inflation hedge dan store of value semakin nyata bagi investor Indonesia.

Baca Juga: Harga Emas Antam Hari Ini Rabu (6/5) Melonjak Tajam Rp 30.000

Meski begitu, Fahmi mengingatkan bahwa konfirmasi bullish penuh belum terjadi. Data on-chain dari Santiment mencatat jumlah dompet aktif Bitcoin saat ini hanya sekitar 531.000 per hari, mendekati level terendah dalam dua tahun.

Divergensi antara harga naik dan rendahnya aktivitas dompet ritel, tidak lazim terjadi saat pasar sedang menguat. Ini mengindikasikan kepemilikan yang masih terkonsentrasi dengan partisipasi ritel yang terbatas.

Perkiraan Fahmi, konfirmasi bullish yang sesungguhnya kemungkinan baru akan terjadi, jika Bitcoin mampu bertahan secara konsisten di atas US$ 82.000-US$ 85.000, yang akan membuka jalur menuju US$ 90.000 dan selanjutnya US$ 100.000. "Untuk saat ini, optimisme perlu diimbangi dengan kehati-hatian," bebernya.

Bagi investor yang ingin memanfaatkan momentum ini secara terukur, saran dia, strategi beli bertahap atau dollar cost averaging (DCA) tetap menjadi pendekatan membangun posisi secara bertahap tanpa terbawa euforia jangka pendek.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Inilah Salah Satu Langkah Sektor Jasa Bisa Tembus Pasar Global

Peluang merambah pasar global di ragam bidang jasa, mulai dari jasa fasilitas manajemen hingga jasa digital terbuka via TEI.

4 Penyebab Otot Tidak Berkembang Meski Rajin Olahraga, Salah Satunya Kurang Tidur

Kali ini MomsMoney akan membagikan informasi tentang 4 penyebab otot tidak berkembang meski rajin olahraga. Simak, ya.  

BMKG Beri Peringatan Dini Kekeringan Meteorologis, Daerah Ini Masuk Kategori Awas

Kali ini, wilayah yang masuk dalam kategori awas cukup mendominasi. Jumlahnya cukup besar dibandingan kategori siaga dan waspada.

4 Buku Financial Freedom Terbaik yang Wajib Anda Baca

Bagi Anda yang ingin mulai melangkah menuju kemandirian finansial, berikut adalah 4 buku financial freedom terbaik yang wajib Anda baca.

Upaya Mengembangkan Koperasi Bukan Sekadar Simpan Pinjam Semata

Kementerian Koperasi mendorong koperasi untuk mulai berani merambah sektor-sektor strategis seperti produksi, distribusi hingga keuangan.

Tetap Bugar di Tengah Kesibukan! Ini 7 Pola Makan Hidup Sehat untuk Pekerja Kantoran

Penerapan pola makan hidup sehat sangat penting untuk menjaga kebugaran pekerja kantoran jangka panjang. Ketahui tips lengkapnya di sini.

Bitcoin Rebound, Inflasi AS jadi Penentu Peluang Menguji US$ 87.000

Data inflasi AS yang dirilis Rabu (14/10) akan menjadi katalis penting bagi pergerakan Bitcoin selanjutnya.

Moms, Ini 6 Sinyal Bahaya yang Menunjukkan Kesehatan Mental Anak sedang Terganggu

Anak tidak selalu bisa mengungkapkan perasaan lewat kata-kata. Ini 6 tanda masalah kesehatan mental anak agar Moms bisa memberikan solusi tepat.

Bukannya Segar, Ini 6 Akibat Tidur Terlalu Lama untuk Tubuh Termasuk Penyakit Jantung

Memiliki durasi tidur melebihi 9 jam bisa memicu gangguan metabolisme dan nyeri fisik. Ketahui akibat tidur terlalu lama untuk kesehatan di sini.

Cek Prakiraan Cuaca Jawa Tengah Besok (13/10) dan Lusa, Suhu Tertinggi Capai 37°C

BMKG memprakirakan cuaca Jawa Tengah 13-14 Oktober didominasi berawan, dengan suhu tertinggi mencapai 37°C di Klaten.