MOMSMONEY.ID - Harga emas hari ini di pasar global turun. Perpanjangan gencatan senjata AS dengan Iran membuat pasar global bergulat dengan blokade Selat Hormuz, yang berdampak pada energi dan risiko inflasi tetap tinggi.
Mengutip Bloomberg, Kamis (23/4), harga emas spot diperdagangkan turun 0,52% menjadi US$ 4.708,10 per troi ons pada pukul 14.27 WIB. Harga emas sempat turun di bawah US$ 4.700, menghapus kenaikan pada sesi sebelumnya.
Presiden AS Donald Trump mengatakan gencatan senjata yang disepakati pada 7 April akan tetap tanpa batas waktu, sementara Washington menunggu Iran untuk mengajukan proposal perdamaian baru. Meskipun Iran mengatakan tidak berencana untuk ikut serta dalam negosiasi dalam waktu dekat.
Perpanjangan gencatan senjata Trump merupakan penarikan diri dari ancaman untuk melanjutkan pemboman Iran, jika kesepakatan tidak dapat dicapai dalam batas waktu hari Rabu. Namun, kedua pihak tetap terlibat dalam perebutan kendali atas Hormuz. AS mempertahankan blokade angkatan laut terhadap kapal-kapal yang bergerak ke dan dari Iran, sementara kapal-kapal perang Iran menembaki kapal komersial.
Baca Juga: Harga Emas Hari Ini Rebound Setelah Tergelincir Dua Hari, Ini Katalisnya!
Harga minyak naik untuk hari keempat, sementara indeks dollar AS sedikit menguat, menekan harga emas yang dihargai dalam mata uang AS.
Memasuki minggu kedelapan konflik tersebut telah memicu guncangan pasokan energi, yang meningkatkan risiko inflasi, sehingga menyebabkan bank sentral lebih cenderung mempertahankan suku bunga tetap stabil untuk waktu yang lebih lama, atau bahkan menaikkannya. Ini memberi tekanan bagi logam mulia yang tidak menghasilkan imbal hasil.
Harga emas telah turun sekitar 11% sejak perang dimulai akhir Februari lalu.
Menurut Rhona O'Connell, Kepala analisis pasar untuk EMEA dan Asia di Stonex Group Inc., pasar logam mulia akan tetap waspada dan bergejolak. "Perusahaan perdagangan tetap enggan untuk mengambil posisi besar dalam menghadapi kondisi geopolitik yang begitu bergejolak," katanya mengutip Bloomberg, Kamis (23/4).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News