MOMSMONEY.ID - Pasar saham Indonesia tertekan signifikan pada perdagangan hari ini, 3 Juni 2026. Mengutip Bloomberg, IHSG ditutup ambles 4,11% ke level 5.941.
Tekanan jual cukup luas dan terjadi pada banyak sektor. Sebanyak 1.049 saham rontok, 167 saham stagnan, dan hanya 105 saham yang mampu naik.
Besarnya penurunan yang terjadi hari ini menimbulkan pertanyaan di kalangan pelaku pasar, terutama karena tekanan yang muncul relatif broad-based dan tidak terkonsentrasi pada sektor atau saham tertentu saja.
Menurut Liew Kong Qian, Head of Investment Eastspring Investments Indonesia, kondisi ini menarik, mengingat sejumlah agenda penting yang sebelumnya menjadi perhatian pasar, termasuk rebalancing MSCI pada 29 Mei 2026, telah berlalu. Sebelumnya, sebagian pelaku pasar berharap tekanan yang terjadi menjelang periode rebalancing, dapat mulai mereda setelah aksi jual yang cukup besar terjadi dalam beberapa waktu hari terakhir.
Baca Juga: Saham Perbankan dan Konglo Bervariasi, IHSG Turun 0,7% Pada Rabu Pagi (3/6)
Kong Qian menyebut, saat ini, belum terdapat satu faktor tunggal yang secara jelas menyebabkan pergerakan pasar hari ini. Namun, beberapa isu masih menjadi perhatian investor.
Pertama, proses peninjauan peringkat utang Indonesia oleh lembaga pemeringkat global S&P, yang hasilnya dikabarkan akan diumumkan dalam 1 bulan-2 bulan ke depan.
Kedua, perhatian pasar terhadap berbagai wacana kebijakan yang berpotensi memengaruhi sektor komoditas, khususnya terkait upaya pemerintah untuk meningkatkan penerimaan negara di tengah harga komoditas global yang kuat.
Ketiga, nilai tukar rupiah masih loyo dan bergerak mendekati level psikologis Rp 18.000 per dollar AS, dengan posisi terakhir di Rp 17.967 per dollar AS pada hari ini.
Baca Juga: Bitcoin Anjlok ke US$ 66.000, 5 Altcoin Ini Justru Melesat
Ke depan, kata Kong Qian, faktor kepercayaan pasar akan tetap menjadi salah satu elemen penting yang perlu diperhatikan.
"Selain perkembangan fundamental ekonomi, persepsi investor terhadap arah kebijakan dan stabilitas makroekonomi juga akan berperan dalam menentukan arah pergerakan aset keuangan domestik dalam jangka pendek," tukasnya dalam Flash Market News, 3 Juni 2026.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News