MOMSMONEY.ID - Harga emas hari ini di pasar global memantul naik atau rebound setelah turun dua hari. Optimisme kembali muncul mengenai penyelesaian perang AS-Iran melalui negosiasi dan meredakan kekhawatiran terhadap inflasi.
Mengutip Bloomberg, Selasa (14/4) pukul 12.05 WIB, harga emas spot naik 0,66% menjadi US$ 4.771,76 per troi ons.
Harga emas hari ini memulihkan penurunan selama dua sesi sebelumnya, bahkan ketika AS memulai blokade di Selat Hormuz. Presiden AS Donald Trump mengatakan para pejabat Iran telah mendekati pemerintahannya dengan keingingan untuk mencapai kesepakatan.
Secara terpisah, Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengatakan Teheran sedang bersiap untuk melanjutkan perundingan perdamaian dalam kerangka hukum internasional.
Harga minyak turun di bawah US$ 100 per barel, sementara pasar saham menguat pada Senin. Di sisi lain, indeks dollar AS melemah, mendukung harga emas yang dihargai dalam mata uang AS.
Penurunan harga energi meredakan sebagian tekanan inflasi yang telah membebani emas sejak perang dimulai lebih dari enam minggu lalu. Ini menyebabkan para pedagang bertaruh bahwa bank sentral akan mempertahankan suku bunga tetap stabil untuk waktu yang lebih lama, atau bahkan menaikkannya, suatu hambatan bagi komoditas yang tidak menghasilkan imbal hasil.
Baca Juga: Harga Emas Dunia Tergelincir di tengah Rencana AS Memblokade Selat Hormuz
Namun, kekhawatiran akan guncangan pasokan energi dan kesulitan ekonomi lebih lanjut masih tetap ada, teutama karena blokade AS terhadap Hormuz meningkatkan tekanan pada Iran. Angkatan laut AS bergerak untuk memutus jalur pelayaran strategis tersebut agar tidak dapat melintas ke dan dari pelabuhan dan daerah pesisir Iran.
Dengan ketegangan yang masih tinggi, pasar swap memperkirakan peluang kurang dari seperlima bagi Federal Reserves akan memangkas suku bunga pada Desember.
Justin Lin, ahli strategi investasi di Global X ETFs Australia, mengatakan, harga emas masih diperdagangkan sebagai fungsi dari ekspektasi suku bunga, bukan sebagai lindung nilai geopolitik, sehingga emas diuntungkan bersama dengan saham karena harapan akan adanya penurunan ketegangan dalam semalam.
"Meksipun kekhawatiran inflasi membeani emas dalam jangak pendek, harga minyak yang tinggi dalam jangka waktu lama pada akhirnya juga dapat menyebabkan pertumbuhan lebih lambat, yang secara historis positif bagi emas," kata Lin mengutip Bloomberg, hari ini.
Meksipun terjadi pemulihan moderat dalam beberapa minggu terakhir, harga emas masih turun sekitar 10% sejak awal konflik pada akhir Februari. Krisis likuiditas pada hari-hari awal perang menyebabkan investor melepas kepemilikan emas mereka untuk menutupi kerugian pada aset lain.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News