MOMSMONEY.ID - Penting untuk memahami gejala dan cara mencegah asam urat yang tepat. Pasien biasanya memproduksi terlalu banyak asam urat atau ginjal yang tidak memadai dalam membuangnya.
Ada sejumlah konsekuensi dari penumpukan asam urat dalam tubuh, seperti asam urat akut, kronis, batu ginjal, dan tofi. Dr. William C. Shiel, dokter reumatologi menjelaskan bahwa kristal asam urat ini dapat menumpuk di sendi dan jaringan di sekitar sendi selama bertahun-tahun, secara berkala memicu serangan peradangan akut yang berulang.
Serangan berulang akan merusak sendi, untungnya ada obat-obatan yang efektif untuk mengobati dan mencegah asam urat.
Baca Juga: Pasien Asam Urat, Makanan Ini Wajib Ada di Piring Setiap Hari
Apa penyebab penyakit asam urat?
Dilansir dari Emedicinehealth.com, asam urat dihasilkan saat tubuh memetabolisme makanan dan saat jaringan tubuh dipecah selama pergantian sel normal. Gen yang diwarisi, jenis kelamin laki-laki, fungsi ginjal, dan nutrisi memainkan peran kunci dalam perkembangan penyakit asam urat.
Jika orang tua menderita asam urat, maka Anda memiliki peluang 20% untuk mengidapnya. Laki-laki setelah pubertas juga memiliki risiko terkena asam urat yang lebih tinggi dibandingkan perempuan.
Selain itu, orang dengan fungsi ginjal yang tidak memadai memiliki risiko lebih tinggi terkena asam urat.
Apa saja gejala penyakit asam urat?
Gejala pertama asam urat biasanya berupa timbulnya sendi yang panas, merah, bengkak, kaku, dan nyeri secara tiba-tiba. Sendi yang paling sering terkena adalah di kaki, tepatnya di jempol kaki.
Seiring waktu, serangan asam urat akan terjadi lebih sering dan berlangsung lebih lama. Meski serangan pertama biasanya hanya melibatkan satu atau dua sendi, beberapa sendi dapat terlibat secara bersamaan seiring waktu.
Kristal asam urat dapat terbentuk di luar persendian. Kumpulan kristal ini, komplikasi yang dikenal sebagai tofi, dapat terjadi di cuping telinga, siku, tendon Achilles, atau di jaringan lain.
Biasanya, tofi ini tidak menimbulkan rasa sakit. Namun, tofi bisa menjadi petunjuk untuk diagnosis karena kristal yang membentuknya dapat diangkat dengan jarum kecil dan diperiksa menggunakan mikroskop.
Bisakah perubahan pola makan mencegah asam urat?
Jika Anda berisiko terkena asam urat, lakukan hal berikut:
- Konsumsilah makanan rendah lemak.
- Jalani diet rendah purin dan hindari makanan yang tinggi purin.
- Turunkan berat badan secara perlahan.
- Batasi konsumsi alkohol.
- Jaga tubuh tetap terhidrasi.
- Tingkatkan asupan produk susu tanpa lemak dan yogurt.
- Hindari fruktosa.
Baca Juga: Penderita Asam Urat: Jaga Ginjal Optimal, Ini Cara Jitu Cegah Batu Ginjal
Prognosis untuk penyakit asam urat sangat baik jika segera didiagnosis dan diobati dengan benar. Demikian informasi mengenai gejala dan cara mencegah asam urat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News