MOMSMONEY.ID - Serangan asam urat seringkali disertai efek samping yang tak terduga, yakni batu ginjal. Asam urat dan batu ginjal berkaitan dengan fungsi ginjal.
Dr. Michael Toprover, dokter reumatologi di NYU Langone Health, menyampaikan, penyakit asam urat berkembang ketika tubuh memiliki kadar asam urat yang tinggi. Asam urat biasanya dikeluarkan dari tubuh melalui ginjal, kadar yang tinggi membuat asam urat menumpuk dan mengkristal di sendi.
Bagi orang yang ginjalnya tidak mampu menyaring limbah dengan baik, asam urat akan mengkristal di ginjal dan membentuk batu. Namun, asam urat bukan satu-satunya penyebab batu ginjal.
Baca Juga: Rahasia 8 Manfaat Jahe Merah, Redakan Nyeri Sendi hingga Turunkan Asam Urat
Dilansir dari Creakyjoints.org, jenis batu ginjal lainnya yang tidak terkait dengan asam urat biasanya disebabkan oleh penumpukan kalsium, struvite, atau sistin.
Menurut American Kidney Fund, upaya untuk mengeluarkan batu ginjal dapat menyebabkan jaringan parut dan penyakit ginjal jangka panjang.
Mengapa asam urat menyebabkan batu ginjal?
Penderita asam urat memiliki risiko terkena batu ginjal, kadar asam urat yang lebih banyak membuat ginjal kesulitan untuk membuangnya. Penderita asam urat juga memiliki urin yang lebih asam.
Hal tersebut membuat asam urat lebih mudah membentuk batu ginjal. Faktor gaya hidup juga berkontribusi pada risiko terbentuknya batu ginjal, seperti asupan minuman manis yang lebih tinggi dan kelebihan berat badan.
Menurut sebuah studi tahun 2019 dalam jurnal Arthritis & Rheumatology, asam urat memengaruhi hampir 10 juta orang dewasa di AS. Dr. Toprover mengutip dua studi utama yang meneliti terjadinya kondisi tersebut.
Pertama, tinjauan tahun 2015 terhadap 17 studi yang menemukan 14 persen pasien asam urat memiliki batu ginjal. Sebuah studi observasional tahun 2019 di Brasil menemukan 35 persen pasien asam urat memiliki batu ginjal.
Sebuah studi tahun 2017 di Swedia menemukan bahwa risiko nefrolitiasis (batu ginjal) 60 persen lebih tinggi pada penderita asam urat.
Pengobatan untuk batu ginjal akibat asam urat
Pengobatan batu ginjal meliputi mengeluarkan batu yang sudah ada dan mencegah pembentukan batu di masa mendatang. Batu ginjal berukuran kecil akan keluar dengan sendirinya.
Anda harus minum banyak air putih dan mengonsumsi obat pereda nyeri. Dalam kasus batu yang lebih besar, prosedur pembedahan akan direkomendasikan dokter.
Baca Juga: Pola Nyeri Sendi Berbeda: Asam Urat atau Rematik? Cari Tahu Sekarang
Coba beberapa perubahan gaya hidup berikut untuk mengobati dan mencegah batu ginjal hingga asam urat:
1. Hindari makanan tinggi purin
Hindari mengonsumsi terlalu banyak makanan tinggi purin. Makanan tersebut meliputi jeroan, kerang, daging merah, makanan manis serta alkohol yang dapat memperburuk asam urat dan menyebabkan batu ginjal.
2. Jaga tubuh tetap terhidrasi
Pasien dengan riwayat batu ginjal harus fokus menjaga hidrasi untuk mempertahankan fungsi ginjal yang optimal. Menurut Harvard Health, sebaiknya minum dua liter air setiap hari atau sekitar delapan gelas.
3. Konsumsi obat-obatan
Pengobatan untuk menurunkan kadar asam urat merupakan bagian penting dari perawatan penyakit asam urat. Pasien bisa mengonsumsi obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID) untuk meredakan nyeri selama serangan asam urat.
Jika Anda mengalami penurunan fungsi ginjal, NSAID dapat meningkatkan risiko gagal ginjal dan berpotensi menyebabkan kerusakan ginjal progresif. Selain itu, konsumsi Allopurinol dan Pegloticase. Demikian informasi mengenai batu ginjal dan asam urat yang penting untuk dipahami.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News