MOMSMONEY.ID - Penderita gula darah tinggi harus sering melakukan cek kesehatan, terutama tes kadar glukosa. Tes glukosa darah memeriksa kadar gula di dalam darah.
Mohammad Sharif Razai, dokter umum, memaparkan, tes ini membantu mendiagnosis diabetes dan digunakan untuk memantau pengendalian kadar glukosa pada penyandang gula darah tinggi.
Kadar gula darah tinggi dapat disebabkan oleh diabetes tipe 1, tipe 2, diabetes gestasional, atau hiperglikemia non-diabetes.
Tes darah seperti tes gula darah sewaktu, tes gula darah puasa, dan tes HbA1c dapat mendiagnosis diabetes. Kadar HbA1c sebesar 48 mmol/mol atau lebih tinggi menunjukkan, pasien menderita diabetes.
Baca Juga: Berhenti Minum Manis! Gula Darah Diam-diam Naik, Cek Alternatif Minuman yang Aman
Pemantauan mandiri di rumah menggunakan metode tusuk jari atau alat pemantau glukosa tipe flash.
Berbagai pilihan tes glukosa darah yang aman
Dilansir dari Patient.info, tes utama untuk mengukur kadar gula dalam darah adalah sebagai berikut:
1. Kadar glukosa darah sewaktu
Sampel darah yang diambil kapan saja membantu penderita diabetes mengetahui kadar gula darah. Kadar 11,1 mmol/L atau lebih menunjukkan adanya diabetes.
Tes glukosa darah puasa biasanya dilakukan untuk memastikan diagnosis.
2. Kadar glukosa darah puasa
Kadar glukosa di bawah 11,1 mmol/L pada sampel darah sewaktu tidak menyingkirkan kemungkinan diabetes. Tes darah yang dilakukan pada pagi hari sebelum makan merupakan tes yang lebih akurat.
Jangan makan atau minum apa pun selain air putih selama 8-10 jam sebelum tes gula darah puasa. Kadar 7,0 mmol/L atau lebih menunjukkan bahwa Anda menderita diabetes.
Jika tidak memiliki gejala diabetes namun tes darah menunjukkan kadar glukosa 7,0 mmol/L atau lebih, tes gula darah harus diulang untuk memastikan apakah Anda menderita diabetes.
3. Tes toleransi glukosa oral
Tes ini dapat dilakukan untuk memeriksa apakah seorang wanita menderita diabetes selama kehamilan (diabetes gestasional). Tes ini juga digunakan jika Anda diduga memiliki kadar gula darah tinggi, namun belum cukup tinggi untuk didiagnosis menderita diabetes.
Tes toleransi glukosa oral kini tidak lagi umum digunakan untuk mendiagnosis diabetes. Untuk melakukan tes ini, Anda harus berpuasa semalaman.
Pada pagi harinya, Anda akan diberikan minuman yang mengandung 75 g glukosa. Sampel darah akan diambil dua jam kemudian. Normalnya tubuh akan memproses glukosa tersebut, sehingga kadar gula darah tidak melonjak terlalu tinggi.
Kadar glukosa 11,1 mmol/L atau lebih yang diambil setelah dua jam menunjukkan bahwa Anda menderita gula darah tinggi.
4. Tes darah HbA1c
Jika menderita diabetes, dokter akan memeriksa kadar HbA1c setiap 3-6 bulan sekali. Tes ini mengukur rata-rata kadar glukosa darah selama tiga bulan terakhir.
Karena tes ini mengukur nilai rata-rata, Anda tidak perlu berpuasa pada hari pelaksanaan tes. Tes ini mengukur bagian tertentu dari sel darah merah.
Glukosa dalam darah akan berikatan dengan bagian sel darah merah tersebut. Bagian ini dapat diukur dan memberikan gambaran yang akurat mengenai rata-rata kadar glukosa darah selama 2-3 bulan terakhir.
Di Inggris, hasil HbA1c dinyatakan dalam satuan mmol/mol. Hal ini sesuai dengan standar International Federation of Clinical Chemistry. Di Inggris, hasil HbA1c sebelumnya dinyatakan dalam persentase yang sesuai dengan standar Diabetes Control and Complications Trial (DCCT).
Idealnya, kadar HbA1c Anda sebaiknya kurang dari 48 mmol/mol (6,5%). Target HbA1c yang umum adalah 53 mmol/mol (7%), jika pengobatan melibatkan obat yang dapat menyebabkan hipoglikemia.
Target ini dapat disesuaikan berdasarkan faktor-faktor seperti potensi efek samping, kondisi medis lain dan usia pasien.
Baca Juga: Penderita Gula Darah Tinggi Minum Air Kelapa, Ini Efeknya pada Insulin
Manfaat melakukan cek kesehatan untuk gula darah tinggi
Berikut manfaat melakukan cek kesehatan untuk gula darah tinggi:
1. Memantau kadar glukosa darah
Pemeriksaan gula darah rutin membantu memantau kadar glukosa darah. Tes rutin seperti gula darah puasa dan gula darah setelah makan membantu melacak seberapa baik kadar glukosa darah terkontrol.
Informasi dari tes laboratorium diabetes rutin sangat penting untuk menyesuaikan pengobatan, diet, dan kebiasaan gaya hidup.
2. Evaluasi profil lipid
Gula darah tinggi meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular. Tes profil lipid membantu menilai risiko kardiovaskular. Sama seperti kadar glukosa darah, Anda dapat mengelola kadar lipid melalui pengobatan, diet, dan olahraga.
Hal ini membantu mengurangi risiko penyakit jantung. Hasil dari tes ini adalah kolesterol total, kolesterol LDL, kolesterol HDL, dan trigliserida.
3. Deteksi dini komplikasi
Deteksi dini lebih baik agar Anda bisa mengelola dan mencegah komplikasi. Deteksi dini memungkinkan intervensi dan penanganan situasi dengan cepat.
Tes laboratorium seperti HbA1c memberikan rata-rata jangka panjang kadar gula darah, yang menunjukkan risiko komplikasi seperti neuropati diabetik, nefropati, dan retinopati.
4. Evaluasi status gizi
Salah satu manfaat dari pemeriksaan laboratorium diabetes rutin adalah evaluasi status gizi. Penderita gula darah tinggi bisa mengalami kekurangan nutrisi.
Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor seperti efek samping obat, malabsorpsi, dan pembatasan diet. Tes seperti kadar vitamin D, vitamin B12, dan folat membantu menilai status gizi.
5. Penilaian peradangan dan infeksi di tubuh
Sayangnya, gula darah tinggi dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh dan membuat individu lebih rentan terhadap infeksi.
Tes laboratorium spesifik yang biasanya dilakukan di laboratorium seperti protein C-reaktif dan jumlah sel darah putih harus dilakukan untuk membantu menilai peradangan dan mendeteksi infeksi sejak dini.
Itulah pentingnya cek kesehatan untuk penderita gula darah tinggi, cegah komplikasi yang berbahaya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News