M O M S M O N E Y I D
Bugar

Risiko Stroke Meningkat, Peluang Pulih Pasien Gula Darah Tinggi Turun 25%

Risiko Stroke Meningkat, Peluang Pulih Pasien Gula Darah Tinggi Turun 25%
Penulis: Pinky Annisa  |  Editor: Pinky Annisa


MOMSMONEY.ID - Risiko stroke meningkat pada penderita gula darah tinggi. Stroke dapat diklasifikasikan menjadi dua bentuk: iskemik dan hemoragik. 

Charles M. Alexander, dokter endokrinologi, menjelaskan, stroke iskemik adalah jenis yang paling umum terjadi akibat pembekuan darah di pembuluh darah yang secara khusus bertanggung jawab untuk memasok darah ke otak. Hal ini membuat otak tidak berfungsi, sehingga menimbulkan masalah neurologis.

Pada stroke hemoragik, pembuluh darah yang pecah menyebabkan darah bocor ke otak, merusak struktur-struktur penting. Dilansir dari Diatribe.org, pasien gula darah tinggi memiliki peluang 25% lebih kecil untuk pulih setelah mengalami stroke. 

Baca Juga: Bahaya Lemak Perut Picu Komplikasi Gula Darah Tinggi, Rusak Sensitivitas Insulin

Penyintas lebih sering mengalami stroke berulang dan mungkin juga mengalami disabilitas kognitif vaskular dalam jangka panjang. Hipertensi, hiperlipidemia, dan penyakit vaskular koroner yang menyertai pasien meningkatkan risiko penderita gula darah tinggi untuk mengalami stroke. 

Penyebab gula darah tinggi memicu dua komplikasi paling kritis yang timbul dari stroke iskemik yakni pneumonia dan trombosis vena dalam (DVT). Sistem kekebalan tubuh penderita biasanya melemah dan cenderung kesulitan melawan infeksi seperti pneumonia. 

Hal ini juga meningkatkan kemungkinan terjadinya DVT karena mobilitas pasien yang berkurang setelah stroke.

Bagaimana gula darah berkontribusi terhadap stroke?

Gula darah tinggi mempercepat kerusakan arteri besar dan kecil serta membuat pasien rentan terhadap berbagai jenis stroke. Pasien gula darah tinggi cenderung mengalami stroke pada usia yang lebih muda.

Stroke seringkali lebih parah pada pasien diabetes karena fungsi pembuluh darah yang terganggu dan berkurangnya sirkulasi kolateral di otak. Fluktuasi kadar gula darah yang parah selama fase akut stroke pun dapat memperburuk kondisi pasien.

Pasien gula darah tinggi mungkin menghadapi komplikasi tambahan, seperti pendarahan ketika diobati dengan obat antikoagulan seperti aktivator plasminogen jaringan (TPA). Waktu pemulihan seringkali lebih lama pada pasien gula darah tinggi yang mengalami stroke. 

Intervensi tepat waktu, kunci untuk menangani stroke

Bagi pasien gula darah tinggi yang menderita stroke, perawatan di rumah sakit yang tepat waktu sangat penting. Semakin sedikit waktu yang dibutuhkan setelah stroke terjadi, semakin besar peluang pasien untuk pulih.

Aktivator plasminogen jaringan (TPA) diberikan dalam waktu singkat untuk melarutkan bekuan darah pada pasien stroke iskemik, sehingga memulihkan aliran darah ke otak.

Layanan medis darurat diperlukan untuk mencegah perdarahan lebih lanjut dan mengurangi tekanan intrakranial yang dapat berakibat fatal jika tidak ditangani dengan cepat.

Pasien stroke dengan gula darah tinggi biasanya membutuhkan periode rehabilitasi yang panjang untuk memulihkan fungsi fisik yang hilang.

Baca Juga: Sensitivitas Insulin Menurun Akibat Kurang Minum Air Putih, Gula Darah Melonjak

Tindakan pencegahan dan pengobatan stroke

Pencegahan stroke pada pasien gula darah tinggi dapat dilakukan dengan langkah berikut:

  • Perubahan gaya hidup: Pasien harus mengatur gaya hidupnya dengan aktivitas fisik, diet sehat yang tepat, dan memastikan berat badannya terkontrol.
  • Memantau dan mengobati hipertensi: Tekanan darah tinggi kembali muncul sebagai ancaman utama terhadap pembentukan hipertensi iskemik dan hemoragik, sehingga harus dihindari.
  • Mengatasi hiperlipidemia: Hiperlipidemia harus dikendalikan melalui pengurangan kolesterol dalam darah melalui pengobatan, perubahan pola makan, dan olahraga.

Terdapat hubungan yang jelas antara gula darah tinggi dan stroke. Intervensi dini dan modifikasi gaya hidup adalah pendekatan terbaik untuk menghindari stroke. Itulah penjelasan mengenai risiko stroke meningkat pada penderita gula darah tinggi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Trailer dan Poster Film Hasut Dirilis, Sajikan Horor Lewat Suara

Tuta Films merilis trailer dan poster resmi film Hasut yang jadi debut penyutradaraan Ilya Sigma.     

Tanpa 7 Organ Tubuh Ini Ternyata Manusia Masih Bisa Hidup dan Beraktivitas, lo

Beberapa organ tubuh bersifat pendukung. Simak daftar organ tubuh yang membuat manusia tetap bisa bertahan hidup meski tanpa organ tersebut.

Penerapan AI Demi Perluas Pasar bagi UMKM

Penerapan kecerdasan buatan (AI) dalam pemasaran bisa memperluas jangkauan produk besutan dari para UMKM.

Kain Bekas Jadi Alas Bingkai Foto, Ini Ide Dekorasi Rumah yang Penuh Kenangan

Kain bekas bisa diubah menjadi alas bingkai foto unik untuk mempercantik rumah sekaligus menyimpan kenangan lebih bermakna.

5 Area Rumah yang Boleh Berantakan biar Hunian Tetap Rapi dan Tertata

Tidak semua sudut rumah harus selalu rapi. Kenali lima area yang boleh menampung barang agar rumah tetap nyaman dan tertata.

Akad Kredit Rumah: 7 Hal yang Wajib Dicek Sebelum Tanda Tangan KPR

Jangan buru-buru tanda tangan KPR, pahami proses akad kredit rumah, cicilan, tenor, biaya, dan dokumen pentingnya.

Perbedaan Asuransi Berjangka dan Seumur Hidup biar Gak Salah Memilih

Kenali perbedaan asuransi berjangka dan seumur hidup sebelum memilih perlindungan finansial yang sesuai kebutuhan keluarga.

Asuransi Mobil Online Tawarkan Pilihan All Risk dan TLO, Ini Kemudahannya

​Cermati Protect menyediakan pilihan perlindungan all risk dan total loss only (TLO) untuk mobil dengan pengajuan secara online.

Kaya Nutrisi! Ini 7 Manfaat Madu untuk Tumbuh Kembang Si Kecil & Usia Amannya

Ini 7 manfaat madu untuk menjaga daya tahan tubuh dan kesehatan pencernaan anak. Lengkap dengan panduan penting pemberian madu yang aman.

Run & Rise 2026: Saat Ribuan Langkah Berlari untuk Air Bersih Anak Indonesia

Run & Rise 2026 melibatkan lebih dari 1.200 peserta sekaligus mengajak masyarakat ikut mendukung akses air bersih bagi anak-anak.