MOMSMONEY.ID - Harga emas hari ini di pasar global berfluktuasi. Para pedagang mempertimbangkan optimisme yang rapuh terhadap penyelesaian perang di Timur Tengah melalui negosiasi, meskipun terjadi blokade hampir total terhadap aliran energi melalui Selat Hormuz.
Mengutip Bloomberg, Rabu (15/4), harga emas spot berfluktuasi dan turun 0,62% menjadi US$ 4.811,80 per troi ons pada pukul 15.08 WIB.
Penurunan harga emas hari ini terjadi setelah kenaikan sebesar 2,1% pada sesi sebelumnya, karena Washington dan Teheran berusaha mengatur putaran kedua perundingan perdamaian. Presiden AS Donald Trump mengatakan negosiasi dapat dilanjutkan dalam dua hari ke depan, seperti yang dilaporkan New York Post.
Harga minyak berfluktuasi meskipun tetap di bawah US$ 100 per barel pada Rabu, sementara indeks dollar AS hampir tidak bergerak setelah turun 0,3% pada hari sebelumnya. Penurunan harga energi baru-baru ini meredakan sebagian tekanan inflasi, yang telah membebani emas sejak perang dimulai lebih dari enam minggu lalu.
Kekhawatiran tentang kenaikan inflasi telah mendorong para pedagang bertaruh bahwa bank sentral akan mempertahankan suku bunga stabil untuk waktu lebih lama, atau bahkan menaikkannya. Ini suatu hambatan bagi harga emas yang tidak memberikan imbal hasil.
Baca Juga: Harga Emas Hari Ini Rebound Setelah Turun Dua Hari, Ini Katalisnya!
Harga emas telah turun sekitar 9% sejak awal konflik. Krisis likuiditas pada mingu-minggu awal pertempuran menyebabkan investor melepas kepemilikan mereka pada emas demi menutupi kerugian pada aset lain.
Menurut Di Lin Wu, Ahli Strategis di Pepperstone Group Ltd., pasar pada dasarnya terjebak di antara meredanya ekspektasi konflik dan tekanan inflasi yang masih belum terselesaikan. Kebijakan suku bunga Federal Reserves yang tetap tinggi untuk jangka waktu lama, tidak berubah. "Tanpa imbal hasil, harga emas menghadapi batas atas alami," katanya mengutip Bloomberg, hari ini.
Sementara, situasi di Timur Tengah tetap rapuh karena kebuntuan terus berlanjut di sekitar Hormuz, jalur penting yang menghubungan Teluk Persia ke pasar global. AS terus melanjutkan blokade angkatan laut untuk mengekang ekspor minyak Iran, sementara Teheran mempertimbangkan penghentian sementara pengiriman dalam jangka pendek.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News