MOMSMONEY.ID - Mau operasi usus buntu, tapi punya gula darah tinggi? Apendektomi terbuka melibatkan sayatan 2 hingga 4 inci di perut bagian bawah yang membutuhkan masa rawat inap lebih lama daripada operasi laparoskopi.
William C Lloyd III, dokter bedah, memaparkan, pasien tidak akan bisa makan atau minum sampai fungsi usus kembali normal. Sayatan apendektomi laparoskopi biasanya ditutup dengan pita perekat kecil.
Operasi terbuka biasanya menggunakan jahitan dan ditutup dengan perban steril untuk mencegah infeksi. Namun, jika Anda memiliki kadar gula darah tinggi harus melakukan perawatan luka sayatan yang lebih ekstra.
Dilansir dari Verywellhealth.com, kadar gula darah tinggi dapat meningkatkan risiko infeksi, memperlambat penyembuhan, dan menyebabkan komplikasi serius.
Gula darah yang tinggi saat operasi bisa terjadi karena anestesi dapat memicu produksi berlebih hormon stres yang meningkatkan resistensi insulin dan kadar gula darah.
Baca Juga: Flavonoid pada Pepaya Naikkan Sensitivitas Insulin Pasien Gula Darah Tinggi
Efek ini dapat berlangsung selama 9 hingga 21 hari setelah operasi. Jika menderita gula darah tinggi, konsultasikan dengan dokter mengenai rencana pengelolaan kadar gula darah dan cara merawat lukanya.
Bisakah operasi memengaruhi kadar gula darah?
Sebelum dan sesudah operasi, kadar gula darah bisa berfluktuasi akibat:
- Stres mental dan fisik akibat menjalani operasi
- Perubahan gaya hidup, termasuk penyesuaian pola makan dan olahraga
- Perubahan pengobatan yang diperlukan untuk prosedur tersebut
Jika menderita diabetes atau gula darah tinggi, Anda memiliki risiko lebih tinggi mengalami fluktuasi gula darah setelah operasi. Kadar gula darah dapat meningkat akibat respons stres tubuh selama operasi.
Dampak fisik dari operasi dan anestesi dapat memicu tubuh melepaskan hormon katekolamin, kortisol, dan glukagon dalam jumlah lebih besar. Saat kadar hormon-hormon ini meningkat, tubuh dapat mengalami resistensi insulin yang lebih tinggi serta peningkatan jumlah glukosa dalam darah.
Peningkatan resistensi insulin ini dapat berlangsung selama 9-21 hari setelah operasi. Dokter mungkin menyarankan untuk mengonsumsi lebih banyak karbohidrat sebelum operasi guna menjaga stamina selama prosedur berlangsung dan mengimbangi resistensi insulin yang mungkin terjadi.
Cara menangani hiperglikemia setelah operasi usus buntu
Jika mengalami hiperglikemia atau gula darah tinggi setelah operasi, penting untuk:
- Memeriksa kadar gula darah secara rutin.
- Mengonsumsi makanan bergizi dari berbagai kelompok makanan.
- Konsumsilah obat-obatan seperti insulin sesuai dengan resep dokter.
- Lakukan olahraga dengan cara yang aman dan disarankan oleh dokter.
Mengenai hiperglikemia stres setelah operasi
Hiperglikemia stres adalah istilah untuk peningkatan sementara kadar gula darah. Hal ini mungkin disebabkan oleh penyakit akut, stres, pembedahan dan dapat terjadi pada orang yang tidak menderita diabetes.
Hiperglikemia stres setelah operasi sebagai kadar glukosa darah lebih besar dari 140mg/dL atau 180 mg/dL pada individu dengan glukosa normal dalam waktu 48 jam setelah operasi. Hiperglikemia stres harus dipantau setelah operasi untuk mencegah komplikasi serius.
Baca Juga: Gusi Berdarah Jadi Tanda Gula Darah Tinggi: Rentan Kena Infeksi Jamur di Mulut
Apa saja komplikasi hiperglikemia setelah operasi?
- Komplikasi hiperglikemia setelah operasi dapat meliputi:
- Peningkatan risiko infeksi di lokasi sayatan
- Serangan jantung
- Radang paru-paru
Jika memiliki kadar gula darah tinggi setelah prosedur operasi, dokter akan menggunakan infus untuk memberikan insulin ke dalam tubuh. Untuk mengurangi risiko gula darah tinggi setelah operasi, penting untuk mengonsumsi obat yang diresepkan dan mengikuti pola makan bergizi.
Sekian informasi mengenai operasi usus buntu pada pasien gula darah tinggi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News