M O M S M O N E Y I D
Bugar

Berat Badan Anak Kurang? Ahli Gizi Ingatkan Bahaya Stunting

Berat Badan Anak Kurang? Ahli Gizi Ingatkan Bahaya Stunting
Reporter: Shintia Rahma Islamiati  |  Editor: shintia rahma


MOMSMONEY.ID - Kondisi berat badan kurang atau underweight pada anak perlu mendapat perhatian serius karena bisa menjadi indikator awal risiko stunting lo.

Guru Besar Pangan dan Gizi IPB University Prof. Ali Khomsan mengatakan, persoalan gizi pada anak umumnya dipengaruhi oleh berbagai faktor yang saling berkaitan.

Menurut dia, kondisi underweight tidak semata-mata disebabkan oleh kemiskinan, tetapi juga dapat dipengaruhi oleh faktor lain.

“Masalah gizi itu kompleks. Bisa karena kemiskinan, bisa juga karena berat badan lahir rendah atau panjang badan lahir rendah. Termasuk pemahaman ibu tentang gizi yang belum cukup baik,” kata Ali dalam konferensi pers Nestle di Jakarta, Rabu (5/3/2026).

Ia mencontohkan, masih ditemukannya pola makan anak yang belum memenuhi kebutuhan gizi, terutama di sejumlah daerah. Dalam beberapa kasus, anak hanya mengonsumsi nasi dengan kuah tanpa lauk yang memadai.

Padahal, menurut Ali, pola makan seperti itu tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan gizi anak yang sedang berada pada masa pertumbuhan.

Baca Juga: Program Pendampingan Gizi Nestle Jangkau 598 Keluarga Berisiko Stunting

Ia menekankan pentingnya asupan protein hewani bagi anak, khususnya pada usia balita. Jika seorang anak sudah mengalami underweight, konsumsi lauk nabati saja dinilai tidak mencukupi.

“Untuk anak balita yang sudah mengalami underweight, asupan protein hewani menjadi penting karena kualitasnya lebih tinggi dibandingkan protein nabati,” ujarnya.

Pada anak yang sudah mengalami stunting, kebutuhan asupan bahkan bisa lebih tinggi. Ali menjelaskan, dalam kondisi tersebut anak dianjurkan mendapatkan lebih dari satu sumber protein hewani dalam satu kali makan, misalnya kombinasi telur dengan ikan atau ayam.

Menurut dia, perhatian terhadap status gizi anak menjadi semakin penting pada masa awal kehidupan, terutama pada periode 1.000 hari pertama kehidupan. Pada fase ini perkembangan otak berlangsung sangat cepat.

Ali menjelaskan, kekurangan gizi berat pada usia di bawah dua tahun dapat berdampak jangka panjang terhadap perkembangan otak anak.

“Pada usia di bawah dua tahun perkembangan otak bisa mencapai 80 sampai 90 persen. Kalau pada masa itu terjadi kekurangan gizi ekstrem atau stunting, dampaknya bisa sulit dipulihkan,” sebutnya.

Baca Juga: Telur Kaya Nutrisi, Jadi Andalan Cegah Stunting Anak

Karena itu, ia menilai, deteksi dini kondisi underweight menjadi penting agar intervensi gizi dapat dilakukan sebelum kondisi berkembang menjadi stunting.

Salah satu pendekatan yang dinilai dapat membantu memperbaiki status gizi anak adalah pemberian pangan hewani sederhana namun bergizi, seperti telur dan susu, secara rutin dalam jangka waktu tertentu.

Menurut Ali, telur sering disebut sebagai “kapsul kehidupan” karena memiliki kualitas protein yang baik serta mengandung berbagai zat gizi penting, termasuk vitamin A. Selain itu, makanan tersebut relatif mudah diterima oleh anak.

“Telur itu sumber protein yang sangat baik dan biasanya disukai anak-anak. Variasi cara memasaknya juga banyak, sehingga tidak mudah membuat anak bosan,” katanya.

Namun demikian, ia mengakui, keterbatasan ekonomi masih menjadi kendala bagi sebagian keluarga untuk memenuhi kebutuhan pangan hewani secara rutin.

Karena itu, menurutnya, intervensi gizi yang disertai edukasi kepada keluarga dan kader kesehatan masyarakat menjadi penting agar praktik pemenuhan gizi anak dapat dilakukan secara berkelanjutan di tingkat rumah tangga.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Ini 10 Penyebab Utama Kematian Global, Ada Diare

WHO merilis 10 penyebab utama kematian yang mencakup 33 juta kematian atau 54% dari total kematian di seluruh dunia.

3 Wilayah di Jabodetabek Ini Besok (5/10) Hujan Deras, Cek Peringatan Dini Cuaca BMKG

Peringatan dini BMKG cuaca besok Senin (5/10), Waspada hujan lebat di daerah Jabodetabek berikut ini.

Peringatan Dini BMKG Cuaca Besok (5/10), Hujan Lebat Turun di 10 Provinsi Berikut

BMKG mengeluarkan peringatan dini cuaca besok Senin 5 Oktober 2026 dengan status Waspada hujan lebat di provinsi berikut ini.

Sunscreen Tak Cuma untuk Lindungi dari UV, Ini yang Perlu Diperhatikan

Wardah menghadirkan PDRN Sunscreen dengan UV and heat protection untuk membantu melindungi kulit dari paparan UV dan panas sehari-hari.

LBFest 2026 Jadi Panggung 82 Brand Lokal Anak Muda

Dari kampus, generasi muda kembangkan brand lokal Local Brand Festival (LBFest).                                         

9.500 Pelari Ramaikan Crystalin RunXperience 2026

Crystalin RunXperience 2026 menjadi ajang olahraga lari yang lebih dari sekadar race.                       

Ramalan Zodiak Besok Senin 5 Oktober 2026, Berani Ungkap Perasaanmu

Simak ramalan 12 zodiak besok Senin 5 Oktober 2026, cek prediksi asmara, karier, keuangan, dan kesehatan terbaru untukmu.  

Ramalan Shio Besok Senin 5 Oktober 2026, Kerbau Diprediksi Paling Hoki

Simak ramalan shio lengkap besok Senin 5 Oktober 2026, cek prediksi karier, cinta, keuangan, kesehatan, dan keberuntungan 12 shio.  

AI Tak Sekadar Jadi Mesin Jawaban, Bisa Bantu Mahasiswa Perdalam Pemahaman

Penggunaan teknologi akal imitasi atau AI memiliki manfaat yang besar dalam dunia pendidikan bila digunakan dengan tepat.

Film Desember Jani Gelar World Premiere di TIFF 2026, Ini Sinopsis Singkatnya

Film Desember Jani produksi Palari Films terpilih menggelar World Premiere di Tokyo International Film Festival (TIFF) ke-39​.