MOMSMONEY.ID - Telur dikenal sebagai salah satu sumber protein hewani dengan kandungan gizi lengkap yang dibutuhkan anak dalam masa pertumbuhan.
Di dalamnya terdapat protein berkualitas tinggi yang membantu pembentukan dan perbaikan jaringan tubuh, kolin yang berperan penting dalam perkembangan otak dan daya ingat, serta vitamin A, D, B12, zat besi, dan selenium yang mendukung daya tahan tubuh. Asupan protein hewani yang cukup pada usia dini dinilai berkontribusi terhadap pertambahan tinggi dan berat badan yang lebih optimal.
Dengan pertimbangan tersebut, PT Midi Utama Indonesia Tbk menjalankan program Protein Cegah Stunting sebagai bentuk intervensi gizi bagi anak yang terindikasi mengalami gangguan pertumbuhan. Di Kabupaten Tangerang, perusahaan menyalurkan 1.800 butir telur pada tahap awal kepada 30 anak berisiko stunting.
Dukungan ini difokuskan sebagai tambahan asupan protein hewani guna mendukung pertumbuhan fisik dan perkembangan kognitif anak. Program menganjurkan konsumsi dua butir telur per hari sebagai bagian dari pemenuhan gizi seimbang.
Baca Juga: 6 Khasiat Konsumsi Telur Setiap Hari bagi Kesehatan
Corporate Communication Manager Alfamidi Retriantina Marhendra mengatakan, bahwa telur dipilih karena memiliki kandungan gizi lengkap dan mudah dikonsumsi oleh anak-anak. “Asupan dua butir telur setiap hari diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan gizi seimbang bagi anak-anak yang berisiko stunting, sehingga pertumbuhan mereka dapat lebih optimal,” katanya, dalam siaran pers Kamis (19/2)
Intervensi direncanakan berlangsung selama enam bulan. Selama periode tersebut, tumbuh kembang anak penerima manfaat akan dipantau untuk mengukur dampak pemberian tambahan protein terhadap perbaikan status gizi.
Langkah ini menjadi salah satu bentuk keterlibatan sektor swasta dalam mendukung upaya penurunan angka stunting, yang masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat di sejumlah wilayah Indonesia.
Indonesia punya target prevalensi stunting nasional pada awal tahun 2026 bisa menurun signifikan di bawah 18,8%, dengan target jangka panjang 14,2% pada 2029. Data per akhir 2025 menunjukkan angka sudah turun ke 19,8%, di bawah 20% untuk pertama kalinya. Fokus intervensi 2026 adalah Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk ibu hamil dan balita.
Baca Juga: Telur hingga Sayuran: 7 Superfood Sederhana Ini Ampuh Jaga Kesehatan Tubuh
Selanjutnya: S&P: Membangkitkan Kepercayaan Investor Jadi Kunci untuk Dukung Kedaulatan Indonesia
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News