MOMSMONEY.ID - Berikut ini adalah beberapa jenis makanan yang sebaiknya tidak dikonsumsi untuk menu sarapan.
Sarapan sejak lama dianggap sebagai waktu makan terpenting dalam sehari berkat manfaat kesehatannya yang luar biasa.
"Penting untuk menyantap sarapan yang bergizi dan seimbang setiap pagi agar otak dan tubuh Anda mengawali hari dengan baik dan penuh energi," ujar ahli gizi terdaftar di Top Nutrition Coaching, Destini Moody, RD, CSSD, LD pada laman Real Simple.
“Sarapan yang seimbang dapat didefinisikan sebagai sarapan yang mengandung serat tinggi, karbohidrat kompleks, protein berkualitas tinggi, serta setidaknya satu porsi buah atau sayuran,” tambah Moody.
Maka dari itu, tak semua makanan sebenarnya cocok dikonsumsi secara rutin sebagai menu sarapan. Nah, inilah beberapa jenis menu makanan yang sebaiknya tidak dikonsumsi sebagai menu sarapan Anda.
Baca Juga: Lakukan 5 Aktivitas Anti Stres Ini untuk Tingkatkan Hormon Serotonin Secara Alami
Sereal
Walaupun merupakan makanan praktis dan mudah dibuat untuk sarapan, namun sereal tidak cocok untuk dimakan sebagai menu sarapan setiap hari.
Melansir dari laman Prevention, hal tersebut disebabkan karena sereal pada masa kini mengandung banyak pemanis buatan dan rendah akan serat dan protein. Sehingga hasilnya perut akan kembali mudah merasa lapar dan memakan makanan apa pun.
Daging proses
Makanan daging proses seperti sosis, nugget, dan daging kalengan mengandung banyak pengawet dan juga garam yang bisa meningkatkan risiko darah tinggi.
Selain itu makanan kaleng atau yang telah melalui proses di pabrik memiliki risiko tinggi untuk meningkatkan penyakit kanker karena pengawet yang digunakan untuk mengawetkan makanan. Sehingga ada baiknya untuk menghindari makanan proses sebagai menu sarapan.
Roti panggang
Walaupun mengonsumsi roti gandum yang mengandung protein namun jika menambahkan mentega sebagai olesannya akan membuat menu sarapan menjadi tidak sehat.
Mentega mengandung lemak trans yang merupakan lemak buatan yang berbahaya bagi tubuh. Lemak trans memiliki kemungkinan untuk meningkatkan risiko kolesterol jahat, penyakit jantung, dan juga risiko diabetes.
Baca Juga: 7 Sayuran Tinggi Protein, Sumber Nabati Sehat untuk Para Vegan
Yogurt berperisa
Hidangan sarapan seperti yogurt, buah, dan granola atau smoothie berbahan dasar yogurt, sering kali dianggap sebagai pilihan yang menyehatkan. Namun, resep-resep ini kerap menyarankan penggunaan yogurt tawar (plain yogurt).
Hal ini dikarenakan yogurt berperisa sering kali mengandung gula tambahan dalam jumlah yang sangat tinggi, yang bersifat pro-inflamasi, serta hanya memuat sedikit sekali buah asli.
Bagel dengan banyak isian
Tubuh Anda bekerja keras menjaga fungsi tubuh tetap berjalan di malam hari. Jangan membalasnya dengan asupan kalori pemicu peradangan, seperti bagel yang sarat dengan cream cheese atau mentega. Kecuali jika sesekali memilih bagel tipis yang terbuat dari 100% biji-bijian utuh.
Sebab, menurut Cleveland Clinic, sebagian besar bagel mengandung 300 hingga 500 kalori yang berasal dari pati. Mengoleskan cream cheese atau mentega akan menambah jumlah kalori dan lemak jenuh.
Pola makan tinggi karbohidrat olahan ini telah dikaitkan dengan peningkatan risiko diabetes tipe 2 dan penyakit kardiovaskular. Oleh karena itu, hindari menjadikan bagel dengan banyak isian sebagai menu sarapan rutin Anda.
Jus buah
Mengonsumsi jus buah dalam kemasan di pagi hari sebagai sarapan ternyata juga tidak disarankan oleh laman Healthline. Hal tersebut di karena kan jus buah terutama dalam kemasan mengandung gula tinggi dan rendah serat.
Ada baiknya untuk menikmati buah utuh sebagai menu sarapan dibanding harus meminum jus buah yang manis dan berbahaya bagi kesehatan.
Yuk, mulai perhatikan lagi beberapa jenis makanan itu tadi yang tak baik jika sering dikonsumsi sebagai menu sarapan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News