M O M S M O N E Y I D
Bugar

Ada Yogurt Sampai Jus Buah, 6 Menu Ini Sebaiknya Tidak Dimakan Saat Sarapan

Ada Yogurt Sampai Jus Buah, 6 Menu Ini Sebaiknya Tidak Dimakan Saat Sarapan
Penulis: Christ Penthatesia  |  Editor: Christ Penthatesia


MOMSMONEY.ID - Berikut ini adalah beberapa jenis makanan yang sebaiknya tidak dikonsumsi untuk menu sarapan.

Sarapan sejak lama dianggap sebagai waktu makan terpenting dalam sehari berkat manfaat kesehatannya yang luar biasa.

"Penting untuk menyantap sarapan yang bergizi dan seimbang setiap pagi agar otak dan tubuh Anda mengawali hari dengan baik dan penuh energi," ujar ahli gizi terdaftar di Top Nutrition Coaching, Destini Moody, RD, CSSD, LD pada laman Real Simple.

“Sarapan yang seimbang dapat didefinisikan sebagai sarapan yang mengandung serat tinggi, karbohidrat kompleks, protein berkualitas tinggi, serta setidaknya satu porsi buah atau sayuran,” tambah Moody.

Maka dari itu, tak semua makanan sebenarnya cocok dikonsumsi secara rutin sebagai menu sarapan. Nah, inilah beberapa jenis menu makanan yang sebaiknya tidak dikonsumsi sebagai menu sarapan Anda.

Baca Juga: Lakukan 5 Aktivitas Anti Stres Ini untuk Tingkatkan Hormon Serotonin Secara Alami

Sereal

Walaupun merupakan makanan praktis dan mudah dibuat untuk sarapan, namun sereal tidak cocok untuk dimakan sebagai menu sarapan setiap hari.

Melansir dari laman Prevention, hal tersebut disebabkan karena sereal pada masa kini mengandung banyak pemanis buatan dan rendah akan serat dan protein. Sehingga hasilnya perut akan kembali mudah merasa lapar dan memakan makanan apa pun.

Daging proses

Makanan daging proses seperti sosis, nugget, dan daging kalengan mengandung banyak pengawet dan juga garam yang bisa meningkatkan risiko darah tinggi.

Selain itu makanan kaleng atau yang telah melalui proses di pabrik memiliki risiko tinggi untuk meningkatkan penyakit kanker karena pengawet yang digunakan untuk mengawetkan makanan. Sehingga ada baiknya untuk menghindari makanan proses sebagai menu sarapan.

Roti panggang

Walaupun mengonsumsi roti gandum yang mengandung protein namun jika menambahkan mentega sebagai olesannya akan membuat menu sarapan menjadi tidak sehat.

Mentega mengandung lemak trans yang merupakan lemak buatan yang berbahaya bagi tubuh. Lemak trans memiliki kemungkinan untuk meningkatkan risiko kolesterol jahat, penyakit jantung, dan juga risiko diabetes.

Baca Juga: 7 Sayuran Tinggi Protein, Sumber Nabati Sehat untuk Para Vegan

Yogurt berperisa

Hidangan sarapan seperti yogurt, buah, dan granola atau smoothie berbahan dasar yogurt, sering kali dianggap sebagai pilihan yang menyehatkan. Namun, resep-resep ini kerap menyarankan penggunaan yogurt tawar (plain yogurt).

Hal ini dikarenakan yogurt berperisa sering kali mengandung gula tambahan dalam jumlah yang sangat tinggi, yang bersifat pro-inflamasi, serta hanya memuat sedikit sekali buah asli.

Bagel dengan banyak isian

Tubuh Anda bekerja keras menjaga fungsi tubuh tetap berjalan di malam hari. Jangan membalasnya dengan asupan kalori pemicu peradangan, seperti bagel yang sarat dengan cream cheese atau mentega. Kecuali jika sesekali memilih bagel tipis yang terbuat dari 100% biji-bijian utuh.

Sebab, menurut Cleveland Clinic, sebagian besar bagel mengandung 300 hingga 500 kalori yang berasal dari pati. Mengoleskan cream cheese atau mentega akan menambah jumlah kalori dan lemak jenuh.

Pola makan tinggi karbohidrat olahan ini telah dikaitkan dengan peningkatan risiko diabetes tipe 2 dan penyakit kardiovaskular. Oleh karena itu, hindari menjadikan bagel dengan banyak isian sebagai menu sarapan rutin Anda.

Jus buah

Mengonsumsi jus buah dalam kemasan di pagi hari sebagai sarapan ternyata juga tidak disarankan oleh laman Healthline. Hal tersebut di karena kan jus buah terutama dalam kemasan mengandung gula tinggi dan rendah serat.

Ada baiknya untuk menikmati buah utuh sebagai menu sarapan dibanding harus meminum jus buah yang manis dan berbahaya bagi kesehatan.

Yuk, mulai perhatikan lagi beberapa jenis makanan itu tadi yang tak baik jika sering dikonsumsi sebagai menu sarapan.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Tren Rumbai Kembali Naik Daun, Ini Cara Simpel Bikin Dekorasi Rumah Lebih Berkarakter

Tren rumbai kembali menghiasi interior rumah. Simak cara mudah mempercantik sofa, tirai, dan kursi agar ruangan makin estetik.  

Webster Green HC-130 Jadi Warna 2027, Sentuhan Hijau Klasik untuk Rumah Modern

Webster Green HC-130 jadi warna di 2027 dengan nuansa hijau klasik. Simak inspirasinya untuk rumah modern yang nyaman dan estetik.

6 Cara Menurunkan Berat Badan bagi Penderita Diabetes, Pasti Berhasil!

Inilah 6 cara menurunkan berat badan bagi penderita diabetes yang terbukti aman dan efektif. Simak sampai akhir, ya.

5 Perlindungan Keuangan bagi Wanita Menikah biar Siap Menghadapi Risiko

Wanita menikah perlu punya perlindungan keuangan sendiri. Simak 5 langkah ini untuk menjaga tabungan, aset, dan masa depan keluarga.

Pentingnya Peran Keluarga dalam Penanganan Kesehatan Jiwa

Kementerian Kesehatan mencatat ada sebanyak 9 dari 10 orang yang mengalami depresi belum terjangkau layanan kesehatan.

Foot Locker Day 2026 bakal Digelar, Satukan Merek Global hingga Penggemar Sneakers

MAP Active Indonesia bakal menggelar Foot Locker Day 2026 di kawasan M Bloc, Jakarta, pada 16 Oktober hingga 18 Oktober 2026.

Jarang Diketahui! Ini 6 Manfaat Probiotik untuk Kesehatan Organ Intim & Hormon Wanita

Dapatkan perlindungan ekstra untuk tubuh Anda dari dalam. Pahami bagaimana manfaat probiotik mampu menjaga pH vagina hingga jaga imunitas.

Kenapa Burger Tidak Sehat padahal Ada Sayur & Daging? Ketahui Bahayanya di Sini, yuk

Burger dianggap tidak sehat karena tinggi kalori dan lemak jenuh. Simak penjelasan mengenai risikonya serta tips mengolah burger agar lebih aman.

Coba 4 Pilihan Mie Sehat untuk Diet Ini agar Tetap Bisa Makan Enak Tanpa Takut Gemuk

Ingin makan mie tapi takut program penurunan berat badan gagal? Simak pilihan mie sehat untuk diet yang rendah kalori dan tinggi serat ini.

Yield Global Melonjak, Ini Strategi Investasi Obligasi di Era Bunga Tinggi

Kenaikan suku bunga The Fed dan imbal hasil US Treasury menandai era baru pasar obligasi global. Manulife selektif memilih tenor obligasi.