MOMSMONEY.ID - JAKARTA. Penerapan teknologi dalam berusaha mulai menjadi perhatian saat ini. Untuk itu Kementerian Perdagangan mendorong pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) untuk meningkatkan kemampuan pemasran digital.
Menteri Perdagangan Budi Santoso menilai teknologi digital dapat membantu UMKM meningkatkan efektivitas pemasaran, termasuk membuka akses UMKM kepada konsumen yang lebih luas dan calon pembeli internasional. Ia pun mendorong pelaku UMKM untuk memanfaatkan kecerdasan artifisial (AI) dalam pemasaran digital produk-produk mereka.
“Produk yang bagus itu syarat pertama, setelah itu cara menjualnya. Produk yang berkualitas perlu diimbangi dengan pemasaran yang efektif agar dapat menjangkau konsumen, termasuk di pasar internasional. UMKM harus pintar berjualan, dan teknologi digital membuka kesempatan untuk pemasaran yang lebih luas,” ujar Mendag Busan saat membuka pendampingan “Gapai Pasar Global dengan AI” di Kantor Kementerian Perdagangan dalam keterangan, Kamis (10/9).
Baca Juga: Bukan Cuma soal Produk, Simak 3 Hal Penting Ini biar UMKM Bisa Memperluas Pasar
Menurut Mendag Busan, AI dapat membantu pelaku UMKM dalam riset pasar, pembuatan konten, penyusunan strategi iklan, hingga komunikasi dengan calon buyer dari negara tujuan. Manfaat AI ini perlu terus dioptimalkan untuk mendorong kontribusi UMKM terhadap nilai ekspor Indonesia yang mencapai 15,7% pada tahun 2025.
“Sekarang sudah era digital. Teknologi digital harus kita manfaatkan untuk menembus pasar, terutama pasar di luar negeri,” ujar Mendag Busan.
Baca Juga: Tiga Kunci Utama Supaya UMKM Bisa Naik Kasta
Gapai Pasar Global dengan AI merupakan program pendampingan yang mencakup 200 UMKM di Bandung, Batam, dan Jakarta. Khusus seri Jakarta, terkurasi 100 peserta dari 580 pendaftar. Pendampingan ini mencakup lokakarya riset pasar global, penyusunan katalog digital, serta praktik pemasangan iklan melalui Meta Advantage+.
Baca Juga: UMKMall Luncurkan Teman AI, Solusi UMKM Bisa Akses AI
Setelah rangkaian kegiatan hari ini, peserta mendapatkan pendampingan intensif selama tujuh hari untuk mengoptimalkan iklan dan menjaring calon pembeli.
Tahapan selanjutnya diarahkan pada kesiapan ekspor bersama perwakilan perdagangan RI di luar negeri, yakni atase perdagangan dan Indonesia Trade Promotion Center (ITPC).
Kolaborasi ini diwujudkan melalui seminar web (webinar) mengenai logistik, perjanjian ekspor, dan penjajakan kerja sama bisnis (business matching).
Hasil pendampingan juga akan ditindaklanjuti melalui penyerahan secara simbolis Katalog Ekspor UMKM kepada Menteri Perdagangan pada Forum Bisnis dalam rangkaian Trade Expo Indonesia (TEI) 2026 pada 14—18 Oktober 2026 mendatang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News