MOMSMONEY.ID - Meski sempat erupsi Kamis (10/9) pagi tadi, BMKG tidak mendeteksi sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau yang terletak di Selat Sunda.
BPBD Provinsi Lampung dalam akun Instagramnya menyampaikan, Gunung Anak Krakatau mengalami erupsi pada Kamis (10/9) pukul 09.10 WIB. Tapi, visual letusan tidak teramati.
"Eruosi ini terekam di seismograf dengan amplitude maksimum 47 mn dan durasi 17 detik," ungkap BPBD Lampung.
Selain Gunung Anak Krakatau, ada empat gunung lainnya yang juga erupsi beberapa hari belakangan.
"BMKG memantau sebaran debu vulkanik beberapa gunung api di Indonesia di antaranya Gunung Anak Krakatau, Lewotolo, Dukono, Ibu, dan Semeru," kata BMKG di akun Instagramnya.
Baca Juga: Hujan Abu Lebat, Ini Bahaya Potensi Letusan Susulan Anak Krakatau
Menurut BMKG, berdasarkan analisis citra RGB Himawari-9 pada Kamis (9/9) pukul 13.00 WIB:
Gunung Anak Krakatau
- Sebaran debu vulkanik tidak terdeteksi
Gunung Semeru, Jawa Timur
- Sebaran debu vulkanik tidak bisa teramati karena tertutup awan
Gunung Lewotolo, Nusa Tenggara Timur
- Sebaran debu vulkanik tidak terdeteksi
Baca Juga: PVMBG: Potensi Letusan Susulan Anak Krakatau Masih Tergolong Tinggi
Gunung Dukono, Maluku Utara
- Sebaran debu vulkanik hingga ketinggian 7.000 kaki (2,1 km) bergerak ke arah Barat Laut-Timur Laut mencakup Sebagian Kabupaten Halmahera Utara dan perairan Barat Daya Morotai
Gunung Ibu, Maluku Utara
- Sebaran debu vulkanik hingga ketinggian 7.000 kaki (2,1 km) bergerak ke arah Barat Laut mencakup Sebagian Kabupaten Halmahera Barat serta perairan Halmahera Barat dan Halmahera Utara
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News